<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Intai Perairan Indonesia hingga 5 Oktober</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan hingga 5 Oktober 2026. BMKG melaporkan pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5??&quot;20 knot. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/02/337/3245540/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-hingga-5-oktober</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/02/337/3245540/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-hingga-5-oktober"/><item><title>Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Intai Perairan Indonesia hingga 5 Oktober</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/02/337/3245540/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-hingga-5-oktober</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/02/337/3245540/waspada-gelombang-tinggi-4-meter-intai-perairan-indonesia-hingga-5-oktober</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2026 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/02/337/3245540/gelombang_tinggi-Wdva_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/02/337/3245540/gelombang_tinggi-Wdva_large.jpg</image><title>Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan hingga 5 Oktober 2026. BMKG melaporkan pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5&amp;ndash;20 knot.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan di selatan ekuator Indonesia bertiup dan Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 6 - 25 knot, kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Selat Makassar, dan Laut Arafuru,&amp;quot; tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25&amp;ndash;2,5 meter yang berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, serta Samudra Hindia selatan NTT.&#13;
&#13;
Selanjutnya, gelombang dengan ketinggian tersebut juga berpeluang terjadi di Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Seram, Laut Banda, Laut Arafuru bagian utara, Laut Arafuru bagian timur, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian barat.&#13;
&#13;
Sementara gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5&amp;ndash;4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, serta Samudra Hindia selatan NTB.&#13;
&#13;
Potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama nelayan yang beraktivitas menggunakan moda transportasi seperti perahu nelayan, dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.&#13;
&#13;
Imbauan juga ditujukan kepada pengguna kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, serta kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan hingga 5 Oktober 2026. BMKG melaporkan pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5&amp;ndash;20 knot.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sedangkan di selatan ekuator Indonesia bertiup dan Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 6 - 25 knot, kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Selat Makassar, dan Laut Arafuru,&amp;quot; tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25&amp;ndash;2,5 meter yang berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, serta Samudra Hindia selatan NTT.&#13;
&#13;
Selanjutnya, gelombang dengan ketinggian tersebut juga berpeluang terjadi di Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Laut Seram, Laut Banda, Laut Arafuru bagian utara, Laut Arafuru bagian timur, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian barat.&#13;
&#13;
Sementara gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5&amp;ndash;4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, serta Samudra Hindia selatan NTB.&#13;
&#13;
Potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama nelayan yang beraktivitas menggunakan moda transportasi seperti perahu nelayan, dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.&#13;
&#13;
Imbauan juga ditujukan kepada pengguna kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, serta kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
