<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis! Siswa Kelas 2 SD Tewas Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas, Begini Kronologinya</title><description>Ibu korban, Diah Indriyanti mengatakan, keluhan awal yang disampaikan anaknya, yakni rasa sakit pada bagian perut. Saat pertama menjalani perawatan, Hasbi belum menceritakan penyebab sakit yang dialaminya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/02/340/3245536/tragis-siswa-kelas-2-sd-tewas-diduga-jadi-korban-bullying-kakak-kelas-begini-kronologinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/02/340/3245536/tragis-siswa-kelas-2-sd-tewas-diduga-jadi-korban-bullying-kakak-kelas-begini-kronologinya"/><item><title>Tragis! Siswa Kelas 2 SD Tewas Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas, Begini Kronologinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/02/340/3245536/tragis-siswa-kelas-2-sd-tewas-diduga-jadi-korban-bullying-kakak-kelas-begini-kronologinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/02/340/3245536/tragis-siswa-kelas-2-sd-tewas-diduga-jadi-korban-bullying-kakak-kelas-begini-kronologinya</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2026 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/02/340/3245536/viral-qO6w_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Siswa Kelas 2 SD Tewas Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas/IMG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/02/340/3245536/viral-qO6w_large.jpg</image><title> Siswa Kelas 2 SD Tewas Diduga Jadi Korban Bullying Kakak Kelas/IMG</title></images><description>PEMALANG&amp;nbsp; - Siswa kelas II sekolah dasar (SD), Muhammad Hasbi Al Aqib (8) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari, RSUD Dr. M. Ashari Pemalang, Jawa Tengah. Sebelum meninggal, korban sempat mengaku dipukul oleh tiga kakak kelasnya.&#13;
&#13;
Ibu korban, Diah Indriyanti mengatakan, keluhan awal yang disampaikan anaknya, yakni rasa sakit pada bagian perut. Saat pertama menjalani perawatan, Hasbi belum menceritakan penyebab sakit yang dialaminya.&#13;
&#13;
Beberapa hari kemudian, korban baru mengaku kepada keluarga bahwa mengalami pemukulan oleh tiga kakak kelas di SD Negeri 1 Kebondalem, Pemalang. Sebelum meninggal, Hasbi juga sempat menunjukkan orang-orang yang diduga melakukan kekerasan terhadapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya baru tahu itu kemarin-kemarin, tadi ibu-ibu bilang katanya Aqib memang dipukul oleh kakak kelas. Saya dan suami sudah klarifikasi ke sekolah dan ternyata pihak sekolah tidak share di grup sekolah, baru share semalam setelah Aqib pulang,&amp;quot; kata Diah, dikutip, Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasus tersebut kini mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan, telah mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan di sekolah tersebut.&#13;
&#13;
Pemerintah Kabupaten Pemalang, kata dia, akan mengevaluasi dan tidak akan menoleransi kekerasan di lingkungan sekolah. &amp;quot;Yang jelas pemerintah tidak menolerir adanya bullying atau perundungan dan kita harap kejadian ini yang terakhir,&amp;quot; ujar Nurkholes.&#13;
&#13;
Sementara untuk mengetahui penyebab kematian korban, jenazah Hasbi menjalani autopsi di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Autopsi dilakukan oleh tim Biddokkes Polda Jateng.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian serta memastikan rangkaian peristiwa yang dialami korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban,&amp;quot; ucap Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan.&#13;
&#13;
Setelah proses autopsi selesai, jenazah Hasbi dimakamkan pada Kamis sore. Keluarga korban berharap polisi mengusut secara tuntas dugaan kekerasan yang dialami Hasbi.&#13;
</description><content:encoded>PEMALANG&amp;nbsp; - Siswa kelas II sekolah dasar (SD), Muhammad Hasbi Al Aqib (8) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari, RSUD Dr. M. Ashari Pemalang, Jawa Tengah. Sebelum meninggal, korban sempat mengaku dipukul oleh tiga kakak kelasnya.&#13;
&#13;
Ibu korban, Diah Indriyanti mengatakan, keluhan awal yang disampaikan anaknya, yakni rasa sakit pada bagian perut. Saat pertama menjalani perawatan, Hasbi belum menceritakan penyebab sakit yang dialaminya.&#13;
&#13;
Beberapa hari kemudian, korban baru mengaku kepada keluarga bahwa mengalami pemukulan oleh tiga kakak kelas di SD Negeri 1 Kebondalem, Pemalang. Sebelum meninggal, Hasbi juga sempat menunjukkan orang-orang yang diduga melakukan kekerasan terhadapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya baru tahu itu kemarin-kemarin, tadi ibu-ibu bilang katanya Aqib memang dipukul oleh kakak kelas. Saya dan suami sudah klarifikasi ke sekolah dan ternyata pihak sekolah tidak share di grup sekolah, baru share semalam setelah Aqib pulang,&amp;quot; kata Diah, dikutip, Jumat (2/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasus tersebut kini mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan, telah mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan di sekolah tersebut.&#13;
&#13;
Pemerintah Kabupaten Pemalang, kata dia, akan mengevaluasi dan tidak akan menoleransi kekerasan di lingkungan sekolah. &amp;quot;Yang jelas pemerintah tidak menolerir adanya bullying atau perundungan dan kita harap kejadian ini yang terakhir,&amp;quot; ujar Nurkholes.&#13;
&#13;
Sementara untuk mengetahui penyebab kematian korban, jenazah Hasbi menjalani autopsi di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Autopsi dilakukan oleh tim Biddokkes Polda Jateng.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian serta memastikan rangkaian peristiwa yang dialami korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban,&amp;quot; ucap Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan.&#13;
&#13;
Setelah proses autopsi selesai, jenazah Hasbi dimakamkan pada Kamis sore. Keluarga korban berharap polisi mengusut secara tuntas dugaan kekerasan yang dialami Hasbi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
