<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Peringatkan Serangan Besar-besaran, Serukan Diplomat dan Warga Asing Tinggalkan Kyiv</title><description>Rusia memperingatkan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas dampak negatf yang dialami individu yang mengabaikan peringatan tersebut. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/03/18/3245811/rusia-peringatkan-serangan-besar-besaran-serukan-diplomat-dan-warga-asing-tinggalkan-kyiv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/03/18/3245811/rusia-peringatkan-serangan-besar-besaran-serukan-diplomat-dan-warga-asing-tinggalkan-kyiv"/><item><title>Rusia Peringatkan Serangan Besar-besaran, Serukan Diplomat dan Warga Asing Tinggalkan Kyiv</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/03/18/3245811/rusia-peringatkan-serangan-besar-besaran-serukan-diplomat-dan-warga-asing-tinggalkan-kyiv</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/03/18/3245811/rusia-peringatkan-serangan-besar-besaran-serukan-diplomat-dan-warga-asing-tinggalkan-kyiv</guid><pubDate>Sabtu 03 Oktober 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/03/18/3245811/rusia_bersiap_melancarkan_serangan_besar_besaran_baru_ke_kyiv-SFXk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rusia bersiap melancarkan serangan besar-besaran baru ke Kyiv. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/03/18/3245811/rusia_bersiap_melancarkan_serangan_besar_besaran_baru_ke_kyiv-SFXk_large.jpg</image><title>Rusia bersiap melancarkan serangan besar-besaran baru ke Kyiv. </title></images><description>MOSKOW &amp;mdash; Rusia mengimbau diplomat dan warga negara asing untuk segera meninggalkan Kyiv. Moskow juga memperingatkan bakal adanya gelombang serangan besar-besaran baru terhadap ibu kota Ukraina tersebut, sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya pada Sabtu (3/10/2026).&#13;
&#13;
Moskow dan Kyiv belakangan ini saling menggempur menggunakan rentetan pesawat nirawak (drone) serta rudal. Dalam sepekan terakhir, kedua pihak terus meningkatkan intensitas serangan yang menyasar berbagai infrastruktur vital.&#13;
&#13;
Melalui pernyataan resmi pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kembali bahwa pihaknya &amp;quot;sebelumnya telah mendesak warga negara asing dan diplomat di Kyiv untuk meninggalkan kota tersebut serta tidak mengunjungi Ukraina.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencatat dengan prihatin bahwa tidak semua pihak mengindahkan peringatan ini, dan terdapat individu-individu yang secara sadar menempatkan diri mereka dalam bahaya maut,&amp;quot; ujar Kemlu Rusia, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan terus melancarkan serangan balasan secara besar-besaran,&amp;quot; bunyi peringatan tersebut.&#13;
&#13;
Pihak kementerian juga menambahkan bahwa &amp;quot;tanggung jawab atas segala kemungkinan dampak negatif sepenuhnya berada di tangan mereka yang mengabaikan peringatan ini.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebelumnya pada Jumat (2/10/2026), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan bahwa warganya kini harus bersiap menghadapi situasi perang yang semakin intens, mengingat musuh berupaya &amp;quot;menghancurkan Kyiv&amp;quot; melalui gempuran terhadap jembatan dan infrastruktur energi.&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin telah melanggar aturan konflik bersenjata dengan memerintahkan serangan skala besar ke pemukiman dan wilayah sipil&amp;mdash;tuduhan yang berkali-kali dibantah oleh Kremlin.&#13;
</description><content:encoded>MOSKOW &amp;mdash; Rusia mengimbau diplomat dan warga negara asing untuk segera meninggalkan Kyiv. Moskow juga memperingatkan bakal adanya gelombang serangan besar-besaran baru terhadap ibu kota Ukraina tersebut, sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya pada Sabtu (3/10/2026).&#13;
&#13;
Moskow dan Kyiv belakangan ini saling menggempur menggunakan rentetan pesawat nirawak (drone) serta rudal. Dalam sepekan terakhir, kedua pihak terus meningkatkan intensitas serangan yang menyasar berbagai infrastruktur vital.&#13;
&#13;
Melalui pernyataan resmi pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kembali bahwa pihaknya &amp;quot;sebelumnya telah mendesak warga negara asing dan diplomat di Kyiv untuk meninggalkan kota tersebut serta tidak mengunjungi Ukraina.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mencatat dengan prihatin bahwa tidak semua pihak mengindahkan peringatan ini, dan terdapat individu-individu yang secara sadar menempatkan diri mereka dalam bahaya maut,&amp;quot; ujar Kemlu Rusia, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
&amp;quot;Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan terus melancarkan serangan balasan secara besar-besaran,&amp;quot; bunyi peringatan tersebut.&#13;
&#13;
Pihak kementerian juga menambahkan bahwa &amp;quot;tanggung jawab atas segala kemungkinan dampak negatif sepenuhnya berada di tangan mereka yang mengabaikan peringatan ini.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebelumnya pada Jumat (2/10/2026), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan bahwa warganya kini harus bersiap menghadapi situasi perang yang semakin intens, mengingat musuh berupaya &amp;quot;menghancurkan Kyiv&amp;quot; melalui gempuran terhadap jembatan dan infrastruktur energi.&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin telah melanggar aturan konflik bersenjata dengan memerintahkan serangan skala besar ke pemukiman dan wilayah sipil&amp;mdash;tuduhan yang berkali-kali dibantah oleh Kremlin.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
