<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data Pribadi Menkomdigi Diduga Bocor, Bisa Dibeli hanya Seharga Rp2000</title><description>Pemilik akun meminta hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat perlindungan data pribadi. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/03/337/3245762/data-pribadi-menkomdigi-diduga-bocor-bisa-dibeli-hanya-seharga-rp2000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/03/337/3245762/data-pribadi-menkomdigi-diduga-bocor-bisa-dibeli-hanya-seharga-rp2000"/><item><title>Data Pribadi Menkomdigi Diduga Bocor, Bisa Dibeli hanya Seharga Rp2000</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/03/337/3245762/data-pribadi-menkomdigi-diduga-bocor-bisa-dibeli-hanya-seharga-rp2000</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/03/337/3245762/data-pribadi-menkomdigi-diduga-bocor-bisa-dibeli-hanya-seharga-rp2000</guid><pubDate>Sabtu 03 Oktober 2026 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/03/337/3245762/video_yang_diunggah_akun_instagram_instagram-KriQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Video yang diunggah di Instagram menyebut data Menkomdigi Meutya Hafid telah bocor dan diperjual belikan. (Foto: Instagram/ @realmrbert)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/03/337/3245762/video_yang_diunggah_akun_instagram_instagram-KriQ_large.jpg</image><title>Video yang diunggah di Instagram menyebut data Menkomdigi Meutya Hafid telah bocor dan diperjual belikan. (Foto: Instagram/ @realmrbert)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mencuat ke publik dan mendadak viral di media sosial. Kasus ini menjadi sorotan setelah pemilik akun Instagram @realmrbert mengunggah video yang menayangkan dokumen serta informasi sensitif milik sang menteri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepada Ibu Meutya Hafid yang terhormat, Menteri Komdigi Indonesia. Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benar tidak Ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi Ibu. Ini adalah kata sandi Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca. Kata sandi seorang Menteri Komdigi,&amp;rdquo; ujar akun tersebut dalam videonya, dikutip Sabtu (3/10/2026).&#13;
&#13;
Pemilik akun tersebut menegaskan bahwa aksinya dilakukan bukan untuk mempermalukan Meutya Hafid maupun melakukan tindakan doxing. Langkah itu diambil sebagai pengingat keras bahwa klaim atau laporan yang menyebut kondisi kebocoran data di Indonesia &amp;quot;baik-baik saja&amp;quot; adalah tidak benar.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, maraknya kebocoran data pribadi di tanah air telah sampai pada tahap masif, hingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus penipuan terbanyak kedua di dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana jikalau seorang menteri nomor satu yang harusnya peduli dengan kebocoran datanya saja bocor separah ini, bagaimana kami rakyat kecil di bawah ini? Tahukah Ibu bahwa kami jadi target penipuan nonstop dari seluruh arah? Tahukah Ibu bahwa kami tidak berani lagi mengangkat telepon karena kemungkinan besar dari 10 telepon yang kami terima, banyak sekali penipu yang tahu data pribadi kami?&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain itu, ia membeberkan praktik jual beli data pribadi yang dijual sangat murah di pasaran gelap, yakni seharga Rp10.000 per orang&amp;mdash;sudah mencakup foto wajah hingga lokasi pemilik data. Bahkan, ia menyebut data pribadi milik Menkomdigi bisa dibeli hanya dengan harga Rp2.000.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Baru-baru ini dijual data Rp10.000 per satu orang, kita bisa dapat seluruh wajahnya, lokasinya, semua itu bisa didapatkan Ibu. Tapi Rp10.000 itu masih terlalu mahal, karena saya pribadi tahu sumbernya di mana bisa membeli data Ibu. Itu cuma Rp2.000. Menteri Komdigi yang posisinya sangat tinggi, yang harusnya dijaga data pribadinya, bisa dibeli dengan harga Rp2.000,&amp;rdquo; ungkap akun @realmrbert.&#13;
&#13;
Kendati demikian, pemilik akun menyatakan masih menaruh harapan besar kepada Meutya Hafid sebagai figur muda dan cerdas yang memiliki wewenang (power) untuk menuntaskan krisis keamanan data nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak merendahkan Ibu, saya berbicara dengan nada yang begitu menghormati Ibu karena Ibu adalah seseorang yang punya power. Ketika Ibu dipilih dulu, saya merasa ada harapan baru karena yang dipilih adalah sosok yang muda dan pintar. Saya berharap ada perbaikan penanganan kebocoran data di Indonesia agar kebocoran ini bisa berhenti,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Di akhir videonya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila pernyataan atau solusinya terkesan keras. Ia menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan data masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mau tindakan penipuan itu harus berhenti. Saya minta maaf kalau menyinggung keras pihak-pihak tertentu. Jangan sebarkan buzzer untuk takedown video ini. Ini adalah bukti sayangnya saya untuk Indonesia dan bukti saya peduli kepada Ibu Meutya Hafid. Jika Ibu sudah tahu sekarang, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mencuat ke publik dan mendadak viral di media sosial. Kasus ini menjadi sorotan setelah pemilik akun Instagram @realmrbert mengunggah video yang menayangkan dokumen serta informasi sensitif milik sang menteri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepada Ibu Meutya Hafid yang terhormat, Menteri Komdigi Indonesia. Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benar tidak Ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi Ibu. Ini adalah kata sandi Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca. Kata sandi seorang Menteri Komdigi,&amp;rdquo; ujar akun tersebut dalam videonya, dikutip Sabtu (3/10/2026).&#13;
&#13;
Pemilik akun tersebut menegaskan bahwa aksinya dilakukan bukan untuk mempermalukan Meutya Hafid maupun melakukan tindakan doxing. Langkah itu diambil sebagai pengingat keras bahwa klaim atau laporan yang menyebut kondisi kebocoran data di Indonesia &amp;quot;baik-baik saja&amp;quot; adalah tidak benar.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, maraknya kebocoran data pribadi di tanah air telah sampai pada tahap masif, hingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus penipuan terbanyak kedua di dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimana jikalau seorang menteri nomor satu yang harusnya peduli dengan kebocoran datanya saja bocor separah ini, bagaimana kami rakyat kecil di bawah ini? Tahukah Ibu bahwa kami jadi target penipuan nonstop dari seluruh arah? Tahukah Ibu bahwa kami tidak berani lagi mengangkat telepon karena kemungkinan besar dari 10 telepon yang kami terima, banyak sekali penipu yang tahu data pribadi kami?&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain itu, ia membeberkan praktik jual beli data pribadi yang dijual sangat murah di pasaran gelap, yakni seharga Rp10.000 per orang&amp;mdash;sudah mencakup foto wajah hingga lokasi pemilik data. Bahkan, ia menyebut data pribadi milik Menkomdigi bisa dibeli hanya dengan harga Rp2.000.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Baru-baru ini dijual data Rp10.000 per satu orang, kita bisa dapat seluruh wajahnya, lokasinya, semua itu bisa didapatkan Ibu. Tapi Rp10.000 itu masih terlalu mahal, karena saya pribadi tahu sumbernya di mana bisa membeli data Ibu. Itu cuma Rp2.000. Menteri Komdigi yang posisinya sangat tinggi, yang harusnya dijaga data pribadinya, bisa dibeli dengan harga Rp2.000,&amp;rdquo; ungkap akun @realmrbert.&#13;
&#13;
Kendati demikian, pemilik akun menyatakan masih menaruh harapan besar kepada Meutya Hafid sebagai figur muda dan cerdas yang memiliki wewenang (power) untuk menuntaskan krisis keamanan data nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tidak merendahkan Ibu, saya berbicara dengan nada yang begitu menghormati Ibu karena Ibu adalah seseorang yang punya power. Ketika Ibu dipilih dulu, saya merasa ada harapan baru karena yang dipilih adalah sosok yang muda dan pintar. Saya berharap ada perbaikan penanganan kebocoran data di Indonesia agar kebocoran ini bisa berhenti,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Di akhir videonya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila pernyataan atau solusinya terkesan keras. Ia menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan data masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mau tindakan penipuan itu harus berhenti. Saya minta maaf kalau menyinggung keras pihak-pihak tertentu. Jangan sebarkan buzzer untuk takedown video ini. Ini adalah bukti sayangnya saya untuk Indonesia dan bukti saya peduli kepada Ibu Meutya Hafid. Jika Ibu sudah tahu sekarang, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
