<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayi yang Tewas Dianiaya Ayahnya Kepalanya Dibenturkan ke Dinding dan Punggungnya Dihantam</title><description>Pelaku membenturkan kepala bagian belakang korban ke dinding sebanyak tiga kali.  Selain itu, pelaku juga memukul punggung bayi tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/04/338/3245890/bayi-yang-tewas-dianiaya-ayahnya-kepalanya-dibenturkan-ke-dinding-dan-punggungnya-dihantam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/04/338/3245890/bayi-yang-tewas-dianiaya-ayahnya-kepalanya-dibenturkan-ke-dinding-dan-punggungnya-dihantam"/><item><title>Bayi yang Tewas Dianiaya Ayahnya Kepalanya Dibenturkan ke Dinding dan Punggungnya Dihantam</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/04/338/3245890/bayi-yang-tewas-dianiaya-ayahnya-kepalanya-dibenturkan-ke-dinding-dan-punggungnya-dihantam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/04/338/3245890/bayi-yang-tewas-dianiaya-ayahnya-kepalanya-dibenturkan-ke-dinding-dan-punggungnya-dihantam</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2026 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/04/338/3245890/viral-FrlS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tersangka Pembunuhan Bayi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/04/338/3245890/viral-FrlS_large.jpg</image><title>Ilustrasi Tersangka Pembunuhan Bayi</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Polisi menangkap seorang pria karena memukul anak kandungnya yang berusia 11 bulan hingga tewas di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku berinsial RPP (30) diamankan tidak lama setelah kejadian.&#13;
&#13;
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, penganiayaan dilakukan pelaku pada hari kejadian, Jumat (2/10) dini hari.&#13;
&#13;
Pelaku membenturkan kepala bagian belakang korban ke dinding sebanyak tiga kali. &amp;nbsp;Selain itu, pelaku juga memukul punggung bayi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pelaku memukul punggung anak korban dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal,&amp;rdquo; ujar Made, Minggu (4/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Andre menyebutkan, pelaku sempat berpura-pura menangis hingga menggendong korban saat meminta tolong untuk diantar ke rumah sakit dan bilang korban muntah-muntah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut keterangan saksi 1, sekitar jam 18.15 WIB pelaku datang menggendong anaknya (korban) sambil menangis, terus pelaku meminta tolong terhadap saksi 1 untuk mengantar korban ke rumah sakit,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Saksi yang melihat kondisi tersebut, sempat menanyakan penyakit yang diderita korban. Pelaku berdalih korban mengalami muntah-muntah. Namun, saat diperiksa, wajah bayi itu justru dipenuhi luka lebam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian saksi 1 bertanya terhadap pelaku &amp;#39;emang korban sakit apa&amp;#39;, kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saksi kemudian kembali menanyakan apa yang telah dilakukan pelaku hingga menyebabkan korban mengalami luka lebam. Namun, RP justru memberikan jawaban berbelit-belit dan mengaku korban tertimpa kipas angin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku &amp;#39;kamu apain anak ini&amp;#39; dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,&amp;quot; ungkap Andre.&#13;
&#13;
Alasan yang sama disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban. Saksi yang semakin curiga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.&#13;
&#13;
Ketua RT kemudian mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah tidak sadarkan diri dengan wajah lebam dan pucat pasi. Ketua RT lantas menghubungi Polsek Cakung.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Polisi menangkap seorang pria karena memukul anak kandungnya yang berusia 11 bulan hingga tewas di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku berinsial RPP (30) diamankan tidak lama setelah kejadian.&#13;
&#13;
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, penganiayaan dilakukan pelaku pada hari kejadian, Jumat (2/10) dini hari.&#13;
&#13;
Pelaku membenturkan kepala bagian belakang korban ke dinding sebanyak tiga kali. &amp;nbsp;Selain itu, pelaku juga memukul punggung bayi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pelaku memukul punggung anak korban dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal,&amp;rdquo; ujar Made, Minggu (4/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Andre menyebutkan, pelaku sempat berpura-pura menangis hingga menggendong korban saat meminta tolong untuk diantar ke rumah sakit dan bilang korban muntah-muntah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut keterangan saksi 1, sekitar jam 18.15 WIB pelaku datang menggendong anaknya (korban) sambil menangis, terus pelaku meminta tolong terhadap saksi 1 untuk mengantar korban ke rumah sakit,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Saksi yang melihat kondisi tersebut, sempat menanyakan penyakit yang diderita korban. Pelaku berdalih korban mengalami muntah-muntah. Namun, saat diperiksa, wajah bayi itu justru dipenuhi luka lebam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian saksi 1 bertanya terhadap pelaku &amp;#39;emang korban sakit apa&amp;#39;, kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saksi kemudian kembali menanyakan apa yang telah dilakukan pelaku hingga menyebabkan korban mengalami luka lebam. Namun, RP justru memberikan jawaban berbelit-belit dan mengaku korban tertimpa kipas angin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku &amp;#39;kamu apain anak ini&amp;#39; dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,&amp;quot; ungkap Andre.&#13;
&#13;
Alasan yang sama disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban. Saksi yang semakin curiga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.&#13;
&#13;
Ketua RT kemudian mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah tidak sadarkan diri dengan wajah lebam dan pucat pasi. Ketua RT lantas menghubungi Polsek Cakung.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
