<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangunan Rumah dan Sekolah Rusak Akibat Gempa Dahsyat M6,1 Sumba Barat Daya NTT</title><description>Laporan sementara mencatat kerusakan bangunan rumah warga dan gedung sekolah berada di Desa Pero Kondha, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/04/340/3245856/bangunan-rumah-dan-sekolah-rusak-akibat-gempa-dahsyat-m6-1-sumba-barat-daya-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/04/340/3245856/bangunan-rumah-dan-sekolah-rusak-akibat-gempa-dahsyat-m6-1-sumba-barat-daya-ntt"/><item><title>Bangunan Rumah dan Sekolah Rusak Akibat Gempa Dahsyat M6,1 Sumba Barat Daya NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/04/340/3245856/bangunan-rumah-dan-sekolah-rusak-akibat-gempa-dahsyat-m6-1-sumba-barat-daya-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/04/340/3245856/bangunan-rumah-dan-sekolah-rusak-akibat-gempa-dahsyat-m6-1-sumba-barat-daya-ntt</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2026 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Zakky Mubarok Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/04/340/3245856/viral-ZoWB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Bangunan Rusak saat Gempa NTT Bulan Agustus/IMG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/04/340/3245856/viral-ZoWB_large.jpg</image><title>Foto Bangunan Rusak saat Gempa NTT Bulan Agustus/IMG</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dengan kekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/10/2026), menyebabkan sejumlah bangunan rusak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dampak gempa juga dilaporkan memicu kerusakan fisik pada beberapa fasilitas publik dan hunian warga,&amp;rdquo;ujar Plh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan.&#13;
&#13;
Laporan sementara mencatat kerusakan bangunan rumah warga dan gedung sekolah berada di Desa Pero Kondha, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil analisis dari BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,9 pada kedalaman 30 km,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, melihat lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Gempa diduga kuat berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ardhasena mengatakan gempa bumi yang terjadi pada pagi ini, tidak berpotensi mengakibatkan tsunami. &amp;quot;Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
​&amp;quot;Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Tetap tenang dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari saluran komunikasi resmi BMKG,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dengan kekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/10/2026), menyebabkan sejumlah bangunan rusak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dampak gempa juga dilaporkan memicu kerusakan fisik pada beberapa fasilitas publik dan hunian warga,&amp;rdquo;ujar Plh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan.&#13;
&#13;
Laporan sementara mencatat kerusakan bangunan rumah warga dan gedung sekolah berada di Desa Pero Kondha, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil analisis dari BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,9 pada kedalaman 30 km,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, melihat lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Gempa diduga kuat berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ardhasena mengatakan gempa bumi yang terjadi pada pagi ini, tidak berpotensi mengakibatkan tsunami. &amp;quot;Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
​&amp;quot;Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Tetap tenang dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari saluran komunikasi resmi BMKG,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
