<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Video Dugem Sambil Nyabu Direkam di Rutan Depok, 4 Napi dan 2 Petugas Diperiksa</title><description>Tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat mendatangi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas dugem dan penyalahgunaan narkoba di dalam rutan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3245955/terungkap-video-dugem-sambil-nyabu-direkam-di-rutan-depok-4-napi-dan-2-petugas-diperiksa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3245955/terungkap-video-dugem-sambil-nyabu-direkam-di-rutan-depok-4-napi-dan-2-petugas-diperiksa"/><item><title>Terungkap! Video Dugem Sambil Nyabu Direkam di Rutan Depok, 4 Napi dan 2 Petugas Diperiksa</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3245955/terungkap-video-dugem-sambil-nyabu-direkam-di-rutan-depok-4-napi-dan-2-petugas-diperiksa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3245955/terungkap-video-dugem-sambil-nyabu-direkam-di-rutan-depok-4-napi-dan-2-petugas-diperiksa</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2026 02:10 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/04/338/3245955/ario_galih_maduseno-Xmr8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno (foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/04/338/3245955/ario_galih_maduseno-Xmr8_large.jpg</image><title> Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno (foto: tangkapan layar)</title></images><description>&#13;
&#13;
DEPOK - Tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat mendatangi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas dugem dan penyalahgunaan narkoba di dalam rutan.&#13;
&#13;
Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa video tersebut memang direkam di salah satu kamar hunian warga binaan.&#13;
&#13;
Kamar tersebut diketahui dihuni oleh 22 warga binaan. Dari hasil pemeriksaan awal, sebanyak empat warga binaan diperiksa lebih lanjut terkait dugaan aktivitas yang terekam dalam video tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang betul kejadian itu ada di salah satu kamar yang berisi 22 warga binaan. Ada beberapa warga binaan, sekitar dua sampai empat orang, yang kami periksa lebih lanjut,&amp;quot; kata Ario, Minggu (4/10/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain warga binaan, pihak Rutan Depok bersama kepolisian juga memeriksa dua petugas yang diduga terindikasi membantu masuknya sejumlah barang yang terlihat dalam video.&#13;
&#13;
Kedua petugas tersebut diketahui berasal dari jajaran satuan pengamanan dan staf perlindungan kerja. Pihak Rutan Depok telah melaporkan dugaan keterlibatan kedua petugas tersebut kepada kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pendalaman untuk mengungkap bagaimana aktivitas tersebut dapat terjadi di dalam lingkungan rutan, termasuk asal-usul barang yang diduga digunakan dalam video.&#13;
&#13;
Tim gabungan dari Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Rutan Kelas I Depok, dan kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terindikasi terlibat.&#13;
&#13;
Ario menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran yang dilakukan petugas, pihaknya akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap warga binaan dan dua petugas tersebut masih berlangsung. Pihak terkait juga masih mendalami fakta lengkap di balik video yang viral di media sosial tersebut.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
DEPOK - Tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat mendatangi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas dugem dan penyalahgunaan narkoba di dalam rutan.&#13;
&#13;
Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa video tersebut memang direkam di salah satu kamar hunian warga binaan.&#13;
&#13;
Kamar tersebut diketahui dihuni oleh 22 warga binaan. Dari hasil pemeriksaan awal, sebanyak empat warga binaan diperiksa lebih lanjut terkait dugaan aktivitas yang terekam dalam video tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memang betul kejadian itu ada di salah satu kamar yang berisi 22 warga binaan. Ada beberapa warga binaan, sekitar dua sampai empat orang, yang kami periksa lebih lanjut,&amp;quot; kata Ario, Minggu (4/10/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain warga binaan, pihak Rutan Depok bersama kepolisian juga memeriksa dua petugas yang diduga terindikasi membantu masuknya sejumlah barang yang terlihat dalam video.&#13;
&#13;
Kedua petugas tersebut diketahui berasal dari jajaran satuan pengamanan dan staf perlindungan kerja. Pihak Rutan Depok telah melaporkan dugaan keterlibatan kedua petugas tersebut kepada kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pendalaman untuk mengungkap bagaimana aktivitas tersebut dapat terjadi di dalam lingkungan rutan, termasuk asal-usul barang yang diduga digunakan dalam video.&#13;
&#13;
Tim gabungan dari Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Rutan Kelas I Depok, dan kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terindikasi terlibat.&#13;
&#13;
Ario menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran yang dilakukan petugas, pihaknya akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap warga binaan dan dua petugas tersebut masih berlangsung. Pihak terkait juga masih mendalami fakta lengkap di balik video yang viral di media sosial tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
