<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Maulid Nabi Berujung Ricuh, Gubernur Pramono Geram Jam 1 Pagi Nyalakan Petasan</title><description>Pihaknya juga telah menginstruksikan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Karena peristiwa itu membuat ketertiban masyarakat terganggu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246042/viral-maulid-nabi-berujung-ricuh-gubernur-pramono-geram-jam-1-pagi-nyalakan-petasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246042/viral-maulid-nabi-berujung-ricuh-gubernur-pramono-geram-jam-1-pagi-nyalakan-petasan"/><item><title>Viral Maulid Nabi Berujung Ricuh, Gubernur Pramono Geram Jam 1 Pagi Nyalakan Petasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246042/viral-maulid-nabi-berujung-ricuh-gubernur-pramono-geram-jam-1-pagi-nyalakan-petasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246042/viral-maulid-nabi-berujung-ricuh-gubernur-pramono-geram-jam-1-pagi-nyalakan-petasan</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2026 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/05/338/3246042/viral-jHiP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral Maulid Nabi Berujung Ricuh di Pondok Pinang</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/05/338/3246042/viral-jHiP_large.jpg</image><title>Viral Maulid Nabi Berujung Ricuh di Pondok Pinang</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti gelaran Maulid Nabi berujung ricuh di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan karena petasan. Menurutnya, tidak elok bagi siapapun membunyikan petasan di waktu tengah malam hingga mengganggu ketertiban masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kan hampir jam 00.30 WIB malam, kurang lebih jam 02.00 WIB saya membaca itu, kemudian saya meminta pada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berperan,&amp;rdquo; ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena bagaimanapun tidak tidak eloklah bahwa udah jam 01.00 malam masih membunyikan petasan dan sebagainya,&amp;quot;lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya juga telah menginstruksikan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Karena peristiwa itu membuat ketertiban masyarakat terganggu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebetulan saya mengikuti begitu peristiwa terjadi, masyarakat, keluarga Ibu itu juga. Kebetulan anaknya Ibu tadi kan memang sensitif terhadap petasan dan sebagainya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Bahkan, kata dia, masyarakat sekitar sampai terganggu dan melayangkan protes, khususnya ibu-ibu yang anaknya sampai terbangun karena suara petasan sebagaimana dalam video viral tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia meminta kegiatan masyarakat tidak sampai mengganggu ketertiban, apalagi menyalakan petasan di malam hari sampai mengganggu warga lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya minta ini mudah-mudahan tidak terulang kembali, kebetulan hadir dalam kesempatan ini ada Wali Kota Jakarta Timur dan Wali Kota Jakarta Selatan, hal yang berkaitan dengan itu kita batasin,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau memang masih jam sore monggo saja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti gelaran Maulid Nabi berujung ricuh di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan karena petasan. Menurutnya, tidak elok bagi siapapun membunyikan petasan di waktu tengah malam hingga mengganggu ketertiban masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kan hampir jam 00.30 WIB malam, kurang lebih jam 02.00 WIB saya membaca itu, kemudian saya meminta pada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berperan,&amp;rdquo; ujar Pramono kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena bagaimanapun tidak tidak eloklah bahwa udah jam 01.00 malam masih membunyikan petasan dan sebagainya,&amp;quot;lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya juga telah menginstruksikan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Karena peristiwa itu membuat ketertiban masyarakat terganggu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebetulan saya mengikuti begitu peristiwa terjadi, masyarakat, keluarga Ibu itu juga. Kebetulan anaknya Ibu tadi kan memang sensitif terhadap petasan dan sebagainya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Bahkan, kata dia, masyarakat sekitar sampai terganggu dan melayangkan protes, khususnya ibu-ibu yang anaknya sampai terbangun karena suara petasan sebagaimana dalam video viral tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia meminta kegiatan masyarakat tidak sampai mengganggu ketertiban, apalagi menyalakan petasan di malam hari sampai mengganggu warga lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya minta ini mudah-mudahan tidak terulang kembali, kebetulan hadir dalam kesempatan ini ada Wali Kota Jakarta Timur dan Wali Kota Jakarta Selatan, hal yang berkaitan dengan itu kita batasin,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau memang masih jam sore monggo saja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
