<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maulid Nabi Ricuh karena Petasan, Panitia Akhirnya Minta Maaf</title><description>Namun, warga meminta dilakukan mediasi di tempat netral sehingga mediasi dilakukan di Kantor Kelurahan Pondok Pinang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246095/maulid-nabi-ricuh-karena-petasan-panitia-akhirnya-minta-maaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246095/maulid-nabi-ricuh-karena-petasan-panitia-akhirnya-minta-maaf"/><item><title>Maulid Nabi Ricuh karena Petasan, Panitia Akhirnya Minta Maaf</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246095/maulid-nabi-ricuh-karena-petasan-panitia-akhirnya-minta-maaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/05/338/3246095/maulid-nabi-ricuh-karena-petasan-panitia-akhirnya-minta-maaf</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2026 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/05/338/3246095/viral-Xhpj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maulid Nabi Ricuh karena Petasan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/05/338/3246095/viral-Xhpj_large.jpg</image><title>Maulid Nabi Ricuh karena Petasan</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Gelaran Maulid Nabi&amp;nbsp;di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ricuh akibat panita nyalakan petasan pada tengah malam. Peristiwa tersebut viral di media sosial.&#13;
&#13;
Lurah Pondok Pinang, Dina Roslina mengatakan, petugas sudah melakukan mediasi dan pihak dari panitia meminta maaf atas kejadian tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami hadir bersama Polsek Kebayoran Lama, juga Koramil Kebayoran Lama, dan juga Satpol PP, dan juga para tokoh masyarakat yang ada juga di wilayah kita,&amp;quot; ujar Dina kepada wartawan, Senin (5/10/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, peristiwa itu terjadi karena salah satu warga melakukan kegiatan pengajian Maulid Nabi sekaligus Haul keluarganya. Namun, di akhir kegiatan dilakukan penyalaan kembang api hingga mengganggu ketentraman dan ketertiban warga sekitarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menerangkan, kegiatan itu telah diberitahukan pihak penyelenggara secara lisan ke RT/RW setempat dan Babinsa. Namun, belum diberitahukan secara resmi ke pihak kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum ada surat. Informasi yang kami dapat, ada 3 warga yang merasakan korban (terganggu), atau terjadi tindakan kekerasan karena pada saat itu korban melakukan protes pada panitia, menanyakan izin acara dan lain sebagainya,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, mendapat sikap atau perlakuan kurang enak pada para perempuan ini sehingga hari ini kita lakukan mediasi untuk pertemuan selanjutnya,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menerangkan, sejatinya pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi, pihak penyelenggara telah mendatangi kediaman warga yang merasa terganggu itu bersama pihak RW, LMK, dan tokoh masyarakat.&#13;
&#13;
Namun, warga meminta dilakukan mediasi di tempat netral sehingga mediasi dilakukan di Kantor Kelurahan Pondok Pinang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan itu menghasilkan diskusi, komunikasi, kita merasakan simpati, empati, kemudian ada kondisi tertentu yang memang harus kita pahami bersama, hidup bersosial dan bermasyarakat itu mempunyai aturan, ada norma yang berlaku,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Alhasil, kata dia, pada Minggu malam mediasi dilakukan bersama pihak kepolisian, TNI, dan Satpol PP serta semua pihak lainnya, termasuk penyelenggara. Dalam mediasi itu, ditegaskannya jika dalam hidup bersosial dan bermasyarakat itu ada aturan dan norma yang berlaku yang harus diikuti semua orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan ini memang para pihak panitia menyadari dan mengakui kegiatan mereka ini tidak memiliki izin. Kedua, mereka menyesali perbuatan mereka yang mungkin terbawa emosi sehingga ada tindakan indikasi kekerasan yang dirasakan para korban,&amp;quot; bebernya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam pertemuan itu, tambahnya, penyelenggara dan pihak pembuat acara meminta maaf karena perbuatan kurang menyenangkan dan terbawa emosi. Namun, warga yang merasa dirugikan tersebut masih memikirkan kembali permintaan maaf tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka melakukan permohonan maaf kepada para seluruh korban dan warga masyarakat sekitar yang mungkin merasa dirugikan atas kejadian tersebut,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada intinya kita menginginkan tetap ada jalur kedamaian, kerukunan di Pondok Pinang ini, dan sebagai pembelajaran ya masyarakat kegiatan di tengah masyarakat ada norma-normanya yang perlu kita hargai dan kita hormati bersama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Gelaran Maulid Nabi&amp;nbsp;di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ricuh akibat panita nyalakan petasan pada tengah malam. Peristiwa tersebut viral di media sosial.&#13;
&#13;
Lurah Pondok Pinang, Dina Roslina mengatakan, petugas sudah melakukan mediasi dan pihak dari panitia meminta maaf atas kejadian tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami hadir bersama Polsek Kebayoran Lama, juga Koramil Kebayoran Lama, dan juga Satpol PP, dan juga para tokoh masyarakat yang ada juga di wilayah kita,&amp;quot; ujar Dina kepada wartawan, Senin (5/10/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, peristiwa itu terjadi karena salah satu warga melakukan kegiatan pengajian Maulid Nabi sekaligus Haul keluarganya. Namun, di akhir kegiatan dilakukan penyalaan kembang api hingga mengganggu ketentraman dan ketertiban warga sekitarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menerangkan, kegiatan itu telah diberitahukan pihak penyelenggara secara lisan ke RT/RW setempat dan Babinsa. Namun, belum diberitahukan secara resmi ke pihak kepolisian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Belum ada surat. Informasi yang kami dapat, ada 3 warga yang merasakan korban (terganggu), atau terjadi tindakan kekerasan karena pada saat itu korban melakukan protes pada panitia, menanyakan izin acara dan lain sebagainya,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, mendapat sikap atau perlakuan kurang enak pada para perempuan ini sehingga hari ini kita lakukan mediasi untuk pertemuan selanjutnya,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menerangkan, sejatinya pada Minggu, 4 Oktober 2026 pagi, pihak penyelenggara telah mendatangi kediaman warga yang merasa terganggu itu bersama pihak RW, LMK, dan tokoh masyarakat.&#13;
&#13;
Namun, warga meminta dilakukan mediasi di tempat netral sehingga mediasi dilakukan di Kantor Kelurahan Pondok Pinang.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan itu menghasilkan diskusi, komunikasi, kita merasakan simpati, empati, kemudian ada kondisi tertentu yang memang harus kita pahami bersama, hidup bersosial dan bermasyarakat itu mempunyai aturan, ada norma yang berlaku,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Alhasil, kata dia, pada Minggu malam mediasi dilakukan bersama pihak kepolisian, TNI, dan Satpol PP serta semua pihak lainnya, termasuk penyelenggara. Dalam mediasi itu, ditegaskannya jika dalam hidup bersosial dan bermasyarakat itu ada aturan dan norma yang berlaku yang harus diikuti semua orang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan ini memang para pihak panitia menyadari dan mengakui kegiatan mereka ini tidak memiliki izin. Kedua, mereka menyesali perbuatan mereka yang mungkin terbawa emosi sehingga ada tindakan indikasi kekerasan yang dirasakan para korban,&amp;quot; bebernya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam pertemuan itu, tambahnya, penyelenggara dan pihak pembuat acara meminta maaf karena perbuatan kurang menyenangkan dan terbawa emosi. Namun, warga yang merasa dirugikan tersebut masih memikirkan kembali permintaan maaf tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka melakukan permohonan maaf kepada para seluruh korban dan warga masyarakat sekitar yang mungkin merasa dirugikan atas kejadian tersebut,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada intinya kita menginginkan tetap ada jalur kedamaian, kerukunan di Pondok Pinang ini, dan sebagai pembelajaran ya masyarakat kegiatan di tengah masyarakat ada norma-normanya yang perlu kita hargai dan kita hormati bersama,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
