<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wabah Pes Diduga Menyebar di Siberia Setelah Kematian Peneliti, Hampir 200 Orang Diawasi </title><description>Amerika Serikat dilaporkan memantau dugaan penyebaran wabah baru di Rusia tersebut. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/06/18/3246194/wabah-pes-diduga-menyebar-di-siberia-setelah-kematian-peneliti-hampir-200-orang-diawasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/06/18/3246194/wabah-pes-diduga-menyebar-di-siberia-setelah-kematian-peneliti-hampir-200-orang-diawasi"/><item><title>Wabah Pes Diduga Menyebar di Siberia Setelah Kematian Peneliti, Hampir 200 Orang Diawasi </title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/06/18/3246194/wabah-pes-diduga-menyebar-di-siberia-setelah-kematian-peneliti-hampir-200-orang-diawasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/06/18/3246194/wabah-pes-diduga-menyebar-di-siberia-setelah-kematian-peneliti-hampir-200-orang-diawasi</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2026 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/06/18/3246194/ilustrasi-ad5r_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/06/18/3246194/ilustrasi-ad5r_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Hampir 200 orang telah ditempatkan di rumah sakit untuk pengawasan medis di Irkutsk, Siberia timur, Rusia, atas dugaan paparan wabah pes, menurut laporan media lokal.&#13;
&#13;
Laporan tersebut menyebutkan bahwa 189 orang sedang dipantau menyusul sakitnya seorang karyawan di sebuah institut penelitian anti-pes di Irkutsk. Alexei Tsydenov, kepala Republik Buryatia yang berada di dekatnya, mengatakan bahwa wanita tersebut meninggal akibat bentuk pes yang belum ditentukan.&#13;
&#13;
Badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, mengatakan pada Minggu, (4/10/2026) bahwa karyawan tersebut telah didiagnosis menderita &amp;quot;pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya&amp;quot; dan situasi sanitasi serta epidemiologi di wilayah Irkutsk dan kota Irkutsk serta Shelekhov tetap stabil.&#13;
&#13;
Dilansir CNBC, laporan terbaru tersebut mengikuti pemberitaan media lokal pada Jumat, (2/10/2026) bahwa seorang karyawan berusia 27 tahun di institut anti-pes jatuh sakit karena dugaan pes paru-paru (pneumonic plague) setelah kembali dari perjalanan kerja ke Buryatia, di mana timbulnya wabah telah dilaporkan di dekat perbatasan dengan Mongolia, mengutip saluran Telegram Rusia, Mash.&#13;
&#13;
Anmerika Serikat (AS) memantau laporan tentang dugaan kasus tersebut dan karantina terkait di Rusia, kata Axios pada Minggu, mengutip seorang pejabat dari pemerintahan Trump. Pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintah &amp;quot;mengetahui, memantau kemunculan wabah, dan menilai berbagai pilihan,&amp;quot; menurut laporan tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Hampir 200 orang telah ditempatkan di rumah sakit untuk pengawasan medis di Irkutsk, Siberia timur, Rusia, atas dugaan paparan wabah pes, menurut laporan media lokal.&#13;
&#13;
Laporan tersebut menyebutkan bahwa 189 orang sedang dipantau menyusul sakitnya seorang karyawan di sebuah institut penelitian anti-pes di Irkutsk. Alexei Tsydenov, kepala Republik Buryatia yang berada di dekatnya, mengatakan bahwa wanita tersebut meninggal akibat bentuk pes yang belum ditentukan.&#13;
&#13;
Badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, mengatakan pada Minggu, (4/10/2026) bahwa karyawan tersebut telah didiagnosis menderita &amp;quot;pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya&amp;quot; dan situasi sanitasi serta epidemiologi di wilayah Irkutsk dan kota Irkutsk serta Shelekhov tetap stabil.&#13;
&#13;
Dilansir CNBC, laporan terbaru tersebut mengikuti pemberitaan media lokal pada Jumat, (2/10/2026) bahwa seorang karyawan berusia 27 tahun di institut anti-pes jatuh sakit karena dugaan pes paru-paru (pneumonic plague) setelah kembali dari perjalanan kerja ke Buryatia, di mana timbulnya wabah telah dilaporkan di dekat perbatasan dengan Mongolia, mengutip saluran Telegram Rusia, Mash.&#13;
&#13;
Anmerika Serikat (AS) memantau laporan tentang dugaan kasus tersebut dan karantina terkait di Rusia, kata Axios pada Minggu, mengutip seorang pejabat dari pemerintahan Trump. Pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintah &amp;quot;mengetahui, memantau kemunculan wabah, dan menilai berbagai pilihan,&amp;quot; menurut laporan tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
