<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kondisi Terkini Aktivis BEM UI Hafidz Hernanda Usai Diduga Dikeroyok OTK</title><description>Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, yang diduga dikeroyok orang tak dikenal (OTK) di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 4 Oktober 2026 mengalami luka cukup parah. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di rumah sakit.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246335/kondisi-terkini-aktivis-bem-ui-hafidz-hernanda-usai-diduga-dikeroyok-otk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246335/kondisi-terkini-aktivis-bem-ui-hafidz-hernanda-usai-diduga-dikeroyok-otk"/><item><title>Kondisi Terkini Aktivis BEM UI Hafidz Hernanda Usai Diduga Dikeroyok OTK</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246335/kondisi-terkini-aktivis-bem-ui-hafidz-hernanda-usai-diduga-dikeroyok-otk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246335/kondisi-terkini-aktivis-bem-ui-hafidz-hernanda-usai-diduga-dikeroyok-otk</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2026 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/06/337/3246335/bem_ui-7W9T_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/06/337/3246335/bem_ui-7W9T_large.jpg</image><title>Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, yang diduga dikeroyok orang tak dikenal (OTK) di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 4 Oktober 2026 mengalami luka cukup parah. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di rumah sakit.&#13;
&#13;
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan memang terdapat beberapa luka memar dan cedera kepala.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ada beberapa hasil pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan forensik yang sudah dilakukan oleh dokter-dokter di RS Tebet dan juga di RS UI,&amp;quot; kata Fathimah di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, kata Fathimah, dalam pemeriksaan yang paling baru, kondisi kepala dari pria yang akrab disapa Bapis itu sudah cukup membaik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tinggal memar-memar di area wajah lainnya dan juga ternyata ada beberapa lecet-lecet di kaki dan juga di punggung,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Legal Consultant BEM UI, Adiluhung, mengungkapkan kejadian yang menimpa Bapis. Kala itu, Bapis hendak pulang, tiba-tiba motornya ditendang OTK. Pelaku tidak mengambil motor, melainkan memukuli dan merampas ponsel korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pelaku baru bergerak untuk mengambil handphone Bapis setelah pertikaian selesai,&amp;rdquo; ucap Adiluhung.&#13;
&#13;
Setelah merampas ponsel korban, pelaku melarikan diri dan lokasi keberadaan ponsel dimatikan terduga pelaku. &amp;ldquo;Ketika diperiksa, Find My Device milik Bapis dimatikan pada pukul 23.39 WIB. Sebuah hal yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan dan terlihat tidak mungkin ketika serangan baru terjadi pada pukul 23.50 WIB,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Adiluhung, fakta tersebut menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah untuk melakukan pembegalan. Pascainsiden, di lokasi ditemukan barang bukti yang diduga milik pelaku. Di antaranya sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan juga korek api.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian terdapat setidaknya dua orang lain yang berada di lokasi kejadian dan bergerak mobilisasi pergi bersama dengan pelaku. Fakta dan kejanggalan dari kasus di atas tidak bisa dipisahkan bahwa Bapis, kawan kami, merupakan seseorang penggiat sekaligus pejuang demokrasi yang selama ini berperan penting dalam pengorganisasian gerakan oposisi, organisasi di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Adiluhung.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, yang diduga dikeroyok orang tak dikenal (OTK) di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu, 4 Oktober 2026 mengalami luka cukup parah. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di rumah sakit.&#13;
&#13;
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan memang terdapat beberapa luka memar dan cedera kepala.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ada beberapa hasil pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan forensik yang sudah dilakukan oleh dokter-dokter di RS Tebet dan juga di RS UI,&amp;quot; kata Fathimah di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, kata Fathimah, dalam pemeriksaan yang paling baru, kondisi kepala dari pria yang akrab disapa Bapis itu sudah cukup membaik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tinggal memar-memar di area wajah lainnya dan juga ternyata ada beberapa lecet-lecet di kaki dan juga di punggung,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Legal Consultant BEM UI, Adiluhung, mengungkapkan kejadian yang menimpa Bapis. Kala itu, Bapis hendak pulang, tiba-tiba motornya ditendang OTK. Pelaku tidak mengambil motor, melainkan memukuli dan merampas ponsel korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pelaku baru bergerak untuk mengambil handphone Bapis setelah pertikaian selesai,&amp;rdquo; ucap Adiluhung.&#13;
&#13;
Setelah merampas ponsel korban, pelaku melarikan diri dan lokasi keberadaan ponsel dimatikan terduga pelaku. &amp;ldquo;Ketika diperiksa, Find My Device milik Bapis dimatikan pada pukul 23.39 WIB. Sebuah hal yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan dan terlihat tidak mungkin ketika serangan baru terjadi pada pukul 23.50 WIB,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Adiluhung, fakta tersebut menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah untuk melakukan pembegalan. Pascainsiden, di lokasi ditemukan barang bukti yang diduga milik pelaku. Di antaranya sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan juga korek api.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian terdapat setidaknya dua orang lain yang berada di lokasi kejadian dan bergerak mobilisasi pergi bersama dengan pelaku. Fakta dan kejanggalan dari kasus di atas tidak bisa dipisahkan bahwa Bapis, kawan kami, merupakan seseorang penggiat sekaligus pejuang demokrasi yang selama ini berperan penting dalam pengorganisasian gerakan oposisi, organisasi di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Adiluhung.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
