<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenag: Pramuka Santri Padukan Keislaman, Kebangsaan dan Kejuangan!</title><description>Dalam amanatnya, Mastuki memaparkan enam capaian penting selama penyelenggaraan PPSN VI. Pertama, peluncuran Saka Amal Bakti Kementerian Agama.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246361/kemenag-pramuka-santri-padukan-keislaman-kebangsaan-dan-kejuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246361/kemenag-pramuka-santri-padukan-keislaman-kebangsaan-dan-kejuangan"/><item><title>Kemenag: Pramuka Santri Padukan Keislaman, Kebangsaan dan Kejuangan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246361/kemenag-pramuka-santri-padukan-keislaman-kebangsaan-dan-kejuangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/06/337/3246361/kemenag-pramuka-santri-padukan-keislaman-kebangsaan-dan-kejuangan</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2026 23:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/06/337/3246361/pemerintah-1IHZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI&amp;nbsp;Ditutup</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/06/337/3246361/pemerintah-1IHZ_large.jpg</image><title>Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI&amp;nbsp;Ditutup</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;&amp;mdash; Kementerian Agama (Kemenag) menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI&amp;nbsp;di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebelumnya mengatakan, kolaborasi antara pondok pesantren (Ponpes) dan Pramuka dapat melahirkan generasi berdaya saing yang akan membawa Indonesia lebih mampu berbicara banyak di dunia internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya berharap ke depan kolaborasi pesantren dengan Pramuka melahirkan kader bangsa yang menjadi ahli waris intelektual dan spiritual bangsanya sendiri, sehingga Indonesia bersaing di kancah internasional,&amp;rdquo; kata Nasaruddin, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dirjen Pesantren Kemenag Mastuki, mengatakan PPSN VI diikuti 4.524 peserta dari 34 provinsi. Mereka didukung 135 panitia, 136 Pembina Pendamping (Bindamping), dan 105 Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kehadiran kontingen dari 34 provinsi ini menunjukkan luasnya partisipasi pesantren dan gerakan kepramukaan santri dari berbagai penjuru Nusantara,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam amanatnya, Mastuki memaparkan enam capaian penting selama penyelenggaraan PPSN VI. Pertama, peluncuran Saka Amal Bakti Kementerian Agama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedua, terlaksananya rangkaian kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter santri. Selama tujuh hari, para Pramuka Santri mengikuti aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan kebersamaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sedangkan yang ketiga, gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II pada 3 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keempat, penguatan wawasan ekologis dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Melalui kegiatan edukatif, termasuk pembahasan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, peserta memperoleh pengayaan tentang kepedulian terhadap alam, nilai kemanusiaan, dan pembentukan karakter,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sedangkan yang kelima, terbangunnya kolaborasi lintas kelembagaan antara Kementerian Agama, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Sako Ma&amp;#39;arif PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pondok Pesantren An-Nur II sebagai tuan rumah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan yang keenam, terbukanya peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta, panitia, pendamping, dan undangan turut menggerakkan sektor konsumsi, penginapan, transportasi, perdagangan, jasa laundry, serta produk UMKM,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Upacara penutupan dihadiri oleh Para pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, serta perwakilan Kanwil dan lain sebagainya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;&amp;mdash; Kementerian Agama (Kemenag) menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI&amp;nbsp;di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebelumnya mengatakan, kolaborasi antara pondok pesantren (Ponpes) dan Pramuka dapat melahirkan generasi berdaya saing yang akan membawa Indonesia lebih mampu berbicara banyak di dunia internasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya berharap ke depan kolaborasi pesantren dengan Pramuka melahirkan kader bangsa yang menjadi ahli waris intelektual dan spiritual bangsanya sendiri, sehingga Indonesia bersaing di kancah internasional,&amp;rdquo; kata Nasaruddin, beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dirjen Pesantren Kemenag Mastuki, mengatakan PPSN VI diikuti 4.524 peserta dari 34 provinsi. Mereka didukung 135 panitia, 136 Pembina Pendamping (Bindamping), dan 105 Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kehadiran kontingen dari 34 provinsi ini menunjukkan luasnya partisipasi pesantren dan gerakan kepramukaan santri dari berbagai penjuru Nusantara,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam amanatnya, Mastuki memaparkan enam capaian penting selama penyelenggaraan PPSN VI. Pertama, peluncuran Saka Amal Bakti Kementerian Agama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedua, terlaksananya rangkaian kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter santri. Selama tujuh hari, para Pramuka Santri mengikuti aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan kebersamaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sedangkan yang ketiga, gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II pada 3 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keempat, penguatan wawasan ekologis dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Melalui kegiatan edukatif, termasuk pembahasan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, peserta memperoleh pengayaan tentang kepedulian terhadap alam, nilai kemanusiaan, dan pembentukan karakter,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sedangkan yang kelima, terbangunnya kolaborasi lintas kelembagaan antara Kementerian Agama, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Sako Ma&amp;#39;arif PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pondok Pesantren An-Nur II sebagai tuan rumah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan yang keenam, terbukanya peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta, panitia, pendamping, dan undangan turut menggerakkan sektor konsumsi, penginapan, transportasi, perdagangan, jasa laundry, serta produk UMKM,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Upacara penutupan dihadiri oleh Para pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, serta perwakilan Kanwil dan lain sebagainya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
