<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wabah Ebola Makin Meluas, Kenya Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Varian Bundibugyo</title><description>Lebih dari 4.000 orang telah meninggal akibat ebola di RD Kongo, dengan lebih dari 8.000 kasus tercatat. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/07/18/3246379/wabah-ebola-makin-meluas-kenya-konfirmasi-kematian-pertama-akibat-varian-bundibugyo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/07/18/3246379/wabah-ebola-makin-meluas-kenya-konfirmasi-kematian-pertama-akibat-varian-bundibugyo"/><item><title>Wabah Ebola Makin Meluas, Kenya Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Varian Bundibugyo</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/07/18/3246379/wabah-ebola-makin-meluas-kenya-konfirmasi-kematian-pertama-akibat-varian-bundibugyo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/07/18/3246379/wabah-ebola-makin-meluas-kenya-konfirmasi-kematian-pertama-akibat-varian-bundibugyo</guid><pubDate>Rabu 07 Oktober 2026 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/06/18/3246379/ilustrasi-baJA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/06/18/3246379/ilustrasi-baJA_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>NAIROBI - Kenya telah mengonfirmasi kasus Ebola pertamanya pada seorang warga negara Kenya yang telah tinggal di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) selama tujuh tahun terakhir. Pasien tersebut, yang jatuh sakit sebulan lalu dan sempat dirawat di beberapa rumah sakit di RD Kongo, meninggal dunia beberapa hari lalu di ibu kota Nairobi.&#13;
&#13;
Menteri Kesehatan Aden Duale mengatakan bahwa pasien itu menaiki pesawat pada Sabtu (3/10/2026) dan menjalani pemeriksaan umum seperti biasa di bandara utama Nairobi sebelum dibawa oleh kerabatnya ke sebuah rumah sakit di kota tersebut.&#13;
&#13;
Lebih dari 4.000 orang telah meninggal akibat Ebola di RD Kongo tahun ini, dalam peristiwa yang tercatat sebagai wabah penyakit tersebut yang paling mematikan kedua.&#13;
&#13;
Tak lama setelah RD Kongo mengumumkan wabah Ebola pada bulan Mei, penyakit ini juga dilaporkan terjadi di Uganda, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara tersebut bebas dari penyakit itu pada bulan Agustus.&#13;
&#13;
Sejak saat itu, semua kasus penyakit yang sangat menular ini tercatat terjadi di RD Kongo.&#13;
&#13;
Virus ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah atau muntahan.&#13;
&#13;
Wabah yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo ini disebabkan oleh virus Ebola jenis Bundibugyo, yang tergolong jarang terjadi dan belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang disetujui.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat ini terdapat empat vaksin yang sedang dikembangkan, dan uji coba pada manusia untuk salah satunya telah dimulai pada bulan Juli.&#13;
&#13;
Duale mengonfirmasi bahwa warga negara Kenya tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus jenis Bundibugyo.&#13;
&#13;
Menurutnya, pasien tersebut awalnya melakukan perjalanan darat dari Republik Demokratik Kongo menuju ibu kota Uganda, Kampala, lalu melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Nairobi.&#13;
&#13;
Duale mengatakan bahwa setelah dibawa ke Nairobi Hospital, pasien dipindahkan ke fasilitas isolasi yang dibangun selama pandemi COVID-19. Di sanalah pasien &amp;quot;mengalami demam, menggigil, kelelahan dan kelemahan hebat, nyeri saat menelan, nyeri otot, serta pendarahan di bawah kulit.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dokter mencurigai adanya demam berdarah akibat virus berdasarkan gejala dan riwayat perjalanannya, lalu mengambil sampel untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan sampel tersebut positif virus Ebola Bundibugyo,&amp;quot; ujar Duale, sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Pasien meninggal dunia pada Senin (5/10/2026) pukul 23.30 waktu setempat, dan pemakamannya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (6/10/2026) sesuai dengan protokol keselamatan kesehatan masyarakat.&#13;
&#13;
Setidaknya 28 orang yang melakukan kontak&amp;mdash;termasuk anggota keluarga dan petugas kesehatan&amp;mdash;telah diidentifikasi, sementara otoritas kesehatan sedang melacak 23 penumpang dan empat awak pesawat lainnya yang berada dalam penerbangan yang sama.&#13;
&#13;
Seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pasien tersebut mungkin lolos pemeriksaan di bandara karena obat yang dikonsumsinya menyamarkan gejala penyakitnya.&#13;
&#13;
Kenya telah menerapkan pemeriksaan yang lebih ketat di bandara dan pos perbatasan setelah wabah tersebut dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.&#13;
&#13;
Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat Kenya untuk &amp;quot;tidak panik, karena semua sistem telah disiapkan untuk memitigasi penyebaran penyakit ini.&amp;quot; Ia meminta para petugas kesehatan untuk &amp;quot;lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian infeksi secara maksimal, apa pun kondisi medis yang sedang ditangani.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
WHO telah mencatat 4.082 kematian dari 8.463 kasus dalam wabah saat ini, menjadikannya wabah terbesar yang pernah tercatat di Republik Demokratik Kongo, tempat Ebola pertama kali ditemukan.&#13;
&#13;
Organisasi kemanusiaan medis M&amp;eacute;decins Sans Fronti&amp;egrave;res (MSF) meyakini bahwa jumlah korban saat ini bisa jadi lebih tinggi akibat adanya celah dalam pengawasan dan pengujian di negara yang dilanda konflik tersebut.&#13;
&#13;
Pada Senin, MSF menyatakan bahwa virus tersebut menyebar &amp;quot;bagaikan kebakaran hutan raksasa&amp;quot;, dengan munculnya titik-titik penyebaran baru di Provinsi Kivu Utara, wilayah yang berbatasan dengan Ituri&amp;mdash;tempat awal mula virus ini muncul.&#13;
&#13;
Menurut MSF, sejak awal September, penyebaran ini telah &amp;quot;meningkat secara drastis&amp;quot;, dengan provinsi tersebut kini menyumbang hampir 40% dari seluruh kasus baru yang terkonfirmasi secara nasional.&#13;
&#13;
Wilayah timur Republik Demokratik Kongo telah dilanda konflik selama beberapa dekade, dengan berbagai kelompok pemberontak yang beroperasi di sana di tengah ketegangan etnis serta perebutan kekuasaan politik dan kendali atas sumber daya alam yang bernilai tinggi.&#13;
&#13;
Krisis ini telah menyebabkan kematian dan pengungsian jutaan orang, serta menghambat kemampuan negara tersebut untuk membangun dan memelihara sistem layanan kesehatan dan infrastruktur yang berfungsi dengan baik.&#13;
</description><content:encoded>NAIROBI - Kenya telah mengonfirmasi kasus Ebola pertamanya pada seorang warga negara Kenya yang telah tinggal di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) selama tujuh tahun terakhir. Pasien tersebut, yang jatuh sakit sebulan lalu dan sempat dirawat di beberapa rumah sakit di RD Kongo, meninggal dunia beberapa hari lalu di ibu kota Nairobi.&#13;
&#13;
Menteri Kesehatan Aden Duale mengatakan bahwa pasien itu menaiki pesawat pada Sabtu (3/10/2026) dan menjalani pemeriksaan umum seperti biasa di bandara utama Nairobi sebelum dibawa oleh kerabatnya ke sebuah rumah sakit di kota tersebut.&#13;
&#13;
Lebih dari 4.000 orang telah meninggal akibat Ebola di RD Kongo tahun ini, dalam peristiwa yang tercatat sebagai wabah penyakit tersebut yang paling mematikan kedua.&#13;
&#13;
Tak lama setelah RD Kongo mengumumkan wabah Ebola pada bulan Mei, penyakit ini juga dilaporkan terjadi di Uganda, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara tersebut bebas dari penyakit itu pada bulan Agustus.&#13;
&#13;
Sejak saat itu, semua kasus penyakit yang sangat menular ini tercatat terjadi di RD Kongo.&#13;
&#13;
Virus ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah atau muntahan.&#13;
&#13;
Wabah yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo ini disebabkan oleh virus Ebola jenis Bundibugyo, yang tergolong jarang terjadi dan belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang disetujui.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, saat ini terdapat empat vaksin yang sedang dikembangkan, dan uji coba pada manusia untuk salah satunya telah dimulai pada bulan Juli.&#13;
&#13;
Duale mengonfirmasi bahwa warga negara Kenya tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus jenis Bundibugyo.&#13;
&#13;
Menurutnya, pasien tersebut awalnya melakukan perjalanan darat dari Republik Demokratik Kongo menuju ibu kota Uganda, Kampala, lalu melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Nairobi.&#13;
&#13;
Duale mengatakan bahwa setelah dibawa ke Nairobi Hospital, pasien dipindahkan ke fasilitas isolasi yang dibangun selama pandemi COVID-19. Di sanalah pasien &amp;quot;mengalami demam, menggigil, kelelahan dan kelemahan hebat, nyeri saat menelan, nyeri otot, serta pendarahan di bawah kulit.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dokter mencurigai adanya demam berdarah akibat virus berdasarkan gejala dan riwayat perjalanannya, lalu mengambil sampel untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan sampel tersebut positif virus Ebola Bundibugyo,&amp;quot; ujar Duale, sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Pasien meninggal dunia pada Senin (5/10/2026) pukul 23.30 waktu setempat, dan pemakamannya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (6/10/2026) sesuai dengan protokol keselamatan kesehatan masyarakat.&#13;
&#13;
Setidaknya 28 orang yang melakukan kontak&amp;mdash;termasuk anggota keluarga dan petugas kesehatan&amp;mdash;telah diidentifikasi, sementara otoritas kesehatan sedang melacak 23 penumpang dan empat awak pesawat lainnya yang berada dalam penerbangan yang sama.&#13;
&#13;
Seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pasien tersebut mungkin lolos pemeriksaan di bandara karena obat yang dikonsumsinya menyamarkan gejala penyakitnya.&#13;
&#13;
Kenya telah menerapkan pemeriksaan yang lebih ketat di bandara dan pos perbatasan setelah wabah tersebut dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.&#13;
&#13;
Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat Kenya untuk &amp;quot;tidak panik, karena semua sistem telah disiapkan untuk memitigasi penyebaran penyakit ini.&amp;quot; Ia meminta para petugas kesehatan untuk &amp;quot;lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian infeksi secara maksimal, apa pun kondisi medis yang sedang ditangani.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
WHO telah mencatat 4.082 kematian dari 8.463 kasus dalam wabah saat ini, menjadikannya wabah terbesar yang pernah tercatat di Republik Demokratik Kongo, tempat Ebola pertama kali ditemukan.&#13;
&#13;
Organisasi kemanusiaan medis M&amp;eacute;decins Sans Fronti&amp;egrave;res (MSF) meyakini bahwa jumlah korban saat ini bisa jadi lebih tinggi akibat adanya celah dalam pengawasan dan pengujian di negara yang dilanda konflik tersebut.&#13;
&#13;
Pada Senin, MSF menyatakan bahwa virus tersebut menyebar &amp;quot;bagaikan kebakaran hutan raksasa&amp;quot;, dengan munculnya titik-titik penyebaran baru di Provinsi Kivu Utara, wilayah yang berbatasan dengan Ituri&amp;mdash;tempat awal mula virus ini muncul.&#13;
&#13;
Menurut MSF, sejak awal September, penyebaran ini telah &amp;quot;meningkat secara drastis&amp;quot;, dengan provinsi tersebut kini menyumbang hampir 40% dari seluruh kasus baru yang terkonfirmasi secara nasional.&#13;
&#13;
Wilayah timur Republik Demokratik Kongo telah dilanda konflik selama beberapa dekade, dengan berbagai kelompok pemberontak yang beroperasi di sana di tengah ketegangan etnis serta perebutan kekuasaan politik dan kendali atas sumber daya alam yang bernilai tinggi.&#13;
&#13;
Krisis ini telah menyebabkan kematian dan pengungsian jutaan orang, serta menghambat kemampuan negara tersebut untuk membangun dan memelihara sistem layanan kesehatan dan infrastruktur yang berfungsi dengan baik.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
