<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Tarik Duta Besar dari Ukraina, Ketegangan Diplomatik Memanas</title><description>Korea Selatan menarik duta besarnya dari Ukraina di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara. Perselisihan tersebut dipicu pengumuman publik Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengenai rencana pemindahan dua tawanan perang Korea Utara ke Seoul.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246866/korsel-tarik-duta-besar-dari-ukraina-ketegangan-diplomatik-memanas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246866/korsel-tarik-duta-besar-dari-ukraina-ketegangan-diplomatik-memanas"/><item><title>Korsel Tarik Duta Besar dari Ukraina, Ketegangan Diplomatik Memanas</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246866/korsel-tarik-duta-besar-dari-ukraina-ketegangan-diplomatik-memanas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246866/korsel-tarik-duta-besar-dari-ukraina-ketegangan-diplomatik-memanas</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/09/18/3246866/dubes-Vm0b_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duta Besar Korea Selatan untuk Ukraina, Park Ki-chang (foto: dok trtworld)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/09/18/3246866/dubes-Vm0b_large.jpg</image><title>Duta Besar Korea Selatan untuk Ukraina, Park Ki-chang (foto: dok trtworld)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Korea Selatan menarik duta besarnya dari Ukraina di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara. Perselisihan tersebut dipicu pengumuman publik Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengenai rencana pemindahan dua tawanan perang Korea Utara ke Seoul.&#13;
&#13;
Langkah penarikan itu diambil setelah Zelensky mengumumkan pemindahan kedua tawanan tersebut ke Korea Selatan, dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September. Seoul bersikeras bahwa pengaturan tersebut seharusnya tetap dirahasiakan. Namun, pihak berwenang Ukraina membantah bahwa terdapat prasyarat kerahasiaan semacam itu.&#13;
&#13;
Kedua prajurit Korea Utara tersebut dilaporkan ditangkap pada Januari 2025 di wilayah Kursk, Rusia. Saat itu, pasukan Korea Utara membantu pasukan Rusia memukul mundur serangan Ukraina.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dilansir dari trtworld, Jumat (9/10/2026), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, menyampaikan bahwa Duta Besar Korea Selatan untuk Ukraina, Park Ki-chang, akan meninggalkan Kiev dan kembali ke negaranya.&#13;
&#13;
Pemerintah Seoul menyatakan harapannya agar berbagai persoalan antara kedua negara dapat diselesaikan secara damai. Korea Selatan juga menegaskan akan melanjutkan konsultasi dengan Ukraina untuk mencapai tujuan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrey Sibiga berupaya meredakan perselisihan dengan Seoul. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai &amp;quot;kesalahpahaman diplomatik&amp;quot; dan mengatakan tengah berupaya menyelesaikannya.&#13;
&#13;
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, pekan lalu, memperingatkan bahwa pemerintahnya akan mengambil langkah tambahan jika Ukraina terus menolak mengakui fakta dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.&#13;
&#13;
Dalam unggahan di platform X, Lee menyebut dugaan pelanggaran Kiev terhadap kesepakatan kerahasiaan sebagai persoalan yang menyangkut martabat rakyat dan bangsa Korea Selatan, sehingga tidak dapat diabaikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lee juga menuduh pemerintahan Zelensky berupaya &amp;quot;membawa perang ke Semenanjung Korea&amp;quot; melalui tindakannya.&#13;
&#13;
Pemindahan warga negara Korea Utara ke Korea Selatan berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan. Kedua Korea secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena Perang Korea pada 1950&amp;ndash;1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Hingga kini, Pyongyang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai persoalan tersebut.&#13;
&#13;
Sejak 2022, Korea Selatan telah memberikan bantuan kemanusiaan dan keuangan kepada Ukraina. Seoul juga menjanjikan tambahan bantuan sebesar 100 juta dolar AS pada Juli, tetapi belum memasok senjata kepada Kiev.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Korea Selatan menarik duta besarnya dari Ukraina di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara. Perselisihan tersebut dipicu pengumuman publik Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengenai rencana pemindahan dua tawanan perang Korea Utara ke Seoul.&#13;
&#13;
Langkah penarikan itu diambil setelah Zelensky mengumumkan pemindahan kedua tawanan tersebut ke Korea Selatan, dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September. Seoul bersikeras bahwa pengaturan tersebut seharusnya tetap dirahasiakan. Namun, pihak berwenang Ukraina membantah bahwa terdapat prasyarat kerahasiaan semacam itu.&#13;
&#13;
Kedua prajurit Korea Utara tersebut dilaporkan ditangkap pada Januari 2025 di wilayah Kursk, Rusia. Saat itu, pasukan Korea Utara membantu pasukan Rusia memukul mundur serangan Ukraina.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dilansir dari trtworld, Jumat (9/10/2026), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, menyampaikan bahwa Duta Besar Korea Selatan untuk Ukraina, Park Ki-chang, akan meninggalkan Kiev dan kembali ke negaranya.&#13;
&#13;
Pemerintah Seoul menyatakan harapannya agar berbagai persoalan antara kedua negara dapat diselesaikan secara damai. Korea Selatan juga menegaskan akan melanjutkan konsultasi dengan Ukraina untuk mencapai tujuan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrey Sibiga berupaya meredakan perselisihan dengan Seoul. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai &amp;quot;kesalahpahaman diplomatik&amp;quot; dan mengatakan tengah berupaya menyelesaikannya.&#13;
&#13;
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, pekan lalu, memperingatkan bahwa pemerintahnya akan mengambil langkah tambahan jika Ukraina terus menolak mengakui fakta dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.&#13;
&#13;
Dalam unggahan di platform X, Lee menyebut dugaan pelanggaran Kiev terhadap kesepakatan kerahasiaan sebagai persoalan yang menyangkut martabat rakyat dan bangsa Korea Selatan, sehingga tidak dapat diabaikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lee juga menuduh pemerintahan Zelensky berupaya &amp;quot;membawa perang ke Semenanjung Korea&amp;quot; melalui tindakannya.&#13;
&#13;
Pemindahan warga negara Korea Utara ke Korea Selatan berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan. Kedua Korea secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena Perang Korea pada 1950&amp;ndash;1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Hingga kini, Pyongyang belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai persoalan tersebut.&#13;
&#13;
Sejak 2022, Korea Selatan telah memberikan bantuan kemanusiaan dan keuangan kepada Ukraina. Seoul juga menjanjikan tambahan bantuan sebesar 100 juta dolar AS pada Juli, tetapi belum memasok senjata kepada Kiev.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
