<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Terdampak Serangan Houthi di Arab Saudi</title><description>Konflik antara Arab Saudi dengan kelompok Houthi di Yaman semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246995/kemlu-ri-pastikan-tidak-ada-wni-terdampak-serangan-houthi-di-arab-saudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246995/kemlu-ri-pastikan-tidak-ada-wni-terdampak-serangan-houthi-di-arab-saudi"/><item><title>Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI Terdampak Serangan Houthi di Arab Saudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246995/kemlu-ri-pastikan-tidak-ada-wni-terdampak-serangan-houthi-di-arab-saudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/09/18/3246995/kemlu-ri-pastikan-tidak-ada-wni-terdampak-serangan-houthi-di-arab-saudi</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/09/18/3246995/ilustrasi-VpT9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/09/18/3246995/ilustrasi-VpT9_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah wilayah di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Yaman ke Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan setidaknya 3 orang.&#13;
&#13;
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pihaknya terus mencermati perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi menyusul meningkatnya intensitas serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis di negara tersebut.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangkaian serangan terjadi pada 6&amp;ndash;7 Oktober 2026 dengan sasaran sejumlah fasilitas vital, termasuk Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan tiga warga negara asing meninggal dunia dan 36 orang mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
Situasi keamanan kembali berkembang pada 8&amp;ndash;9 Oktober 2026 setelah dilaporkan terjadi serangan lanjutan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas penerbangan dan gangguan terhadap sejumlah jadwal penerbangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga laporan terakhir yang diterima Kementerian Luar Negeri dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut,&amp;quot; ungkap Heni Hamidah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
Heni memastikan bahwa dua Perwakilan RI terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi intensif dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing guna memastikan keselamatan seluruh warga negara.&#13;
&#13;
Terkait operasional penerbangan, berdasarkan pemantauan KJRI Jeddah pada 6&amp;ndash;8 Oktober 2026, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah masih relatif terkendali, dengan di atas 93 persen penerbangan tetap beroperasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian, perkembangan keamanan yang dinamis berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;WNI juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi maupun Perwakilan RI,&amp;quot; kata Heni.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi serta mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah wilayah di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Yaman ke Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan setidaknya 3 orang.&#13;
&#13;
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pihaknya terus mencermati perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi menyusul meningkatnya intensitas serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis di negara tersebut.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangkaian serangan terjadi pada 6&amp;ndash;7 Oktober 2026 dengan sasaran sejumlah fasilitas vital, termasuk Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan tiga warga negara asing meninggal dunia dan 36 orang mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
Situasi keamanan kembali berkembang pada 8&amp;ndash;9 Oktober 2026 setelah dilaporkan terjadi serangan lanjutan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas penerbangan dan gangguan terhadap sejumlah jadwal penerbangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga laporan terakhir yang diterima Kementerian Luar Negeri dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut,&amp;quot; ungkap Heni Hamidah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
Heni memastikan bahwa dua Perwakilan RI terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi intensif dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing guna memastikan keselamatan seluruh warga negara.&#13;
&#13;
Terkait operasional penerbangan, berdasarkan pemantauan KJRI Jeddah pada 6&amp;ndash;8 Oktober 2026, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah masih relatif terkendali, dengan di atas 93 persen penerbangan tetap beroperasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun demikian, perkembangan keamanan yang dinamis berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;WNI juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi maupun Perwakilan RI,&amp;quot; kata Heni.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi serta mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
