<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Erupsi Gunung Anak Krakatau Akan Sebabkan Tsunami Dahsyat 60 Meter, Ini Kata Badan Geologi</title><description>Selain itu, unggahan yang disebarkan oleh akun ?? XinShi” merupakan hasil penyuntingan dari konten asli milik Badan Geologi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3246903/viral-erupsi-gunung-anak-krakatau-akan-sebabkan-tsunami-dahsyat-60-meter-ini-kata-badan-geologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3246903/viral-erupsi-gunung-anak-krakatau-akan-sebabkan-tsunami-dahsyat-60-meter-ini-kata-badan-geologi"/><item><title>Viral Erupsi Gunung Anak Krakatau Akan Sebabkan Tsunami Dahsyat 60 Meter, Ini Kata Badan Geologi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3246903/viral-erupsi-gunung-anak-krakatau-akan-sebabkan-tsunami-dahsyat-60-meter-ini-kata-badan-geologi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3246903/viral-erupsi-gunung-anak-krakatau-akan-sebabkan-tsunami-dahsyat-60-meter-ini-kata-badan-geologi</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/09/337/3246903/viral-jLr2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erupsi Gunung Anak Krakatau/PVMBG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/09/337/3246903/viral-jLr2_large.jpg</image><title>Erupsi Gunung Anak Krakatau/PVMBG</title></images><description>JAKARTA - Media sosial dihebohkan oleh narasi dari akun TikTok &amp;ldquo;XinShi&amp;rdquo; yang menyebut, bahwa &amp;ldquo;Gunung Anak Krakatau akan terkena tsunami 60 meter antara pagi siang sore dengan erupsi dahsyat hingga hancur dan hilang. Bersiaplah.&amp;rdquo; Badan Geologi pun memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menyikapi informasi yang beredar di media sosial TikTok mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mengonfirmasi bahwa narasi tersebut adalah tidak benar (hoax),&amp;rdquo; tulis Badan Geologi lewat akun media sosial Instagram resminya, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Selain itu, unggahan yang disebarkan oleh akun &amp;ldquo;XinShi&amp;rdquo; merupakan hasil penyuntingan dari konten asli milik Badan Geologi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Badan Geologi mengatakan bahwa Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi jarak aman minimum 2 km dari kawah aktif.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Badan Geologi membenarkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada 05 Oktober 2026 pukul 20.28 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi &amp;plusmn; 1 menit 1 detik (tinggi kolom erupsi tidak teramati).&#13;
&#13;
Namun, bukan dalam kondisi seperti yang dinarasikan di media sosial dalam isu tsunami dahsyat 60 meter tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dihimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta tidak memercayai isu atau ramalan kebencanaan yang tidak berbasis data ilmiah,&amp;rdquo; demikian keterangan Badan Geologi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Media sosial dihebohkan oleh narasi dari akun TikTok &amp;ldquo;XinShi&amp;rdquo; yang menyebut, bahwa &amp;ldquo;Gunung Anak Krakatau akan terkena tsunami 60 meter antara pagi siang sore dengan erupsi dahsyat hingga hancur dan hilang. Bersiaplah.&amp;rdquo; Badan Geologi pun memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menyikapi informasi yang beredar di media sosial TikTok mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mengonfirmasi bahwa narasi tersebut adalah tidak benar (hoax),&amp;rdquo; tulis Badan Geologi lewat akun media sosial Instagram resminya, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Selain itu, unggahan yang disebarkan oleh akun &amp;ldquo;XinShi&amp;rdquo; merupakan hasil penyuntingan dari konten asli milik Badan Geologi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Badan Geologi mengatakan bahwa Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi jarak aman minimum 2 km dari kawah aktif.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Badan Geologi membenarkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada 05 Oktober 2026 pukul 20.28 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi &amp;plusmn; 1 menit 1 detik (tinggi kolom erupsi tidak teramati).&#13;
&#13;
Namun, bukan dalam kondisi seperti yang dinarasikan di media sosial dalam isu tsunami dahsyat 60 meter tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dihimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta tidak memercayai isu atau ramalan kebencanaan yang tidak berbasis data ilmiah,&amp;rdquo; demikian keterangan Badan Geologi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
