<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Sikat Koruptor Selamatkan Triliunan Rupiah Uang Negara</title><description>Iwan mencontohkan sejumlah kasus yang ditangani Jampidsus baru-baru ini. Salah satunya, kasus dugaan manipulasi pajak PT TPL dengan perkiraan kerugian negara hingga Rp2 triliun.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3247019/kerja-senyap-jampidsus-kuntadi-sikat-koruptor-selamatkan-triliunan-rupiah-uang-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3247019/kerja-senyap-jampidsus-kuntadi-sikat-koruptor-selamatkan-triliunan-rupiah-uang-negara"/><item><title>Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Sikat Koruptor Selamatkan Triliunan Rupiah Uang Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3247019/kerja-senyap-jampidsus-kuntadi-sikat-koruptor-selamatkan-triliunan-rupiah-uang-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/09/337/3247019/kerja-senyap-jampidsus-kuntadi-sikat-koruptor-selamatkan-triliunan-rupiah-uang-negara</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 22:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/09/337/3247019/kejagung-UgMi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jampidsus Kuntadi/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/09/337/3247019/kejagung-UgMi_large.jpg</image><title>Jampidsus Kuntadi/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- &amp;nbsp;Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai solid dalam menangani berbagai perkara korupsi kakap. Diantaranya perkara yang berkaitan dengan kerugian negara maupun tindak pidana pencucian uang (TPPU).&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan mengatakan, meski belum genap tiga bulan menjabat Jampidsus, Kuntadi &amp;nbsp;terbukti berani menyeret pelaku kejahatan besar serta berhasil menyelamatkan triliunan rupiah kerugian negara. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya kira kinerja Jampidsus Kuntadi sangat progresif, berani menyasar sektor sumber daya alam, mengusut perkara yang melibatkan korporasi besar yang selama ini tidak tersentuh, termasuk perkara TPPU,&amp;rdquo; katanya, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Iwan mencontohkan sejumlah kasus yang ditangani Jampidsus baru-baru ini. Salah satunya, kasus dugaan manipulasi pajak PT TPL dengan perkiraan kerugian negara hingga Rp2 triliun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak lagi kasus lain yang menyeret korporasi serta pejabat kementerian atau pejabat daerah dengan nilai kerugian fantastis. Termasuk korupsi kawasan hutan di mana ribuan hektar berhasil dikuasai kembali oleh negara,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Iwan, gaya Kuntadi cenderung senyap dalam mengusut dan menangani perkara yang merugikan keuangan negara. &amp;nbsp;Pendekatan kerja yang dijalankan justru mengedepankan prinsip ketelitian, proses yang sistematis dengan hasil yang terukur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak hanya bermodal keberanian, dia punya pendekatan komprehensif tentang bagaimana menangani tindak pidana korupsi serta memaksimalkan penyelamatan keuangan negara,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia menyebut, gaya dan pendekatan Kuntadi sangat penting dalam mengembalikan kepercayaan publik kepada Kejagung.&#13;
&#13;
Saat ini, kata Iwan, publik tidak butuh suguhan teatrikal penegakan hukum yang diperankan oleh aktor tertentu Kejagung.&#13;
&#13;
Sebaliknya, yang dituntut publik adalah transparansi, akuntabilitas, keadilan serta konsistensi Korps Adhyaksa dalam menegakkan hukum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan itu harus ditunjukkan dengan kerja nyata bukan kata-kata, bukti bukan sensasi,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
Iwan menampik isu beredar yang melekatkan Kuntadi dengan &amp;lsquo;Geng Solo&amp;rsquo;. Menurutnya, isu itu terlalu mengada-ada serta kontradiktif dengan realitas karier Kuntadi.&#13;
&#13;
Dia menyampaikan, sampai sejauh ini dirinya belum pernah mendengar rekam jejak kontroversial yang menodai integritas Kuntadi.&#13;
&#13;
Sebaliknya, dia mengenal mantan Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung itu sebagai sosok sederhana, kalem, dan jauh dari hiruk pikuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekelas dia rumahnya di gang sempit, catatan LHKPN kekayaannya cuma Rp3,6 miliar, dan itu fakta,&amp;rdquo; katanya,&#13;
&#13;
Padahal, lanjut Iwan, Kuntadi malang melintang di lingkungan Kejaksaan serta beberapa kali memegang jabatan penting mulai Kajari, Direktur Penyidikan Jampidsus, Kajati, sampai Kepala BPA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya yakin isu receh itu tidak pengaruh, karena dia memang sosok tangguh, punya kapasitas dan integritas,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- &amp;nbsp;Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai solid dalam menangani berbagai perkara korupsi kakap. Diantaranya perkara yang berkaitan dengan kerugian negara maupun tindak pidana pencucian uang (TPPU).&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan mengatakan, meski belum genap tiga bulan menjabat Jampidsus, Kuntadi &amp;nbsp;terbukti berani menyeret pelaku kejahatan besar serta berhasil menyelamatkan triliunan rupiah kerugian negara. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya kira kinerja Jampidsus Kuntadi sangat progresif, berani menyasar sektor sumber daya alam, mengusut perkara yang melibatkan korporasi besar yang selama ini tidak tersentuh, termasuk perkara TPPU,&amp;rdquo; katanya, Jumat (9/10/2026).&#13;
&#13;
Iwan mencontohkan sejumlah kasus yang ditangani Jampidsus baru-baru ini. Salah satunya, kasus dugaan manipulasi pajak PT TPL dengan perkiraan kerugian negara hingga Rp2 triliun.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak lagi kasus lain yang menyeret korporasi serta pejabat kementerian atau pejabat daerah dengan nilai kerugian fantastis. Termasuk korupsi kawasan hutan di mana ribuan hektar berhasil dikuasai kembali oleh negara,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Iwan, gaya Kuntadi cenderung senyap dalam mengusut dan menangani perkara yang merugikan keuangan negara. &amp;nbsp;Pendekatan kerja yang dijalankan justru mengedepankan prinsip ketelitian, proses yang sistematis dengan hasil yang terukur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak hanya bermodal keberanian, dia punya pendekatan komprehensif tentang bagaimana menangani tindak pidana korupsi serta memaksimalkan penyelamatan keuangan negara,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia menyebut, gaya dan pendekatan Kuntadi sangat penting dalam mengembalikan kepercayaan publik kepada Kejagung.&#13;
&#13;
Saat ini, kata Iwan, publik tidak butuh suguhan teatrikal penegakan hukum yang diperankan oleh aktor tertentu Kejagung.&#13;
&#13;
Sebaliknya, yang dituntut publik adalah transparansi, akuntabilitas, keadilan serta konsistensi Korps Adhyaksa dalam menegakkan hukum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan itu harus ditunjukkan dengan kerja nyata bukan kata-kata, bukti bukan sensasi,&amp;rdquo; terangnya.&#13;
&#13;
Iwan menampik isu beredar yang melekatkan Kuntadi dengan &amp;lsquo;Geng Solo&amp;rsquo;. Menurutnya, isu itu terlalu mengada-ada serta kontradiktif dengan realitas karier Kuntadi.&#13;
&#13;
Dia menyampaikan, sampai sejauh ini dirinya belum pernah mendengar rekam jejak kontroversial yang menodai integritas Kuntadi.&#13;
&#13;
Sebaliknya, dia mengenal mantan Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung itu sebagai sosok sederhana, kalem, dan jauh dari hiruk pikuk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekelas dia rumahnya di gang sempit, catatan LHKPN kekayaannya cuma Rp3,6 miliar, dan itu fakta,&amp;rdquo; katanya,&#13;
&#13;
Padahal, lanjut Iwan, Kuntadi malang melintang di lingkungan Kejaksaan serta beberapa kali memegang jabatan penting mulai Kajari, Direktur Penyidikan Jampidsus, Kajati, sampai Kepala BPA.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya yakin isu receh itu tidak pengaruh, karena dia memang sosok tangguh, punya kapasitas dan integritas,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
