<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Jarak Pandang Turun 400 Meter</title><description>Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 8 Oktober 2026. Kondisi tersebut terjadi sejak pagi hingga sore hari.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246786/palembang-diselimuti-asap-karhutla-jarak-pandang-turun-400-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246786/palembang-diselimuti-asap-karhutla-jarak-pandang-turun-400-meter"/><item><title>Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Jarak Pandang Turun 400 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246786/palembang-diselimuti-asap-karhutla-jarak-pandang-turun-400-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246786/palembang-diselimuti-asap-karhutla-jarak-pandang-turun-400-meter</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 04:10 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/08/340/3246786/palembang_diselimuti_kabut_asap_karhutla-atil_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg"> Palembang Diselimuti Kabut Asap Karhutla (Foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/08/340/3246786/palembang_diselimuti_kabut_asap_karhutla-atil_large.jpeg</image><title> Palembang Diselimuti Kabut Asap Karhutla (Foto: dok BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 8 Oktober 2026. Kondisi tersebut terjadi sejak pagi hingga sore hari.&#13;
&#13;
Asap yang cukup pekat membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga terlihat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.&#13;
&#13;
Selain mengganggu aktivitas warga, kabut asap juga berdampak terhadap penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Jarak pandang di Palembang pada Kamis sempat turun hingga 400 meter.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan demi alasan keamanan dan keselamatan. Sehari sebelumnya, tiga penerbangan sipil juga mengalami gangguan jadwal keberangkatan maupun kedatangan.&#13;
&#13;
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Oktober 2026, sebanyak 354 titik panas atau hot spot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Sumatera Selatan. Sementara itu, terdapat 92 titik api yang masih membakar lahan seluas 390,61 hektare.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penanganan karhutla terus dilakukan Satgas Darat dan Udara di sejumlah wilayah. Hingga 7 Oktober 2026, total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 319,41 hektare.&#13;
&#13;
Rinciannya, Satgas Darat memadamkan lahan seluas 298,41 hektare, sedangkan Satgas Udara memadamkan 21 hektare. Sementara sekitar 71,20 hektare lahan yang masih terbakar terus diupayakan untuk dipadamkan.&#13;
&#13;
Dalam pemantauan selama 24 jam, satelit NOAA20 mendeteksi 49 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 45 titik berada di Ogan Komering Ilir dan empat titik di Muara Enim.&#13;
&#13;
Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada dalam kategori sangat mudah terbakar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S. P. Panjaitan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi kabut asap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas luar rumah. Di samping itu, warga juga diharapkan untuk selalu berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang yang kurang,&amp;rdquo; kata Berton dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca belum dilakukan karena tidak terdapat kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 8 Oktober 2026. Kondisi tersebut terjadi sejak pagi hingga sore hari.&#13;
&#13;
Asap yang cukup pekat membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga terlihat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.&#13;
&#13;
Selain mengganggu aktivitas warga, kabut asap juga berdampak terhadap penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Jarak pandang di Palembang pada Kamis sempat turun hingga 400 meter.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan demi alasan keamanan dan keselamatan. Sehari sebelumnya, tiga penerbangan sipil juga mengalami gangguan jadwal keberangkatan maupun kedatangan.&#13;
&#13;
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Oktober 2026, sebanyak 354 titik panas atau hot spot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Sumatera Selatan. Sementara itu, terdapat 92 titik api yang masih membakar lahan seluas 390,61 hektare.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penanganan karhutla terus dilakukan Satgas Darat dan Udara di sejumlah wilayah. Hingga 7 Oktober 2026, total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 319,41 hektare.&#13;
&#13;
Rinciannya, Satgas Darat memadamkan lahan seluas 298,41 hektare, sedangkan Satgas Udara memadamkan 21 hektare. Sementara sekitar 71,20 hektare lahan yang masih terbakar terus diupayakan untuk dipadamkan.&#13;
&#13;
Dalam pemantauan selama 24 jam, satelit NOAA20 mendeteksi 49 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 45 titik berada di Ogan Komering Ilir dan empat titik di Muara Enim.&#13;
&#13;
Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada dalam kategori sangat mudah terbakar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S. P. Panjaitan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi kabut asap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas luar rumah. Di samping itu, warga juga diharapkan untuk selalu berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang yang kurang,&amp;rdquo; kata Berton dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, operasi modifikasi cuaca belum dilakukan karena tidak terdapat kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
