<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Pasukan TNI Terlibat Pertempuran Sengit di Hutan Papua, 3 Komandan KKB Tewas</title><description>Pasukan TNI membalas dan menembak mati Manfret Fatem, sementara Anton Fatem dan Yesias Fatem yang mencoba melarikan diri ke Sungai Frambu juga tewas dalam pertempuran sengit.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246917/breaking-news-pasukan-tni-terlibat-pertempuran-sengit-di-hutan-papua-3-komandan-kkb-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246917/breaking-news-pasukan-tni-terlibat-pertempuran-sengit-di-hutan-papua-3-komandan-kkb-tewas"/><item><title>Breaking News! Pasukan TNI Terlibat Pertempuran Sengit di Hutan Papua, 3 Komandan KKB Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246917/breaking-news-pasukan-tni-terlibat-pertempuran-sengit-di-hutan-papua-3-komandan-kkb-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/09/340/3246917/breaking-news-pasukan-tni-terlibat-pertempuran-sengit-di-hutan-papua-3-komandan-kkb-tewas</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2026 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/09/340/3246917/kkb-uQHY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pasukan TNI bertempur/dok TNI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/09/340/3246917/kkb-uQHY_large.jpg</image><title>Ilustrasi Pasukan TNI bertempur/dok TNI</title></images><description>PAPUA &amp;ndash; Pasukan TNI yang terdiri dari Denkul IV Satgas Rajawali V Koops Habema dan Satgas Yonif Marinir IX dibawah kendali Kogabwilhan III terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Jumat (9/10/2026). Dalam peristiwa itu, 3 pentolan KKB tewas.&#13;
&#13;
Pelaku yang yang tewas adalah Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Manfret Fatem, bersama dua orang kaki tangannya yakni Komandan Batalion TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Anton Fatem dan Yesias Fatem, tewas dalam pertempuran dengit di Maybart Papua Barat Daya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasukan Satgas TNI yang menemukan tempat persembunyian Manfret Fatem bersama 2 orang kaki kaki tangannya, yakni Anton Fatem dan Yesias Fatem, langsung dihujani peluru tajam oleh ketiganya, secara membabi buta,&amp;rdquo; kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasukan TNI membalas dan menembak mati Manfret Fatem, sementara Anton Fatem dan Yesias Fatem yang mencoba melarikan diri ke Sungai Frambu juga tewas dalam pertempuran sengit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sekitar jasad Manfret Fatem, kita temukan senapan mesin AK-101 beserta puluhan peluru tajam dan selembar bendera bintang kejora,&amp;rdquo; ujar Lucky.&#13;
&#13;
Sementara, jasad dua loyalis Manfret Fatem yang tenggelam ke dalam sungai saat ini masih terus dicari oleh pasukan Satgas TNI.&#13;
&#13;
Seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, di mana Rules of Engagement (ROE) senantiasa dikedepankan untuk memastikan seluruh tindakan prajuritnya tetap profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai Pangkogabwilhan III, saya pastikan Satgas TNI&amp;nbsp; tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Khususnya mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi) senantiasa menjadi pedoman Satgas TNI, terutama dalam menghadapi kekejian OPM,&amp;rdquo;tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>PAPUA &amp;ndash; Pasukan TNI yang terdiri dari Denkul IV Satgas Rajawali V Koops Habema dan Satgas Yonif Marinir IX dibawah kendali Kogabwilhan III terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Jumat (9/10/2026). Dalam peristiwa itu, 3 pentolan KKB tewas.&#13;
&#13;
Pelaku yang yang tewas adalah Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Manfret Fatem, bersama dua orang kaki tangannya yakni Komandan Batalion TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, Anton Fatem dan Yesias Fatem, tewas dalam pertempuran dengit di Maybart Papua Barat Daya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasukan Satgas TNI yang menemukan tempat persembunyian Manfret Fatem bersama 2 orang kaki kaki tangannya, yakni Anton Fatem dan Yesias Fatem, langsung dihujani peluru tajam oleh ketiganya, secara membabi buta,&amp;rdquo; kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pasukan TNI membalas dan menembak mati Manfret Fatem, sementara Anton Fatem dan Yesias Fatem yang mencoba melarikan diri ke Sungai Frambu juga tewas dalam pertempuran sengit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sekitar jasad Manfret Fatem, kita temukan senapan mesin AK-101 beserta puluhan peluru tajam dan selembar bendera bintang kejora,&amp;rdquo; ujar Lucky.&#13;
&#13;
Sementara, jasad dua loyalis Manfret Fatem yang tenggelam ke dalam sungai saat ini masih terus dicari oleh pasukan Satgas TNI.&#13;
&#13;
Seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, di mana Rules of Engagement (ROE) senantiasa dikedepankan untuk memastikan seluruh tindakan prajuritnya tetap profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai Pangkogabwilhan III, saya pastikan Satgas TNI&amp;nbsp; tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Khususnya mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi) senantiasa menjadi pedoman Satgas TNI, terutama dalam menghadapi kekejian OPM,&amp;rdquo;tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
