<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Anak Krakatau Naik Level III Siaga, Sebarkan Abu Vulkanik hingga ke Barat Selat Sunda</title><description>Informasi ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari hasil citra sebaran abu vulkanik dengan analisis menggunakan kanal RGB Citra Himawari-9.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247027/gunung-anak-krakatau-naik-level-iii-siaga-sebarkan-abu-vulkanik-hingga-ke-barat-selat-sunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247027/gunung-anak-krakatau-naik-level-iii-siaga-sebarkan-abu-vulkanik-hingga-ke-barat-selat-sunda"/><item><title>Gunung Anak Krakatau Naik Level III Siaga, Sebarkan Abu Vulkanik hingga ke Barat Selat Sunda</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247027/gunung-anak-krakatau-naik-level-iii-siaga-sebarkan-abu-vulkanik-hingga-ke-barat-selat-sunda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247027/gunung-anak-krakatau-naik-level-iii-siaga-sebarkan-abu-vulkanik-hingga-ke-barat-selat-sunda</guid><pubDate>Sabtu 10 Oktober 2026 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/10/340/3247027/viral-yRBC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau Naik Level III Siaga/PVMBG</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/10/340/3247027/viral-yRBC_large.jpg</image><title>Gunung Anak Krakatau Naik Level III Siaga/PVMBG</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) terdeteksi mencapai ketinggian 6.000 kaki atau sekitar 1,8 kilometer mengarah ke barat hingga mencakup sebagian wilayah Selat Sunda bagian barat, Pandeglang, Banten. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Status Gunung Anak Krakatau saat ini juga sudah&amp;nbsp;dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).&#13;
&#13;
Informasi ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari hasil citra sebaran abu vulkanik dengan analisis menggunakan kanal RGB Citra Himawari-9.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft (1.8 km) teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Selat Sunda Barat Pandeglang,&amp;quot; tulis BMKG lewat akun media sosial Instagram resminya, dilihat Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebaran abu vulkanik tersebut teramati bergerak ke arah barat dan mencakup sebagian wilayah Selat Sunda bagian barat, Pandeglang.&#13;
&#13;
Badan Geologi sebelumnya menyatakan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai terlihat sejak awal Oktober 2026. Tercatat 14 kali erupsi pada periode 6-9 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan status Level III (Siaga), masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki wilayah radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas terkait,&amp;rdquo; demikian keterangan BMKG tersebut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) terdeteksi mencapai ketinggian 6.000 kaki atau sekitar 1,8 kilometer mengarah ke barat hingga mencakup sebagian wilayah Selat Sunda bagian barat, Pandeglang, Banten. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Status Gunung Anak Krakatau saat ini juga sudah&amp;nbsp;dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).&#13;
&#13;
Informasi ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari hasil citra sebaran abu vulkanik dengan analisis menggunakan kanal RGB Citra Himawari-9.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft (1.8 km) teramati ke arah Barat, mencakup sebagian Selat Sunda Barat Pandeglang,&amp;quot; tulis BMKG lewat akun media sosial Instagram resminya, dilihat Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebaran abu vulkanik tersebut teramati bergerak ke arah barat dan mencakup sebagian wilayah Selat Sunda bagian barat, Pandeglang.&#13;
&#13;
Badan Geologi sebelumnya menyatakan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai terlihat sejak awal Oktober 2026. Tercatat 14 kali erupsi pada periode 6-9 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan status Level III (Siaga), masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki wilayah radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas terkait,&amp;rdquo; demikian keterangan BMKG tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
