<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Banyuasin, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif</title><description>Material khusus untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diuji coba di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Material bernama Realiza Anti Chamas tersebut diklaim 10 kali lebih efektif memadamkan api dibandingkan penggunaan air tanpa campuran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247088/material-pemadam-karhutla-dari-brasil-diuji-di-banyuasin-diklaim-10-kali-lebih-efektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247088/material-pemadam-karhutla-dari-brasil-diuji-di-banyuasin-diklaim-10-kali-lebih-efektif"/><item><title>Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Banyuasin, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247088/material-pemadam-karhutla-dari-brasil-diuji-di-banyuasin-diklaim-10-kali-lebih-efektif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/10/340/3247088/material-pemadam-karhutla-dari-brasil-diuji-di-banyuasin-diklaim-10-kali-lebih-efektif</guid><pubDate>Sabtu 10 Oktober 2026 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/10/340/3247088/pemadaman_karhutla_di_banyuasin-UupS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemadaman Karhutla di Banyuasin (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/10/340/3247088/pemadaman_karhutla_di_banyuasin-UupS_large.jpg</image><title>Pemadaman Karhutla di Banyuasin (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Material khusus untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diuji coba di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Material bernama Realiza Anti Chamas tersebut diklaim 10 kali lebih efektif memadamkan api dibandingkan penggunaan air tanpa campuran.&#13;
&#13;
Material berbentuk serbuk itu dilarutkan dalam air sebelum disemprotkan ke titik api. Bahan tersebut disebut dapat menghambat penyebaran api agar tidak meluas, terutama di lahan gambut.&#13;
&#13;
Koordinator tim penyedia dari Brasil, Paolo Barroso, menjelaskan bahwa material tersebut dapat dicampurkan menggunakan truk tangki pemadam atau tandon air. Campuran itu juga dapat digunakan untuk pemadaman melalui metode pengeboman air (water bombing).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Paolo, material tersebut tidak bersifat korosif sehingga tidak merusak tangki maupun penampung air setelah serbuk dilarutkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keunggulan material ini adalah tidak bersifat toksik. Material ini tidak memiliki efek pada manusia, satwa, ataupun lingkungan,&amp;rdquo; kata Paolo Barroso, dikutip Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah dicampurkan dengan air, material tersebut akan membentuk gel. Paolo menjelaskan, gel itu akan terurai dengan sendirinya setelah 72 jam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyemprotan air yang bercampur material ini mampu 10 kali lebih efektif dibandingkan pemadaman api hanya dengan air,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Uji coba ini melibatkan Satuan Tugas Darat yang terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Manggala Agni. Sebelum menuju lokasi, tim penyedia memberikan pengarahan mengenai penggunaan material dan aspek keamanannya.&#13;
&#13;
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuasin, Reza Agust Perdana, menilai penggunaan material tersebut memberikan hasil lebih baik dibandingkan pemadaman menggunakan air biasa. Sebelumnya, Realiza Anti Chamas juga telah diuji coba di salah satu desa di Banyuasin.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasilnya memang api cepat padam dan tidak menimbulkan asap,&amp;rdquo; ungkap Reza.&#13;
&#13;
Menurut Reza, hasil pemadaman menggunakan air tanpa campuran material berbeda. Pada kebakaran di lahan gambut, pemadaman dengan air biasa masih menghasilkan asap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap material ini dapat dimanfaatkan untuk pemadaman karhutla di lahan gambut,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Uji coba tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Bupati Banyuasin, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Material khusus untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diuji coba di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Material bernama Realiza Anti Chamas tersebut diklaim 10 kali lebih efektif memadamkan api dibandingkan penggunaan air tanpa campuran.&#13;
&#13;
Material berbentuk serbuk itu dilarutkan dalam air sebelum disemprotkan ke titik api. Bahan tersebut disebut dapat menghambat penyebaran api agar tidak meluas, terutama di lahan gambut.&#13;
&#13;
Koordinator tim penyedia dari Brasil, Paolo Barroso, menjelaskan bahwa material tersebut dapat dicampurkan menggunakan truk tangki pemadam atau tandon air. Campuran itu juga dapat digunakan untuk pemadaman melalui metode pengeboman air (water bombing).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Paolo, material tersebut tidak bersifat korosif sehingga tidak merusak tangki maupun penampung air setelah serbuk dilarutkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keunggulan material ini adalah tidak bersifat toksik. Material ini tidak memiliki efek pada manusia, satwa, ataupun lingkungan,&amp;rdquo; kata Paolo Barroso, dikutip Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah dicampurkan dengan air, material tersebut akan membentuk gel. Paolo menjelaskan, gel itu akan terurai dengan sendirinya setelah 72 jam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyemprotan air yang bercampur material ini mampu 10 kali lebih efektif dibandingkan pemadaman api hanya dengan air,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Uji coba ini melibatkan Satuan Tugas Darat yang terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Manggala Agni. Sebelum menuju lokasi, tim penyedia memberikan pengarahan mengenai penggunaan material dan aspek keamanannya.&#13;
&#13;
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuasin, Reza Agust Perdana, menilai penggunaan material tersebut memberikan hasil lebih baik dibandingkan pemadaman menggunakan air biasa. Sebelumnya, Realiza Anti Chamas juga telah diuji coba di salah satu desa di Banyuasin.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasilnya memang api cepat padam dan tidak menimbulkan asap,&amp;rdquo; ungkap Reza.&#13;
&#13;
Menurut Reza, hasil pemadaman menggunakan air tanpa campuran material berbeda. Pada kebakaran di lahan gambut, pemadaman dengan air biasa masih menghasilkan asap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap material ini dapat dimanfaatkan untuk pemadaman karhutla di lahan gambut,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Uji coba tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Bupati Banyuasin, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
