<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Banyak Jalan di Jakarta Pakai Nama Pahlawan?</title><description>Nama jalan juga menyimpan ingatan tentang peristiwa, tokoh, dan tempat yang melekat di benak warganya secara sadar ataupun tidak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/11/337/3247096/kenapa-banyak-jalan-di-jakarta-pakai-nama-pahlawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/11/337/3247096/kenapa-banyak-jalan-di-jakarta-pakai-nama-pahlawan"/><item><title>Kenapa Banyak Jalan di Jakarta Pakai Nama Pahlawan?</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/11/337/3247096/kenapa-banyak-jalan-di-jakarta-pakai-nama-pahlawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/11/337/3247096/kenapa-banyak-jalan-di-jakarta-pakai-nama-pahlawan</guid><pubDate>Minggu 11 Oktober 2026 01:00 WIB</pubDate><dc:creator>Niken Wulandari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/10/337/3247096/viral-Hm6K_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenapa Banyak Jalan di Jakarta Pakai Nama Pahlawan?/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/10/337/3247096/viral-Hm6K_large.jpg</image><title>Kenapa Banyak Jalan di Jakarta Pakai Nama Pahlawan?/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kenapa banyak jalan di Jakarta memakai nama pahlawan? Sebagai ibu kota negara, Jakarta turut berperan membentuk citra bangsa. Nama-nama yang dipilih tidak asal dicantumkan saja melainkan nama-nama tersebut mencerminkan perubahan sosial, politik, serta budaya yang pernah dilalui kota metropolitan ini.&#13;
&#13;
Nama jalan juga menyimpan ingatan tentang peristiwa, tokoh, dan tempat yang melekat di benak warganya secara sadar ataupun tidak. Berbeda dari monumen sejarah, nama jalan bersentuhan langsung dengan keseharian warga sebagai penanda ruang sekaligus sejarah.&#13;
&#13;
Lantas, apa alasan di balik penamaan tersebut? &amp;nbsp;Simak ulasannya dibawah ini dilansir beragam sumber, Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Perubahan Citra&#13;
&#13;
Masa kolonialisme meninggalkan pengaruh besar pada penamaan jalan di banyak wilayah bekas jajahannya. Pihak penguasa kala itu kerap menamai jalan dengan sesuatu yang menggambarkan identitas, sejarah, dan watak negara asalnya. Praktik tersebut menunjukkan bahwa nama jalan dipakai sebagai strategi untuk memadukan identitas yang berbeda di satu wilayah tertentu.&#13;
&#13;
Setelah kekuasaan kolonial berakhir, nama-nama jalan tersebut mulai diganti. Menurut publikasi ilmiah yang berjudul &amp;quot;Perubahan Nama Jalan dan Konstruksi Identitas Kota: Sebuah Tinjauan Analitis&amp;quot; dalam Media Komunikasi Geografi, perubahan nama jalan di Jakarta merupakan bagian dari transisi setelah berakhirnya kekuasaan kolonial.&#13;
&#13;
Penggantian tersebut memakai simbol budaya, bahasa, dan nilai yang dianut oleh masyarakat sebagai upaya membangun, menulis ulang, dan menegaskan budaya lokal sesuai dengan identitasnya. Upaya tersebut kini tampak di ruang kota Jakarta, tempat yang dinamai dengan nama para pahlawan kemerdekaan dan tokoh nasional ini menjadi cara untuk memulihkan jati diri bangsa sekaligus menghapus jejak yang terdapat pada masa lampau.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Menghormati dan Mengabadikan Jasa Tokoh&#13;
&#13;
Banyaknya nama jalan yang menggunakan nama pahlawan tiada lain dan tiada bukan merupakan sebuah bentuk penghormatan sekaligus pengabadian untuk jasa para pahlawan yang telah berkontribusi bagi masyarakat maupun bangsa.&#13;
&#13;
Selain menjadi bentuk penghormatan, pemberian nama jalan menggunakan nama para pahlawan juga turut mengabadikan jasa mereka agar dapat terus diingat oleh masyarakat. Nama-nama tersebut akan diingat dari generasi ke generasi, dan diharapkan dapat terus menghormati dan mengakui keberadaannya serta meneladani nilai-nilai yang dimilikinya.&#13;
&#13;
3. Pengaturan Tata Kota&#13;
&#13;
Perubahan nama jalan berfungsi sebagai catatan perjalanan sebuah kota. Dari rangkaian nama yang berganti, kita bisa melihat bagaimana penataan kota berkembang mengikuti situasi politik dan sejarah terbentuknya kota itu sendiri. Setiap pergantian nama menyimpan jejak keadaan pada masanya, sehingga jalan tidak hanya berperan sebagai jalur lalu lintas.&#13;
&#13;
Upaya mengenang peristiwa dan tokoh lewat nama jalan juga berubah dari masa ke masa. Pada zaman kolonial, setelah kemerdekaan, hingga sekarang, tiap periode meninggalkan lapisan nama yang berbeda. Lapisan-lapisan itu bisa dikenali dengan menelusuri perubahan nama jalan di ruang kota, sehingga sejarah kota terbaca lewat nama-nama yang tertera di jalannya.&#13;
&#13;
Pada akhirnya, Jakarta tidak hanya menyimpan kisahnya di dalam buku dan museum, melainkan juga terpampang pada papan jalan yang dilihat dan dilewati setiap hari oleh warganya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kenapa banyak jalan di Jakarta memakai nama pahlawan? Sebagai ibu kota negara, Jakarta turut berperan membentuk citra bangsa. Nama-nama yang dipilih tidak asal dicantumkan saja melainkan nama-nama tersebut mencerminkan perubahan sosial, politik, serta budaya yang pernah dilalui kota metropolitan ini.&#13;
&#13;
Nama jalan juga menyimpan ingatan tentang peristiwa, tokoh, dan tempat yang melekat di benak warganya secara sadar ataupun tidak. Berbeda dari monumen sejarah, nama jalan bersentuhan langsung dengan keseharian warga sebagai penanda ruang sekaligus sejarah.&#13;
&#13;
Lantas, apa alasan di balik penamaan tersebut? &amp;nbsp;Simak ulasannya dibawah ini dilansir beragam sumber, Sabtu (10/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Perubahan Citra&#13;
&#13;
Masa kolonialisme meninggalkan pengaruh besar pada penamaan jalan di banyak wilayah bekas jajahannya. Pihak penguasa kala itu kerap menamai jalan dengan sesuatu yang menggambarkan identitas, sejarah, dan watak negara asalnya. Praktik tersebut menunjukkan bahwa nama jalan dipakai sebagai strategi untuk memadukan identitas yang berbeda di satu wilayah tertentu.&#13;
&#13;
Setelah kekuasaan kolonial berakhir, nama-nama jalan tersebut mulai diganti. Menurut publikasi ilmiah yang berjudul &amp;quot;Perubahan Nama Jalan dan Konstruksi Identitas Kota: Sebuah Tinjauan Analitis&amp;quot; dalam Media Komunikasi Geografi, perubahan nama jalan di Jakarta merupakan bagian dari transisi setelah berakhirnya kekuasaan kolonial.&#13;
&#13;
Penggantian tersebut memakai simbol budaya, bahasa, dan nilai yang dianut oleh masyarakat sebagai upaya membangun, menulis ulang, dan menegaskan budaya lokal sesuai dengan identitasnya. Upaya tersebut kini tampak di ruang kota Jakarta, tempat yang dinamai dengan nama para pahlawan kemerdekaan dan tokoh nasional ini menjadi cara untuk memulihkan jati diri bangsa sekaligus menghapus jejak yang terdapat pada masa lampau.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Menghormati dan Mengabadikan Jasa Tokoh&#13;
&#13;
Banyaknya nama jalan yang menggunakan nama pahlawan tiada lain dan tiada bukan merupakan sebuah bentuk penghormatan sekaligus pengabadian untuk jasa para pahlawan yang telah berkontribusi bagi masyarakat maupun bangsa.&#13;
&#13;
Selain menjadi bentuk penghormatan, pemberian nama jalan menggunakan nama para pahlawan juga turut mengabadikan jasa mereka agar dapat terus diingat oleh masyarakat. Nama-nama tersebut akan diingat dari generasi ke generasi, dan diharapkan dapat terus menghormati dan mengakui keberadaannya serta meneladani nilai-nilai yang dimilikinya.&#13;
&#13;
3. Pengaturan Tata Kota&#13;
&#13;
Perubahan nama jalan berfungsi sebagai catatan perjalanan sebuah kota. Dari rangkaian nama yang berganti, kita bisa melihat bagaimana penataan kota berkembang mengikuti situasi politik dan sejarah terbentuknya kota itu sendiri. Setiap pergantian nama menyimpan jejak keadaan pada masanya, sehingga jalan tidak hanya berperan sebagai jalur lalu lintas.&#13;
&#13;
Upaya mengenang peristiwa dan tokoh lewat nama jalan juga berubah dari masa ke masa. Pada zaman kolonial, setelah kemerdekaan, hingga sekarang, tiap periode meninggalkan lapisan nama yang berbeda. Lapisan-lapisan itu bisa dikenali dengan menelusuri perubahan nama jalan di ruang kota, sehingga sejarah kota terbaca lewat nama-nama yang tertera di jalannya.&#13;
&#13;
Pada akhirnya, Jakarta tidak hanya menyimpan kisahnya di dalam buku dan museum, melainkan juga terpampang pada papan jalan yang dilihat dan dilewati setiap hari oleh warganya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
