<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Boleh Masuk, Khozinudin Cs Ngamuk di Depan Gedung DPR</title><description>Ahmad Khozinudin Cs berencana mengadukan persoalan terkait pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke DPR RI, imbas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas ijazah SLTA atau sederajat miliknya, pada Senin (12/10/2026). Namun, dia sempat tertahan di pintu masuk hingga membuatnya mengamuk.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/12/337/3247402/tak-boleh-masuk-khozinudin-cs-ngamuk-di-depan-gedung-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/12/337/3247402/tak-boleh-masuk-khozinudin-cs-ngamuk-di-depan-gedung-dpr"/><item><title>Tak Boleh Masuk, Khozinudin Cs Ngamuk di Depan Gedung DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/12/337/3247402/tak-boleh-masuk-khozinudin-cs-ngamuk-di-depan-gedung-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/12/337/3247402/tak-boleh-masuk-khozinudin-cs-ngamuk-di-depan-gedung-dpr</guid><pubDate>Senin 12 Oktober 2026 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/12/337/3247402/khozinudin-cZ5C_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Khozinudin mengamuk tak bisa masuk DPR RI (Foto: Ari Sandita/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/12/337/3247402/khozinudin-cZ5C_large.jpg</image><title>Ahmad Khozinudin mengamuk tak bisa masuk DPR RI (Foto: Ari Sandita/Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Ahmad Khozinudin Cs berencana mengadukan persoalan terkait pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke DPR RI, imbas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas ijazah SLTA atau sederajat miliknya, pada Senin (12/10/2026). Namun, dia sempat tertahan di pintu masuk hingga membuatnya mengamuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Protokol macam apa ini? Rakyat mau masuk, mengirim surat, mau bertemu dengan wakilnya enggak diperkenankan, hanya batasan dua. Ini berapa triliun gedung ini dibangun dari rakyat? Karyawan semuanya dibayar oleh rakyat,&amp;quot; ujarnya di pintu masuk DPR RI, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Khozinudin&amp;nbsp;mengamuk karena merasa dipersulit oleh petugas keamanan dalam (Pamdal). Dia bahkan dipertanyakan mengenai izin yang harus dikirimkan terlebih dahulu. Setelah berdebat dengan petugas, rombongan Khozinudin akhirnya bisa masuk ke dalam gedung wakil rakyat tersebut.&#13;
&#13;
Tak lama setelah itu, rombongan Mercy Sihombing juga tertahan di depan Gedung DPR RI oleh petugas keamanan, tepatnya di Gerbang Pancasila. Pasalnya, petugas mengarahkan rombongan untuk masuk melalui pintu pejalan kaki.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, rombongan tersebut mengaku saat hendak masuk melalui pintu pejalan kaki, mereka justru diarahkan masuk melalui Gerbang Pancasila.&#13;
&#13;
Alhasil, rombongan pun mengamuk di pintu tersebut. Petugas kepolisian lantas membuat blokade di depan rombongan ibu-ibu tersebut. Tak lama setelah itu, Khozinudin mendatangi rombongan dan berbicara dengan petugas pengamanan hingga akhirnya mereka bisa masuk ke dalam gedung wakil rakyat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mohon pada Pimpinan DPR, tolonglah, latih Pamdal, security untuk menghormati tamu. Kami ke sini ke rumah kami, ke rumah rakyat. Saya marah, saya disuruh muter dan parkir di GBK untuk masuk ke sini. Urusan sepele ini jadi panjang karena kita sebagai rakyat justru dihalang-halangi masuk rumah rakyat,&amp;quot; kata Mercy.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Ahmad Khozinudin Cs berencana mengadukan persoalan terkait pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke DPR RI, imbas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas ijazah SLTA atau sederajat miliknya, pada Senin (12/10/2026). Namun, dia sempat tertahan di pintu masuk hingga membuatnya mengamuk.&#13;
&#13;
&amp;quot;Protokol macam apa ini? Rakyat mau masuk, mengirim surat, mau bertemu dengan wakilnya enggak diperkenankan, hanya batasan dua. Ini berapa triliun gedung ini dibangun dari rakyat? Karyawan semuanya dibayar oleh rakyat,&amp;quot; ujarnya di pintu masuk DPR RI, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Khozinudin&amp;nbsp;mengamuk karena merasa dipersulit oleh petugas keamanan dalam (Pamdal). Dia bahkan dipertanyakan mengenai izin yang harus dikirimkan terlebih dahulu. Setelah berdebat dengan petugas, rombongan Khozinudin akhirnya bisa masuk ke dalam gedung wakil rakyat tersebut.&#13;
&#13;
Tak lama setelah itu, rombongan Mercy Sihombing juga tertahan di depan Gedung DPR RI oleh petugas keamanan, tepatnya di Gerbang Pancasila. Pasalnya, petugas mengarahkan rombongan untuk masuk melalui pintu pejalan kaki.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, rombongan tersebut mengaku saat hendak masuk melalui pintu pejalan kaki, mereka justru diarahkan masuk melalui Gerbang Pancasila.&#13;
&#13;
Alhasil, rombongan pun mengamuk di pintu tersebut. Petugas kepolisian lantas membuat blokade di depan rombongan ibu-ibu tersebut. Tak lama setelah itu, Khozinudin mendatangi rombongan dan berbicara dengan petugas pengamanan hingga akhirnya mereka bisa masuk ke dalam gedung wakil rakyat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya mohon pada Pimpinan DPR, tolonglah, latih Pamdal, security untuk menghormati tamu. Kami ke sini ke rumah kami, ke rumah rakyat. Saya marah, saya disuruh muter dan parkir di GBK untuk masuk ke sini. Urusan sepele ini jadi panjang karena kita sebagai rakyat justru dihalang-halangi masuk rumah rakyat,&amp;quot; kata Mercy.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
