<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petugas Satpol PP Dipukul Helm di Bulungan, Pramono Tolak Penyelesaian Kekeluargaan </title><description>Pramono menegaskan bahwa langkah hukum harus tetap dilakukan meski manajemen proyek telah meminta maaf. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/12/338/3247395/petugas-satpol-pp-dipukul-helm-di-bulungan-pramono-tolak-penyelesaian-kekeluargaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/12/338/3247395/petugas-satpol-pp-dipukul-helm-di-bulungan-pramono-tolak-penyelesaian-kekeluargaan"/><item><title>Petugas Satpol PP Dipukul Helm di Bulungan, Pramono Tolak Penyelesaian Kekeluargaan </title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/12/338/3247395/petugas-satpol-pp-dipukul-helm-di-bulungan-pramono-tolak-penyelesaian-kekeluargaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/12/338/3247395/petugas-satpol-pp-dipukul-helm-di-bulungan-pramono-tolak-penyelesaian-kekeluargaan</guid><pubDate>Senin 12 Oktober 2026 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/12/338/3247395/bentrok_satpol_pp_dan_dishub_dki_jakarta_dengan_pekerja_proyek-Iu5g_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrok Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta dengan pekerja proyek di Bulungan, Jakarta.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/12/338/3247395/bentrok_satpol_pp_dan_dishub_dki_jakarta_dengan_pekerja_proyek-Iu5g_large.jpg</image><title>Bentrok Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta dengan pekerja proyek di Bulungan, Jakarta.</title></images><description>JAKARTA - Bentrokan yang pecah antara petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan pekerja proyek di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (12/10/2026) harus tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, langkah hukum tetap ditempuh meskipun manajemen proyek telah mendatangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meminta maaf dan mengusulkan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi. Saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,&amp;quot; ujar Pramono di kawasan Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut Pramono, bentrokan tersebut menyebabkan salah satu petugas Satpol PP harus mendapatkan penanganan medis. Petugas itu menjadi korban pemukulan hingga dihantam menggunakan helm dan mengalami luka yang memerlukan enam jahitan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Satpol PP yang dipukuli dan dihantam pakai helm tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan,&amp;quot; lanjut Pramono.&#13;
&#13;
Pramono menegaskan, tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan. Ia meminta agar aturan tetap ditegakkan secara tegas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena mereka sedang menjalankan tugas, saya minta aturan main ditegakkan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pramono memberikan tanggapan mengenai pemicu bentrokan antara petugas Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta dengan pekerja proyek di Bulungan. Ia menegaskan, bentrokan tersebut bukan dipicu oleh penertiban pedagang nasi yang biasa berjualan untuk pekerja proyek.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka bukan seperti yang digambarkan, melakukan penertiban terhadap pedagang ataupun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub, sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, bentrokan bermula saat petugas melakukan operasi penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan. Penertiban menyasar pihak-pihak yang menggunakan lahan tidak sesuai peruntukannya hingga mengganggu ketertiban umum.&#13;
&#13;
Operasi kemudian berlanjut ke area Kolam Renang Bulungan. Di lokasi tersebut, petugas melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir liar. Pramono menyebut situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga berujung bentrokan.&#13;
&#13;
Petugas Dishub sempat mundur untuk menghindari eskalasi bentrokan. Namun, sejumlah oknum disebut masih mengejar dan melakukan kekerasan terhadap petugas, termasuk anggota Satpol PP yang mengalami luka-luka.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bentrokan yang pecah antara petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan pekerja proyek di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (12/10/2026) harus tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, langkah hukum tetap ditempuh meskipun manajemen proyek telah mendatangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meminta maaf dan mengusulkan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi. Saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,&amp;quot; ujar Pramono di kawasan Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).&#13;
&#13;
Menurut Pramono, bentrokan tersebut menyebabkan salah satu petugas Satpol PP harus mendapatkan penanganan medis. Petugas itu menjadi korban pemukulan hingga dihantam menggunakan helm dan mengalami luka yang memerlukan enam jahitan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Satpol PP yang dipukuli dan dihantam pakai helm tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan,&amp;quot; lanjut Pramono.&#13;
&#13;
Pramono menegaskan, tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan. Ia meminta agar aturan tetap ditegakkan secara tegas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena mereka sedang menjalankan tugas, saya minta aturan main ditegakkan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Pramono memberikan tanggapan mengenai pemicu bentrokan antara petugas Satpol PP dan Dishub DKI Jakarta dengan pekerja proyek di Bulungan. Ia menegaskan, bentrokan tersebut bukan dipicu oleh penertiban pedagang nasi yang biasa berjualan untuk pekerja proyek.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka bukan seperti yang digambarkan, melakukan penertiban terhadap pedagang ataupun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub, sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
Pramono menjelaskan, bentrokan bermula saat petugas melakukan operasi penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan. Penertiban menyasar pihak-pihak yang menggunakan lahan tidak sesuai peruntukannya hingga mengganggu ketertiban umum.&#13;
&#13;
Operasi kemudian berlanjut ke area Kolam Renang Bulungan. Di lokasi tersebut, petugas melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir liar. Pramono menyebut situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga berujung bentrokan.&#13;
&#13;
Petugas Dishub sempat mundur untuk menghindari eskalasi bentrokan. Namun, sejumlah oknum disebut masih mengejar dan melakukan kekerasan terhadap petugas, termasuk anggota Satpol PP yang mengalami luka-luka.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
