<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Dugaan Penganiayaan Aktivis BEM UI Naik ke Penyidikan</title><description>Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan, mengungkapkan, telah menaikkan status penanganan kasus dugaan penganiayaan Koordinator BEM UI, Hafidz Hernanda alias Bapis, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/13/337/3247705/kasus-dugaan-penganiayaan-aktivis-bem-ui-naik-ke-penyidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/13/337/3247705/kasus-dugaan-penganiayaan-aktivis-bem-ui-naik-ke-penyidikan"/><item><title>Kasus Dugaan Penganiayaan Aktivis BEM UI Naik ke Penyidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/13/337/3247705/kasus-dugaan-penganiayaan-aktivis-bem-ui-naik-ke-penyidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/13/337/3247705/kasus-dugaan-penganiayaan-aktivis-bem-ui-naik-ke-penyidikan</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2026 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/13/337/3247705/aktivis_bem_ui-AbKy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aktivis BEM UI Hafidz Hernanda (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/13/337/3247705/aktivis_bem_ui-AbKy_large.jpg</image><title>Aktivis BEM UI Hafidz Hernanda (Foto: Dok)</title></images><description>JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan, mengungkapkan, telah menaikkan status penanganan kasus dugaan penganiayaan Koordinator BEM UI, Hafidz Hernanda alias Bapis, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rekan-rekan dari Subdit Jatanras (juga) sudah memeriksa saksi sebanyak tujuh orang,&amp;quot; ujarnya, Selasa (13/10/2026).&#13;
&#13;
Selain memeriksa saksi, polisi juga menyisir kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) maupun sejumlah lokasi lainnya. Sejauh ini, penyidik telah mendapatkan puluhan rekaman CCTV yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, penyidik masih mencari rekaman CCTV lainnya yang dinilai dapat membantu mengungkap perkara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari Subdit Jatanras sudah menyisir beberapa CCTV dari tempat kejadian perkara maupun beberapa titik, dan sekitar kurang lebih ada 26 titik CCTV yang sudah didapatkan oleh rekan-rekan Subdit Jatanras,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Barang bukti itu berupa sarung tangan lateks berwarna putih, satu peci hitam, satu kacamata hitam-oranye, satu lakban hitam, serta satu kain sarung hitam-putih. Barang bukti tersebut telah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk dianalisis lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menambahkan pengusutan perkara tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tindak kejahatan jalanan maupun kekerasan yang dapat mengancam keselamatan warga akan ditindaklanjuti.&#13;
&#13;
Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan perkara tersebut untuk menyampaikannya melalui layanan kepolisian 110.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya untuk memberikan ruang aman kepada seluruh masyarakat serta memberikan respons cepat agar kejahatan yang berada di jalanan dan kejahatan kekerasan dapat mengancam keselamatan warga dapat ditindaklanjuti dengan baik,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan, mengungkapkan, telah menaikkan status penanganan kasus dugaan penganiayaan Koordinator BEM UI, Hafidz Hernanda alias Bapis, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rekan-rekan dari Subdit Jatanras (juga) sudah memeriksa saksi sebanyak tujuh orang,&amp;quot; ujarnya, Selasa (13/10/2026).&#13;
&#13;
Selain memeriksa saksi, polisi juga menyisir kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) maupun sejumlah lokasi lainnya. Sejauh ini, penyidik telah mendapatkan puluhan rekaman CCTV yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Namun, penyidik masih mencari rekaman CCTV lainnya yang dinilai dapat membantu mengungkap perkara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari Subdit Jatanras sudah menyisir beberapa CCTV dari tempat kejadian perkara maupun beberapa titik, dan sekitar kurang lebih ada 26 titik CCTV yang sudah didapatkan oleh rekan-rekan Subdit Jatanras,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Barang bukti itu berupa sarung tangan lateks berwarna putih, satu peci hitam, satu kacamata hitam-oranye, satu lakban hitam, serta satu kain sarung hitam-putih. Barang bukti tersebut telah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk dianalisis lebih lanjut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menambahkan pengusutan perkara tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tindak kejahatan jalanan maupun kekerasan yang dapat mengancam keselamatan warga akan ditindaklanjuti.&#13;
&#13;
Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan perkara tersebut untuk menyampaikannya melalui layanan kepolisian 110.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya untuk memberikan ruang aman kepada seluruh masyarakat serta memberikan respons cepat agar kejahatan yang berada di jalanan dan kejahatan kekerasan dapat mengancam keselamatan warga dapat ditindaklanjuti dengan baik,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
