<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Memanas, Wabah Kolera di Yaman Melonjak Tiga Kali Lipat</title><description>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan lonjakan kasus dugaan kolera di Yaman, seiring meningkatnya intensitas konflik dan bertambahnya jumlah warga yang mengungsi. Dalam tiga pekan terakhir, kasus dugaan penyakit tersebut meningkat hingga tiga kali lipat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247788/perang-memanas-wabah-kolera-di-yaman-melonjak-tiga-kali-lipat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247788/perang-memanas-wabah-kolera-di-yaman-melonjak-tiga-kali-lipat"/><item><title>Perang Memanas, Wabah Kolera di Yaman Melonjak Tiga Kali Lipat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247788/perang-memanas-wabah-kolera-di-yaman-melonjak-tiga-kali-lipat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247788/perang-memanas-wabah-kolera-di-yaman-melonjak-tiga-kali-lipat</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2026 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/14/18/3247788/pengungsi_yaman-U63y_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Para pengungsi Yaman menunggu untuk menerima perawatan medis (foto: Abdulnasser Alseddik/AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/14/18/3247788/pengungsi_yaman-U63y_large.jpg</image><title> Para pengungsi Yaman menunggu untuk menerima perawatan medis (foto: Abdulnasser Alseddik/AP)</title></images><description>&#13;
&#13;
YAMAN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan lonjakan kasus dugaan kolera di Yaman, seiring meningkatnya intensitas konflik dan bertambahnya jumlah warga yang mengungsi. Dalam tiga pekan terakhir, kasus dugaan penyakit tersebut meningkat hingga tiga kali lipat.&#13;
&#13;
Dalam laporan yang dirilis pada Selasa, WHO mencatat jumlah kasus dugaan kolera naik dari 217 kasus pada pekan 6&amp;ndash;12 September menjadi 647 kasus pada pekan 27 September&amp;ndash;3 Oktober.&#13;
&#13;
Situasi tersebut terjadi ketika lebih dari 200.000 orang terpaksa meninggalkan rumah akibat pertempuran yang kembali memanas. Banyak warga mengungsi ke kamp-kamp dengan kondisi sanitasi yang buruk, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keluarga-keluarga yang mengungsi akibat konflik kini menghadapi ancaman lain dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dan diobati,&amp;rdquo; kata Annette Heinzelmann, direktur darurat WHO untuk kawasan tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia memperingatkan bahwa wabah berpotensi menyebar dengan cepat apabila kebutuhan dasar masyarakat tidak segera terpenuhi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanpa pendanaan mendesak dan akses tanpa hambatan ke air bersih, vaksinasi, dan layanan kesehatan penting, wabah dapat menyebar dengan cepat di antara komunitas yang sudah rentan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
WHO melaporkan Yaman telah mencatat 8.034 kasus dugaan kolera, dan 27 kematian sepanjang tahun ini. Sekitar seperempat dari total kasus dugaan tersebut terjadi dalam empat pekan terakhir.&#13;
&#13;
Lima provinsi di wilayah barat daya yang menampung banyak pengungsi, yakni Abyan, Lahij, al-Dhalea, Taiz, dan Aden, menyumbang 92 persen dari keseluruhan kasus yang dilaporkan.&#13;
&#13;
Penyebaran penyakit tersebut juga telah mencapai kamp-kamp pengungsi terpencil di Hadramout, wilayah timur Yaman. Lokasi yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi tim medis dalam memberikan pelayanan kesehatan.&#13;
&#13;
Respons Darurat Kekurangan Dana&#13;
&#13;
Kolera telah berulang kali merebak di Yaman selama bertahun-tahun konflik berlangsung. Pada 2024, WHO memperingatkan bahwa negara tersebut menghadapi salah satu beban wabah kolera tertinggi di dunia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, gelombang besar kolera pada 2017 menginfeksi ratusan ribu orang dan menyebabkan sedikitnya 2.000 kematian.&#13;
&#13;
Yaman juga masih menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Kerawanan pangan dan penyebaran penyakit semakin meningkat sejak pertempuran antara kelompok Houthi dan pemerintah kembali berkobar pada Juli, mengakhiri empat tahun ketenangan yang rapuh.&#13;
&#13;
Kolera merupakan infeksi usus akut yang menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi bakteri *Vibrio cholerae*. Kontaminasi dapat terjadi melalui tinja, terutama ketika akses terhadap air bersih dan sanitasi tidak memadai.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyakit ini dapat menyebabkan diare berat, muntah, dan kram otot. Tanpa penanganan yang tepat, kolera dapat berakibat fatal. Pengobatan utama dilakukan melalui rehidrasi oral, sedangkan antibiotik dapat diberikan pada kasus tertentu yang lebih berat sesuai penilaian medis.&#13;
&#13;
Di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan, WHO menghadapi keterbatasan pendanaan untuk merespons wabah di Yaman.&#13;
&#13;
Badan kesehatan PBB yang berkantor pusat di Jenewa tersebut menyatakan baru memperoleh dana sebesar 3,78 juta dolar AS dari total 31 juta dolar AS yang dibutuhkan untuk mendukung respons darurat selama 90 hari.&#13;
&#13;
Dana tersebut diperlukan untuk memperluas pengawasan penyakit di lokasi pengungsian, mengerahkan tim respons cepat, memperkuat layanan pengobatan kolera, serta meningkatkan pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan dan pusat pengobatan kolera.&#13;
&#13;
WHO menilai pendanaan tambahan dan akses terhadap layanan kesehatan, air bersih, serta vaksinasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan penyebaran wabah di tengah konflik yang masih berlangsung.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
YAMAN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan lonjakan kasus dugaan kolera di Yaman, seiring meningkatnya intensitas konflik dan bertambahnya jumlah warga yang mengungsi. Dalam tiga pekan terakhir, kasus dugaan penyakit tersebut meningkat hingga tiga kali lipat.&#13;
&#13;
Dalam laporan yang dirilis pada Selasa, WHO mencatat jumlah kasus dugaan kolera naik dari 217 kasus pada pekan 6&amp;ndash;12 September menjadi 647 kasus pada pekan 27 September&amp;ndash;3 Oktober.&#13;
&#13;
Situasi tersebut terjadi ketika lebih dari 200.000 orang terpaksa meninggalkan rumah akibat pertempuran yang kembali memanas. Banyak warga mengungsi ke kamp-kamp dengan kondisi sanitasi yang buruk, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keluarga-keluarga yang mengungsi akibat konflik kini menghadapi ancaman lain dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dan diobati,&amp;rdquo; kata Annette Heinzelmann, direktur darurat WHO untuk kawasan tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia memperingatkan bahwa wabah berpotensi menyebar dengan cepat apabila kebutuhan dasar masyarakat tidak segera terpenuhi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanpa pendanaan mendesak dan akses tanpa hambatan ke air bersih, vaksinasi, dan layanan kesehatan penting, wabah dapat menyebar dengan cepat di antara komunitas yang sudah rentan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
WHO melaporkan Yaman telah mencatat 8.034 kasus dugaan kolera, dan 27 kematian sepanjang tahun ini. Sekitar seperempat dari total kasus dugaan tersebut terjadi dalam empat pekan terakhir.&#13;
&#13;
Lima provinsi di wilayah barat daya yang menampung banyak pengungsi, yakni Abyan, Lahij, al-Dhalea, Taiz, dan Aden, menyumbang 92 persen dari keseluruhan kasus yang dilaporkan.&#13;
&#13;
Penyebaran penyakit tersebut juga telah mencapai kamp-kamp pengungsi terpencil di Hadramout, wilayah timur Yaman. Lokasi yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi tim medis dalam memberikan pelayanan kesehatan.&#13;
&#13;
Respons Darurat Kekurangan Dana&#13;
&#13;
Kolera telah berulang kali merebak di Yaman selama bertahun-tahun konflik berlangsung. Pada 2024, WHO memperingatkan bahwa negara tersebut menghadapi salah satu beban wabah kolera tertinggi di dunia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, gelombang besar kolera pada 2017 menginfeksi ratusan ribu orang dan menyebabkan sedikitnya 2.000 kematian.&#13;
&#13;
Yaman juga masih menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Kerawanan pangan dan penyebaran penyakit semakin meningkat sejak pertempuran antara kelompok Houthi dan pemerintah kembali berkobar pada Juli, mengakhiri empat tahun ketenangan yang rapuh.&#13;
&#13;
Kolera merupakan infeksi usus akut yang menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi bakteri *Vibrio cholerae*. Kontaminasi dapat terjadi melalui tinja, terutama ketika akses terhadap air bersih dan sanitasi tidak memadai.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penyakit ini dapat menyebabkan diare berat, muntah, dan kram otot. Tanpa penanganan yang tepat, kolera dapat berakibat fatal. Pengobatan utama dilakukan melalui rehidrasi oral, sedangkan antibiotik dapat diberikan pada kasus tertentu yang lebih berat sesuai penilaian medis.&#13;
&#13;
Di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan, WHO menghadapi keterbatasan pendanaan untuk merespons wabah di Yaman.&#13;
&#13;
Badan kesehatan PBB yang berkantor pusat di Jenewa tersebut menyatakan baru memperoleh dana sebesar 3,78 juta dolar AS dari total 31 juta dolar AS yang dibutuhkan untuk mendukung respons darurat selama 90 hari.&#13;
&#13;
Dana tersebut diperlukan untuk memperluas pengawasan penyakit di lokasi pengungsian, mengerahkan tim respons cepat, memperkuat layanan pengobatan kolera, serta meningkatkan pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan dan pusat pengobatan kolera.&#13;
&#13;
WHO menilai pendanaan tambahan dan akses terhadap layanan kesehatan, air bersih, serta vaksinasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan penyebaran wabah di tengah konflik yang masih berlangsung.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
