<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi di Bandara Riyadh, Kemlu Ungkap Kondisinya </title><description>Heni melanjutkan, kedua WNI yang terluka sempat dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247882/2-wni-jadi-korban-serangan-rudal-houthi-di-bandara-riyadh-kemlu-ungkap-kondisinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247882/2-wni-jadi-korban-serangan-rudal-houthi-di-bandara-riyadh-kemlu-ungkap-kondisinya"/><item><title>2 WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi di Bandara Riyadh, Kemlu Ungkap Kondisinya </title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247882/2-wni-jadi-korban-serangan-rudal-houthi-di-bandara-riyadh-kemlu-ungkap-kondisinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/14/18/3247882/2-wni-jadi-korban-serangan-rudal-houthi-di-bandara-riyadh-kemlu-ungkap-kondisinya</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2026 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/14/18/3247882/viral-bI0U_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan Rudal Houthi di Bandara Riyadh/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/14/18/3247882/viral-bI0U_large.jpg</image><title>Serangan Rudal Houthi di Bandara Riyadh/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Serangan kelompok Houthi Yaman ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu 11 Oktober 2026, mengakibatkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KBRI Riyadh telah menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; hari Selasa 13 Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa terdapat dua WNI yang mengalami luka ringan,&amp;rdquo; ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Kemlu, Heni Hamidah, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Heni melanjutkan, kedua WNI yang terluka sempat dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;RM (45) dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, Riyadh dan ET (32) dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, Riyadh,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, kedua WNI tersebut merupakan mukimin (permanent resident) di Arab Saudi dan bukan jamaah umrah dan setelah menjalani perawatan, dua WNI tersebut telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keduanya saat ini juga telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama pada 11 Oktober 2026,&amp;rdquo; tutup Heni.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Serangan kelompok Houthi Yaman ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu 11 Oktober 2026, mengakibatkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KBRI Riyadh telah menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; hari Selasa 13 Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa terdapat dua WNI yang mengalami luka ringan,&amp;rdquo; ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Kemlu, Heni Hamidah, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Heni melanjutkan, kedua WNI yang terluka sempat dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;RM (45) dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, Riyadh dan ET (32) dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, Riyadh,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, kedua WNI tersebut merupakan mukimin (permanent resident) di Arab Saudi dan bukan jamaah umrah dan setelah menjalani perawatan, dua WNI tersebut telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keduanya saat ini juga telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama pada 11 Oktober 2026,&amp;rdquo; tutup Heni.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
