<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Sita Uang Rp3,3 Miliar, Aset Kripto dan Logam Mulia Ratusan Gram saat OTT BNPB</title><description>Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, dari operasi senyap tersebut terdapat barbuk uang lebih dari Rp3 miliar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/337/3247932/kpk-sita-uang-rp3-3-miliar-aset-kripto-dan-logam-mulia-ratusan-gram-saat-ott-bnpb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/14/337/3247932/kpk-sita-uang-rp3-3-miliar-aset-kripto-dan-logam-mulia-ratusan-gram-saat-ott-bnpb"/><item><title>KPK Sita Uang Rp3,3 Miliar, Aset Kripto dan Logam Mulia Ratusan Gram saat OTT BNPB</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/337/3247932/kpk-sita-uang-rp3-3-miliar-aset-kripto-dan-logam-mulia-ratusan-gram-saat-ott-bnpb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/14/337/3247932/kpk-sita-uang-rp3-3-miliar-aset-kripto-dan-logam-mulia-ratusan-gram-saat-ott-bnpb</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2026 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/14/337/3247932/kpk-Kful_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPK, Setyo Budiyanto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/14/337/3247932/kpk-Kful_large.jpg</image><title>Ketua KPK, Setyo Budiyanto/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sejumlah barang bukti (barbuk) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&#13;
Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, dari operasi senyap OTT BNPB tersebut terdapat barbuk uang lebih dari Rp3 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nilainya atau jumlahnya bukan lagi Rp1,4 (miliar) ya, tapi lebih kurang sekitar Rp3,3 miliar, itu dari beberapa pihak,&amp;quot; kata Setyo saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Setyo juga mengonfirmasi terdapat barbuk berupa aset kripto. Namun, ia belum bisa memastikan kepemilikan dari aset tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau nggak salah kripto itu nilainya satu digit di M ya gitu, ya, satu digit saja gitu. Cuman saya detailnya saya lupa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya sekali lagi kripto itu kan nggak bisa kita bunyikan langsung begitu saja bahwa pasti sekian atau pemiliknya siapa, si A, si B, dan segala macam, gitu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Selanjutnya, ia juga membenarkan barbuk dalam operasi senyap itu terdapat logam mulia yang diperkirakan beratnya mencapai ratusan gram.&#13;
&#13;
Diketahui, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu dari mereka ialah adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Bima Setiawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana dikonfirmasi Ketua KPK, Setyo Budiyanto saat disinggung perihal&amp;nbsp; informasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, terinformasi seperti itu, tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali, karena kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum,&amp;quot; kata Setyo di Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Adapun, empat tersangka lainnya yaitu Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan&amp;nbsp; Kedaruratan BNPB sekaligus PPK, Gabriel Purwaka Sigit dan Tenaga ahli di BNPB, Richard Erlangga. Kemudian dua pihak swasta yaitu Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sejumlah barang bukti (barbuk) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&#13;
Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, dari operasi senyap OTT BNPB tersebut terdapat barbuk uang lebih dari Rp3 miliar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nilainya atau jumlahnya bukan lagi Rp1,4 (miliar) ya, tapi lebih kurang sekitar Rp3,3 miliar, itu dari beberapa pihak,&amp;quot; kata Setyo saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Setyo juga mengonfirmasi terdapat barbuk berupa aset kripto. Namun, ia belum bisa memastikan kepemilikan dari aset tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau nggak salah kripto itu nilainya satu digit di M ya gitu, ya, satu digit saja gitu. Cuman saya detailnya saya lupa,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya sekali lagi kripto itu kan nggak bisa kita bunyikan langsung begitu saja bahwa pasti sekian atau pemiliknya siapa, si A, si B, dan segala macam, gitu,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Selanjutnya, ia juga membenarkan barbuk dalam operasi senyap itu terdapat logam mulia yang diperkirakan beratnya mencapai ratusan gram.&#13;
&#13;
Diketahui, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka terkait operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu dari mereka ialah adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Bima Setiawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana dikonfirmasi Ketua KPK, Setyo Budiyanto saat disinggung perihal&amp;nbsp; informasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, terinformasi seperti itu, tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali, karena kita tidak melihatnya siapa dia. Ini kan yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum,&amp;quot; kata Setyo di Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
Adapun, empat tersangka lainnya yaitu Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan&amp;nbsp; Kedaruratan BNPB sekaligus PPK, Gabriel Purwaka Sigit dan Tenaga ahli di BNPB, Richard Erlangga. Kemudian dua pihak swasta yaitu Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
