<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akibat Asap Karhutla, Ratusan Warga Gambut Kalsel Terserang ISPA&amp;nbsp;</title><description>Sebanyak 891 warga Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di wilayah tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/340/3247785/akibat-asap-karhutla-ratusan-warga-gambut-kalsel-terserang-ispa-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/14/340/3247785/akibat-asap-karhutla-ratusan-warga-gambut-kalsel-terserang-ispa-nbsp"/><item><title>Akibat Asap Karhutla, Ratusan Warga Gambut Kalsel Terserang ISPA&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/14/340/3247785/akibat-asap-karhutla-ratusan-warga-gambut-kalsel-terserang-ispa-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/14/340/3247785/akibat-asap-karhutla-ratusan-warga-gambut-kalsel-terserang-ispa-nbsp</guid><pubDate>Rabu 14 Oktober 2026 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/14/340/3247785/ratusan_warga_gambut_kalsel_terserang_ispa-BhEP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan Warga Gambut Kalsel Terserang ISPA (foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/14/340/3247785/ratusan_warga_gambut_kalsel_terserang_ispa-BhEP_large.jpg</image><title>Ratusan Warga Gambut Kalsel Terserang ISPA (foto: tangkapan layar)</title></images><description>&#13;
&#13;
BANJAR - Sebanyak 891 warga Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Mayoritas warga yang mengalami ISPA berasal dari kelompok usia remaja hingga lanjut usia (lansia). Kabut asap yang menyelimuti wilayah itu dalam beberapa bulan terakhir turut mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.&#13;
&#13;
Salah seorang warga Gambut yang mengalami ISPA, Wahyu, mengaku kabut asap akibat karhutla sangat berdampak terhadap kondisi kesehatannya. Selain menimbulkan gangguan pernapasan, kondisi tersebut juga menghambat aktivitas sehari-hari.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Pengelola ISPA di Puskesmas Gambut, Sri Julianti mengatakan, sekitar 10 hingga 15 warga datang memeriksakan diri akibat ISPA setiap harinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dilihat dari bulan Agustus ada sekitar 287 penderita, dan pada bulan September ada 389 penderita dan sampai saat ini di pertengahan Oktober sudah 215 penderita. Rata-rata keluhkan batuk, pilek dan demam, dan ada yang sesak napas. Kalau memang parah itu akan dirujuk. Paling rentan balita,&amp;quot; kata Sri Julianti, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jumlah kunjungan tersebut menunjukkan gangguan kesehatan akibat paparan asap menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat di tengah berlangsungnya karhutla.&#13;
&#13;
Hingga kini, kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Banjar. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 6.200 hektare lahan telah hangus terbakar.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap akibat karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
BANJAR - Sebanyak 891 warga Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Mayoritas warga yang mengalami ISPA berasal dari kelompok usia remaja hingga lanjut usia (lansia). Kabut asap yang menyelimuti wilayah itu dalam beberapa bulan terakhir turut mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.&#13;
&#13;
Salah seorang warga Gambut yang mengalami ISPA, Wahyu, mengaku kabut asap akibat karhutla sangat berdampak terhadap kondisi kesehatannya. Selain menimbulkan gangguan pernapasan, kondisi tersebut juga menghambat aktivitas sehari-hari.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Pengelola ISPA di Puskesmas Gambut, Sri Julianti mengatakan, sekitar 10 hingga 15 warga datang memeriksakan diri akibat ISPA setiap harinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dilihat dari bulan Agustus ada sekitar 287 penderita, dan pada bulan September ada 389 penderita dan sampai saat ini di pertengahan Oktober sudah 215 penderita. Rata-rata keluhkan batuk, pilek dan demam, dan ada yang sesak napas. Kalau memang parah itu akan dirujuk. Paling rentan balita,&amp;quot; kata Sri Julianti, Rabu (14/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jumlah kunjungan tersebut menunjukkan gangguan kesehatan akibat paparan asap menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat di tengah berlangsungnya karhutla.&#13;
&#13;
Hingga kini, kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Banjar. Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 6.200 hektare lahan telah hangus terbakar.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap akibat karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
