<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Lubang Api Bawah Tanah di Karhutla, Ini Penjelasan BNPB</title><description>Media sosial (medsos) diramaikan dengan tayangan video yang menampilkan kondisi bawah tanah terbakar hingga membentuk lubang api dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Petugas pun kesulitan memadamkan si jago merah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248237/viral-lubang-api-bawah-tanah-di-karhutla-ini-penjelasan-bnpb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248237/viral-lubang-api-bawah-tanah-di-karhutla-ini-penjelasan-bnpb"/><item><title>Viral Lubang Api Bawah Tanah di Karhutla, Ini Penjelasan BNPB</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248237/viral-lubang-api-bawah-tanah-di-karhutla-ini-penjelasan-bnpb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248237/viral-lubang-api-bawah-tanah-di-karhutla-ini-penjelasan-bnpb</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2026 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/16/337/3248237/karhutla-yo3x_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lubang api di Karhutla (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/16/337/3248237/karhutla-yo3x_large.jpg</image><title>Lubang api di Karhutla (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Media sosial (medsos) diramaikan dengan tayangan video yang menampilkan kondisi bawah tanah terbakar hingga membentuk lubang api dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Petugas pun kesulitan memadamkan si jago merah.&#13;
&#13;
Video itu diunggah akun Instagram @asrulputrananda. Ia merupakan seorang relawan yang saat itu bersama petugas lainnya berupaya memadamkan api karhutla di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).&#13;
&#13;
&amp;quot;Inilah disebut kebakaran bawah tanah, bara api bawah tanah, lubang api, dan ini yang terjadi di kebakaran di tanah Kalimantan, saya berada di Palangkaraya Kalteng, menyaksikan perjuangan relawan rescue rumah zakat Kalbar memadamkan api, Senin 12 Oktober 2026 jam 22.00 WIB,&amp;rdquo; tulis keterangan dalam akun tersebut sebagaimana dilansir, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam video itu, kobaran api terlihat menyala dari dalam lubang tanah. Petugas yang berada di lokasi turut berjibaku di tengah panasnya api untuk menyemprotkan air langsung ke beberapa titik di tanah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua sudah berjuang, terima kasih BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KPH, damkar gabungan, relawan dan pihak yang terlibat, doakan Kalimantan Tengah, pray for Kalimantan,&amp;rdquo; tulisnya.&#13;
&#13;
Mengenai fenomena lubang api bawah tanah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi ketika api melahap lahan gambut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fenomena lubang api bawah tanah pada kebakaran lahan gambut di Kalimantan merupakan bentuk ground fire atau api bawah permukaan. Lahan gambut tersusun atas tumpukan material organik tebal yang kaya akan gas metana,&amp;rdquo; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut membuat area permukaan mungkin terlihat sudah padam, tetapi bara api (smoldering) akan terus merayap di bawah tanah. Saat lapisan organik di dalam tanah habis terbakar, barulah terbentuk lubang yang mengeluarkan asap serta pijar api.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sifatnya yang tersembunyi dan minim radiasi panas tinggi di permukaan membuat api bawah tanah ini sulit terdeteksi oleh citra satelit pemantau hotspot biasa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ketika menghadapi kondisi seperti itu di lapangan, petugas melakukan pemadaman melalui pembasahan total (ground soaking) dengan teknik penyuntikan air (water injection) hingga menembus kedalaman gambut menggunakan pipa bertekanan tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bila memungkinkan, langkah ini dikombinasikan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan TNI untuk memicu hujan buatan di titik-titik yang sulit dijangkau satgas darat,&amp;rdquo; ucap Berton.&#13;
&#13;
Selain itu, pembangunan sumur bor serta penutupan sekat kanal terus dioptimalkan guna menjaga tinggi muka air tanah tetap basah. Pembatasan akses masyarakat ke lokasi terdampak juga penting dilakukan karena struktur tanah yang tersisa sangat rapuh dan rawan ambles. Kondisi ini berisiko membuat warga terperosok ke dalam rongga bara panas.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Media sosial (medsos) diramaikan dengan tayangan video yang menampilkan kondisi bawah tanah terbakar hingga membentuk lubang api dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Petugas pun kesulitan memadamkan si jago merah.&#13;
&#13;
Video itu diunggah akun Instagram @asrulputrananda. Ia merupakan seorang relawan yang saat itu bersama petugas lainnya berupaya memadamkan api karhutla di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).&#13;
&#13;
&amp;quot;Inilah disebut kebakaran bawah tanah, bara api bawah tanah, lubang api, dan ini yang terjadi di kebakaran di tanah Kalimantan, saya berada di Palangkaraya Kalteng, menyaksikan perjuangan relawan rescue rumah zakat Kalbar memadamkan api, Senin 12 Oktober 2026 jam 22.00 WIB,&amp;rdquo; tulis keterangan dalam akun tersebut sebagaimana dilansir, Jumat (16/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam video itu, kobaran api terlihat menyala dari dalam lubang tanah. Petugas yang berada di lokasi turut berjibaku di tengah panasnya api untuk menyemprotkan air langsung ke beberapa titik di tanah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua sudah berjuang, terima kasih BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KPH, damkar gabungan, relawan dan pihak yang terlibat, doakan Kalimantan Tengah, pray for Kalimantan,&amp;rdquo; tulisnya.&#13;
&#13;
Mengenai fenomena lubang api bawah tanah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi ketika api melahap lahan gambut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fenomena lubang api bawah tanah pada kebakaran lahan gambut di Kalimantan merupakan bentuk ground fire atau api bawah permukaan. Lahan gambut tersusun atas tumpukan material organik tebal yang kaya akan gas metana,&amp;rdquo; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut membuat area permukaan mungkin terlihat sudah padam, tetapi bara api (smoldering) akan terus merayap di bawah tanah. Saat lapisan organik di dalam tanah habis terbakar, barulah terbentuk lubang yang mengeluarkan asap serta pijar api.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sifatnya yang tersembunyi dan minim radiasi panas tinggi di permukaan membuat api bawah tanah ini sulit terdeteksi oleh citra satelit pemantau hotspot biasa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ketika menghadapi kondisi seperti itu di lapangan, petugas melakukan pemadaman melalui pembasahan total (ground soaking) dengan teknik penyuntikan air (water injection) hingga menembus kedalaman gambut menggunakan pipa bertekanan tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bila memungkinkan, langkah ini dikombinasikan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan TNI untuk memicu hujan buatan di titik-titik yang sulit dijangkau satgas darat,&amp;rdquo; ucap Berton.&#13;
&#13;
Selain itu, pembangunan sumur bor serta penutupan sekat kanal terus dioptimalkan guna menjaga tinggi muka air tanah tetap basah. Pembatasan akses masyarakat ke lokasi terdampak juga penting dilakukan karena struktur tanah yang tersisa sangat rapuh dan rawan ambles. Kondisi ini berisiko membuat warga terperosok ke dalam rongga bara panas.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
