<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M7,2 Guncang Kamchatka Russia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia&amp;nbsp;</title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa besar kekuatan M7,2 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Russia, Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10:35:30 WIB. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248285/gempa-m7-2-guncang-kamchatka-russia-bmkg-tak-berpotensi-tsunami-di-indonesia-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248285/gempa-m7-2-guncang-kamchatka-russia-bmkg-tak-berpotensi-tsunami-di-indonesia-nbsp"/><item><title>Gempa M7,2 Guncang Kamchatka Russia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248285/gempa-m7-2-guncang-kamchatka-russia-bmkg-tak-berpotensi-tsunami-di-indonesia-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/16/337/3248285/gempa-m7-2-guncang-kamchatka-russia-bmkg-tak-berpotensi-tsunami-di-indonesia-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2026 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/16/337/3248285/gemap_rusia-tnbC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gemap Rusia (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/16/337/3248285/gemap_rusia-tnbC_large.jpg</image><title>Gemap Rusia (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa besar kekuatan M7,2 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Russia, Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10:35:30 WIB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6.9 pada kedalaman 119 km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 52.05&amp;deg; LU; 157.35&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 171 Km arah barat daya Kamchatka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,&amp;quot; tegas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wijayanto mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Pasifik dibawah Lempeng Okhotsk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar turun (normal fault).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga pukul 11:05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).&#13;
&#13;
&amp;quot;Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa besar kekuatan M7,2 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Russia, Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 10:35:30 WIB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6.9 pada kedalaman 119 km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 52.05&amp;deg; LU; 157.35&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 171 Km arah barat daya Kamchatka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,&amp;quot; tegas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wijayanto mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Pasifik dibawah Lempeng Okhotsk.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar turun (normal fault).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga pukul 11:05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).&#13;
&#13;
&amp;quot;Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
