<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Meletus, Kolom Abu Meluncur 800 Meter di Atas Puncak</title><description>Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (17/10/2026) pukul 06.35 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248445/gunung-semeru-meletus-kolom-abu-meluncur-800-meter-di-atas-puncak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248445/gunung-semeru-meletus-kolom-abu-meluncur-800-meter-di-atas-puncak"/><item><title>Gunung Semeru Meletus, Kolom Abu Meluncur 800 Meter di Atas Puncak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248445/gunung-semeru-meletus-kolom-abu-meluncur-800-meter-di-atas-puncak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248445/gunung-semeru-meletus-kolom-abu-meluncur-800-meter-di-atas-puncak</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2026 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/17/337/3248445/gunung_semeru-O1mt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru meletus (Foto: PVMBG) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/17/337/3248445/gunung_semeru-O1mt_large.jpg</image><title>Gunung Semeru meletus (Foto: PVMBG) </title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (17/10/2026) pukul 06.35 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 1 menit 30 detik,&amp;rdquo; tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG melaporkan, saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan, hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
PVMBG juga meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbau PVMBG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (17/10/2026) pukul 06.35 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi sekitar 1 menit 30 detik,&amp;rdquo; tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG melaporkan, saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan, hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
PVMBG juga meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;rdquo; imbau PVMBG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
