<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Asap Karhutla, 2,4 Ton Dry Ice Disemai di Langit Sumsel</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice selama dua hari berturut-turut, 15??&quot;16 Oktober 2026, untuk mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248458/atasi-asap-karhutla-2-4-ton-dry-ice-disemai-di-langit-sumsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248458/atasi-asap-karhutla-2-4-ton-dry-ice-disemai-di-langit-sumsel"/><item><title>Atasi Asap Karhutla, 2,4 Ton Dry Ice Disemai di Langit Sumsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248458/atasi-asap-karhutla-2-4-ton-dry-ice-disemai-di-langit-sumsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/17/337/3248458/atasi-asap-karhutla-2-4-ton-dry-ice-disemai-di-langit-sumsel</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2026 09:43 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/17/337/3248458/modifikasi_cuaca-K0sr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Modifikasi cuaca di langit Sumsel (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/17/337/3248458/modifikasi_cuaca-K0sr_large.jpg</image><title>Modifikasi cuaca di langit Sumsel (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice selama dua hari berturut-turut, 15&amp;ndash;16 Oktober 2026, untuk mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).&#13;
&#13;
Asap karhutla masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dalam beberapa hari terakhir. Asap tak hanya mengurangi jarak pandang sehingga mengganggu penerbangan, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca diberangkatkan dari Bandara Raden Inten II, Bandar Lampung, Lampung. BNPB mencatat total bahan dry ice yang digunakan selama dua hari mencapai 2,4 ton.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;OMC yang berlangsung dua hari tersebut dilakukan dengan 3 sorti dengan total jam terbang selama 7 jam 3 menit,&amp;rdquo; ungkap Berton, Sabtu (17/10/2026).&#13;
&#13;
Pada sorti pertama, pesawat BNPB menyemai bahan dry ice di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Total bahan semai yang digunakan pada pagi hingga siang hari itu sebanyak 800 kilogram.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan setelah penyemaian, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 13.00 WIB mencatat jarak pandang mencapai 1.000 meter. Sekitar pukul 14.30 WIB, jarak pandang di bandara tersebut meningkat menjadi 1.500&amp;ndash;2.000 meter.&#13;
&#13;
Berton menjelaskan, secara teori, penyemaian dry ice pada lapisan atmosfer yang mengalami inversi&amp;mdash;kondisi ketika lapisan udara di atas lebih hangat daripada lapisan udara di bawahnya&amp;mdash;berpotensi memengaruhi struktur lapisan tersebut sehingga mendorong pelemahannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini akan berpotensi mempengaruhi struktur lapisan tersebut sehingga mendorong terjadinya pelemahan lapisan udara,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terbukanya atau melemahnya lapisan udara di atmosfer tersebut diharapkan tidak hanya dapat membantu mengurangi kepekatan kabut asap di lapisan permukaan sehingga berpeluang meningkatkan jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II,&amp;rdquo; tambah Berton.&#13;
&#13;
Setelah sorti kedua, kata Berton, jarak pandang cenderung stabil pada 2.800 meter. Dua jam kemudian, jarak pandang meningkat menjadi 3.000 meter dan cenderung stabil hingga pukul 20.30 WIB. Kondisi tersebut dinilai mendukung kelancaran aktivitas penerbangan di bandara setempat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun demikian, langkah OMC dengan bahan dry ice ini perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaannya atau ada faktor lain yang menyebabkan jarak pandang yang semakin baik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice selama dua hari berturut-turut, 15&amp;ndash;16 Oktober 2026, untuk mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel).&#13;
&#13;
Asap karhutla masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dalam beberapa hari terakhir. Asap tak hanya mengurangi jarak pandang sehingga mengganggu penerbangan, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca diberangkatkan dari Bandara Raden Inten II, Bandar Lampung, Lampung. BNPB mencatat total bahan dry ice yang digunakan selama dua hari mencapai 2,4 ton.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;OMC yang berlangsung dua hari tersebut dilakukan dengan 3 sorti dengan total jam terbang selama 7 jam 3 menit,&amp;rdquo; ungkap Berton, Sabtu (17/10/2026).&#13;
&#13;
Pada sorti pertama, pesawat BNPB menyemai bahan dry ice di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Total bahan semai yang digunakan pada pagi hingga siang hari itu sebanyak 800 kilogram.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan setelah penyemaian, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 13.00 WIB mencatat jarak pandang mencapai 1.000 meter. Sekitar pukul 14.30 WIB, jarak pandang di bandara tersebut meningkat menjadi 1.500&amp;ndash;2.000 meter.&#13;
&#13;
Berton menjelaskan, secara teori, penyemaian dry ice pada lapisan atmosfer yang mengalami inversi&amp;mdash;kondisi ketika lapisan udara di atas lebih hangat daripada lapisan udara di bawahnya&amp;mdash;berpotensi memengaruhi struktur lapisan tersebut sehingga mendorong pelemahannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini akan berpotensi mempengaruhi struktur lapisan tersebut sehingga mendorong terjadinya pelemahan lapisan udara,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terbukanya atau melemahnya lapisan udara di atmosfer tersebut diharapkan tidak hanya dapat membantu mengurangi kepekatan kabut asap di lapisan permukaan sehingga berpeluang meningkatkan jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II,&amp;rdquo; tambah Berton.&#13;
&#13;
Setelah sorti kedua, kata Berton, jarak pandang cenderung stabil pada 2.800 meter. Dua jam kemudian, jarak pandang meningkat menjadi 3.000 meter dan cenderung stabil hingga pukul 20.30 WIB. Kondisi tersebut dinilai mendukung kelancaran aktivitas penerbangan di bandara setempat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun demikian, langkah OMC dengan bahan dry ice ini perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaannya atau ada faktor lain yang menyebabkan jarak pandang yang semakin baik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
