<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hamdan Zoelva: Sosialisme Islam dan Dakwah Ekonomi, Arah Baru Perjuangan Syarikat Islam!</title><description>Mantan Ketua MK ini menekankan, gagasan tersebut bukan sekadar bagian dari sejarah SI, melainkan ideologi perjuangan yang harus terus dikontekstualisasikan dengan persoalan bangsa Indonesia hari ini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/19/337/3248801/hamdan-zoelva-sosialisme-islam-dan-dakwah-ekonomi-arah-baru-perjuangan-syarikat-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/19/337/3248801/hamdan-zoelva-sosialisme-islam-dan-dakwah-ekonomi-arah-baru-perjuangan-syarikat-islam"/><item><title>Hamdan Zoelva: Sosialisme Islam dan Dakwah Ekonomi, Arah Baru Perjuangan Syarikat Islam!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/19/337/3248801/hamdan-zoelva-sosialisme-islam-dan-dakwah-ekonomi-arah-baru-perjuangan-syarikat-islam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/19/337/3248801/hamdan-zoelva-sosialisme-islam-dan-dakwah-ekonomi-arah-baru-perjuangan-syarikat-islam</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2026 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/337/3248801/viral-ftTj_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/337/3248801/viral-ftTj_large.jpeg</image><title>Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva/Okezone</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; &amp;nbsp;Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa sosialisme Islam atau sosialisme berketuhanan harus tetap menjadi landasan perjuangan organisasi dalam membangun ekonomi kebangsaan dan kerakyatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gagasan sosialisme Islam yang diwariskan HOS Cokroaminoto kembali ditegaskan sebagai salah satu pijakan perjuangan Syarikat Islam di abad ke-2,&amp;rdquo; ujarnya saat Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jatim Expo, Surabaya, dikutip, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Mantan Ketua MK ini menekankan, gagasan tersebut bukan sekadar bagian dari sejarah SI, melainkan ideologi perjuangan yang harus terus dikontekstualisasikan dengan persoalan bangsa Indonesia hari ini.&#13;
&#13;
Karena itu, dakwah ekonomi yang menjadi tema Kongres ke-42 tidak diposisikan semata-mata sebagai program pemberdayaan ekonomi umat, tetapi sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan masyarakat yang mandiri, adil dan berdaulat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hamdan mengingatkan, sejak awal kelahirannya, Syarikat Islam memang tumbuh dari keresahan terhadap ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan yang dialami kaum pribumi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gerakan tersebut berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan Haji Samanhudi bersama kalangan pedagang dan pengusaha pribumi di Laweyan, Surakarta,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Bagi Hamdan, pilihan perjuangan melalui ekonomi bukanlah kebetulan. Kemiskinan dan ketergantungan ekonomi pada masa kolonial telah menjadi sumber berbagai persoalan sosial, mulai dari kebodohan, keterbelakangan hingga hilangnya rasa percaya diri masyarakat pribumi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perlawanan dimulai dari gerakan memperbaiki ekonomi rakyat, karena di bidang itulah sumber masalah yang menyebabkan kita dijajah,&amp;rdquo; kata Hamdan.&#13;
&#13;
Hamdan juga menghubungkan sosialisme Islam dengan gagasan pendidikan HOS Cokroaminoto. Konsep Muslim Nationale Onderwijs yang dirumuskan Cokroaminoto pada 1925, menurutnya, menunjukkan bahwa perjuangan membangun masyarakat merdeka tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pendidikan harus mempertemukan ilmu agama dengan sains, teknologi, engineering dan matematika,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan demikian, manusia yang hendak dibangun bukan hanya manusia yang saleh secara spiritual, tetapi juga manusia yang memiliki ilmu, kemampuan dan kemandirian untuk menentukan masa depannya sendiri.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, Kongres ke-42 sekaligus menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pemahaman terhadap Program Asas dan Program Tandhim Syarikat Islam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keduanya harus dibaca dalam hubungannya dengan realitas masyarakat, kehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia saat ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Koperasi yang juga Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa gagasan dakwah ekonomi akan diterjemahkan melalui penguatan ekonomi syariah, koperasi, serta zakat dan wakaf.&#13;
&#13;
Menurut Ferry, penguatan tersebut antara lain dilakukan dengan mendorong koperasi berbasis pesantren dan masjid, pembiayaan syariah, serta memperluas akses permodalan agar semakin banyak pengusaha muslim dapat tumbuh dan mengambil peran lebih besar dalam perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Ferry menilai Syarikat Islam memiliki modal sejarah yang kuat karena sejak awal lahir dari gerakan ekonomi rakyat dan kemudian berkembang menjadi kekuatan pergerakan kebangsaan.&#13;
&#13;
Dengan demikian, dakwah ekonomi yang diusung dalam Kongres ke-42 menjadi bentuk aktualisasi warisan perjuangan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari perjuangan ekonomi kaum pribumi, gagasan sosialisme Islam, pendidikan dan perkaderan, hingga penguatan koperasi dan ekonomi syariah hari ini, Syarikat Islam berupaya menyambungkan kembali satu garis perjuangan. Membangun umat yang mandiri dan berdaulat sebagai jalan menuju kemerdekaan sejati,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; &amp;nbsp;Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa sosialisme Islam atau sosialisme berketuhanan harus tetap menjadi landasan perjuangan organisasi dalam membangun ekonomi kebangsaan dan kerakyatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gagasan sosialisme Islam yang diwariskan HOS Cokroaminoto kembali ditegaskan sebagai salah satu pijakan perjuangan Syarikat Islam di abad ke-2,&amp;rdquo; ujarnya saat Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jatim Expo, Surabaya, dikutip, Senin (19/10/2026).&#13;
&#13;
Mantan Ketua MK ini menekankan, gagasan tersebut bukan sekadar bagian dari sejarah SI, melainkan ideologi perjuangan yang harus terus dikontekstualisasikan dengan persoalan bangsa Indonesia hari ini.&#13;
&#13;
Karena itu, dakwah ekonomi yang menjadi tema Kongres ke-42 tidak diposisikan semata-mata sebagai program pemberdayaan ekonomi umat, tetapi sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan masyarakat yang mandiri, adil dan berdaulat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hamdan mengingatkan, sejak awal kelahirannya, Syarikat Islam memang tumbuh dari keresahan terhadap ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan yang dialami kaum pribumi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gerakan tersebut berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan Haji Samanhudi bersama kalangan pedagang dan pengusaha pribumi di Laweyan, Surakarta,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Bagi Hamdan, pilihan perjuangan melalui ekonomi bukanlah kebetulan. Kemiskinan dan ketergantungan ekonomi pada masa kolonial telah menjadi sumber berbagai persoalan sosial, mulai dari kebodohan, keterbelakangan hingga hilangnya rasa percaya diri masyarakat pribumi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perlawanan dimulai dari gerakan memperbaiki ekonomi rakyat, karena di bidang itulah sumber masalah yang menyebabkan kita dijajah,&amp;rdquo; kata Hamdan.&#13;
&#13;
Hamdan juga menghubungkan sosialisme Islam dengan gagasan pendidikan HOS Cokroaminoto. Konsep Muslim Nationale Onderwijs yang dirumuskan Cokroaminoto pada 1925, menurutnya, menunjukkan bahwa perjuangan membangun masyarakat merdeka tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pendidikan harus mempertemukan ilmu agama dengan sains, teknologi, engineering dan matematika,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan demikian, manusia yang hendak dibangun bukan hanya manusia yang saleh secara spiritual, tetapi juga manusia yang memiliki ilmu, kemampuan dan kemandirian untuk menentukan masa depannya sendiri.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, Kongres ke-42 sekaligus menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pemahaman terhadap Program Asas dan Program Tandhim Syarikat Islam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keduanya harus dibaca dalam hubungannya dengan realitas masyarakat, kehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia saat ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Koperasi yang juga Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa gagasan dakwah ekonomi akan diterjemahkan melalui penguatan ekonomi syariah, koperasi, serta zakat dan wakaf.&#13;
&#13;
Menurut Ferry, penguatan tersebut antara lain dilakukan dengan mendorong koperasi berbasis pesantren dan masjid, pembiayaan syariah, serta memperluas akses permodalan agar semakin banyak pengusaha muslim dapat tumbuh dan mengambil peran lebih besar dalam perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Ferry menilai Syarikat Islam memiliki modal sejarah yang kuat karena sejak awal lahir dari gerakan ekonomi rakyat dan kemudian berkembang menjadi kekuatan pergerakan kebangsaan.&#13;
&#13;
Dengan demikian, dakwah ekonomi yang diusung dalam Kongres ke-42 menjadi bentuk aktualisasi warisan perjuangan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari perjuangan ekonomi kaum pribumi, gagasan sosialisme Islam, pendidikan dan perkaderan, hingga penguatan koperasi dan ekonomi syariah hari ini, Syarikat Islam berupaya menyambungkan kembali satu garis perjuangan. Membangun umat yang mandiri dan berdaulat sebagai jalan menuju kemerdekaan sejati,&amp;quot;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
