<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi</title><description>Masyarakat juga dilarang memasuki dan beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/19/340/3248733/breaking-news-gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/19/340/3248733/breaking-news-gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi"/><item><title>Breaking News! Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/19/340/3248733/breaking-news-gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/19/340/3248733/breaking-news-gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2026 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/19/340/3248733/viral-ISUP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/19/340/3248733/viral-ISUP_large.jpg</image><title>Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi</title></images><description>JAKARTA - Gunung Anak Krakatau di Lampung kembali mengalami erupsi pada pukul 09.31 WIB, Senin (19/10/2026). Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan berdurasi sekitar 51 detik.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom erupsi tidak teramati. Kamera pengawas atau CCTV juga tertutup abu vulkanik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;rdquo; tulis laporan PVMBG, dikutip Okezone.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
Masyarakat juga dilarang memasuki dan beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
PVMBG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat di kedua wilayah tersebut dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Anak Krakatau di Lampung kembali mengalami erupsi pada pukul 09.31 WIB, Senin (19/10/2026). Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan berdurasi sekitar 51 detik.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom erupsi tidak teramati. Kamera pengawas atau CCTV juga tertutup abu vulkanik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;rdquo; tulis laporan PVMBG, dikutip Okezone.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
Masyarakat juga dilarang memasuki dan beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
PVMBG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat di kedua wilayah tersebut dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,&amp;rdquo; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
