<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Ini Deretan Alutsista Baru Indonesia</title><description>Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung pelaksanaan misi kemanusiaan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249005/2-tahun-pemerintahan-prabowo-ini-deretan-alutsista-baru-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249005/2-tahun-pemerintahan-prabowo-ini-deretan-alutsista-baru-indonesia"/><item><title>2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Ini Deretan Alutsista Baru Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249005/2-tahun-pemerintahan-prabowo-ini-deretan-alutsista-baru-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249005/2-tahun-pemerintahan-prabowo-ini-deretan-alutsista-baru-indonesia</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2026 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/20/337/3249005/presiden_prabowo_subianto-yJeL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (foto: Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/20/337/3249005/presiden_prabowo_subianto-yJeL_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (foto: Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung pelaksanaan misi kemanusiaan.&#13;
&#13;
Pengadaan alutsista tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang adaptif, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terdiri atas ribuan pulau.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,&amp;rdquo; ujar Prabowo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pembangunan kekuatan militer harus diarahkan agar TNI semakin efektif dalam menjalankan tugasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kapal Perang dan Kapal Induk Perkuat Pertahanan Laut&#13;
&#13;
Dua kapal perang buatan Italia, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, menjadi bagian dari upaya penguatan armada TNI Angkatan Laut (AL). Kedua kapal produksi Fincantieri tersebut dirancang untuk mendukung pertahanan dan pengamanan wilayah laut Indonesia.&#13;
&#13;
Selain kedua kapal tersebut, TNI AL juga menerima kapal cepat rudal (KCR) bernama KRI Belati. Kapal ini dapat digunakan untuk mendukung operasi patroli dan tempur laut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indonesia juga meresmikan KRI Sriwijaya-100 pada 24 September 2026. Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi tersebut merupakan kapal perang bekas Angkatan Laut Italia yang kini memperkuat jajaran TNI AL.&#13;
&#13;
Kehadiran KRI Sriwijaya-100 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasi maritim sekaligus mendukung misi bantuan kemanusiaan.&#13;
&#13;
A400M dan Rafale Perkuat Kekuatan Udara&#13;
&#13;
TNI Angkatan Udara (AU) menerima satu unit pesawat angkut strategis Airbus A400M pada November 2025. Indonesia memesan dua unit pesawat tersebut untuk memperkuat kemampuan angkut strategis TNI AU.&#13;
&#13;
Pesawat ini dirancang untuk mengangkut personel, kendaraan, dan berbagai perlengkapan militer. Kemampuannya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi logistik dan misi kemanusiaan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.&#13;
&#13;
Sementara itu, jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis, mulai memperkuat kekuatan udara Indonesia pada 2026. Pada 18 Mei 2026, pemerintah mengonfirmasi penyerahan enam unit Rafale. Indonesia sendiri memesan total 42 unit pesawat tempur tersebut.&#13;
&#13;
Rafale memiliki kemampuan tempur multirole yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai misi pertahanan udara. Kehadirannya diharapkan meningkatkan kesiapan TNI AU dalam menjaga kedaulatan ruang udara nasional.&#13;
&#13;
Indonesia juga menerima empat unit pesawat Dassault Falcon 8X. Pesawat ini mendukung kebutuhan mobilitas udara jarak jauh untuk menunjang tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan.&#13;
&#13;
Selain pesawat tempur dan angkut, pengadaan helikopter juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasional TNI. Helikopter H225M Caracal dan H225T VVIP disebut menjadi bagian dari penambahan armada udara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mi-35M dan Kendaraan Amfibi Perkuat Kemampuan Operasional&#13;
&#13;
Di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD), helikopter Mi-35M buatan Rusia memiliki kemampuan untuk mendukung operasi militer. Informasi mengenai penerimaan dua unit pada pertengahan 2026 dan penempatannya di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, perlu dilengkapi dengan konfirmasi resmi.&#13;
&#13;
Selain menjalankan tugas pertahanan, kemampuan angkut udara juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, termasuk Papua.&#13;
&#13;
Sementara itu, Korps Marinir TNI AL menerima 12 unit kendaraan tempur amfibi AAV M-35 buatan Amerika Serikat pada 28 September 2026. Pengiriman tahap pertama tersebut merupakan bagian dari rencana pemenuhan 35 unit kendaraan untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir.&#13;
&#13;
Kendaraan tersebut dirancang untuk mengangkut personel dan bergerak di darat maupun air. Kehadirannya diharapkan meningkatkan mobilitas pasukan dalam mendukung operasi amfibi dan pengamanan wilayah strategis.&#13;
&#13;
Ragam alutsista tersebut menunjukkan upaya modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia melalui penambahan berbagai platform untuk matra darat, laut, dan udara.&#13;
&#13;
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo, penguatan alutsista diharapkan dapat membangun TNI yang semakin tangguh dan efektif. Tujuannya bukan sekadar menjaga kedaulatan, melainkan juga meningkatkan kemampuan negara dalam melindungi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung pelaksanaan misi kemanusiaan.&#13;
&#13;
Pengadaan alutsista tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang adaptif, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terdiri atas ribuan pulau.&#13;
&#13;
Presiden Prabowo menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,&amp;rdquo; ujar Prabowo dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, pembangunan kekuatan militer harus diarahkan agar TNI semakin efektif dalam menjalankan tugasnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kapal Perang dan Kapal Induk Perkuat Pertahanan Laut&#13;
&#13;
Dua kapal perang buatan Italia, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, menjadi bagian dari upaya penguatan armada TNI Angkatan Laut (AL). Kedua kapal produksi Fincantieri tersebut dirancang untuk mendukung pertahanan dan pengamanan wilayah laut Indonesia.&#13;
&#13;
Selain kedua kapal tersebut, TNI AL juga menerima kapal cepat rudal (KCR) bernama KRI Belati. Kapal ini dapat digunakan untuk mendukung operasi patroli dan tempur laut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indonesia juga meresmikan KRI Sriwijaya-100 pada 24 September 2026. Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi tersebut merupakan kapal perang bekas Angkatan Laut Italia yang kini memperkuat jajaran TNI AL.&#13;
&#13;
Kehadiran KRI Sriwijaya-100 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasi maritim sekaligus mendukung misi bantuan kemanusiaan.&#13;
&#13;
A400M dan Rafale Perkuat Kekuatan Udara&#13;
&#13;
TNI Angkatan Udara (AU) menerima satu unit pesawat angkut strategis Airbus A400M pada November 2025. Indonesia memesan dua unit pesawat tersebut untuk memperkuat kemampuan angkut strategis TNI AU.&#13;
&#13;
Pesawat ini dirancang untuk mengangkut personel, kendaraan, dan berbagai perlengkapan militer. Kemampuannya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi logistik dan misi kemanusiaan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.&#13;
&#13;
Sementara itu, jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis, mulai memperkuat kekuatan udara Indonesia pada 2026. Pada 18 Mei 2026, pemerintah mengonfirmasi penyerahan enam unit Rafale. Indonesia sendiri memesan total 42 unit pesawat tempur tersebut.&#13;
&#13;
Rafale memiliki kemampuan tempur multirole yang dapat digunakan untuk menjalankan berbagai misi pertahanan udara. Kehadirannya diharapkan meningkatkan kesiapan TNI AU dalam menjaga kedaulatan ruang udara nasional.&#13;
&#13;
Indonesia juga menerima empat unit pesawat Dassault Falcon 8X. Pesawat ini mendukung kebutuhan mobilitas udara jarak jauh untuk menunjang tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan.&#13;
&#13;
Selain pesawat tempur dan angkut, pengadaan helikopter juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasional TNI. Helikopter H225M Caracal dan H225T VVIP disebut menjadi bagian dari penambahan armada udara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mi-35M dan Kendaraan Amfibi Perkuat Kemampuan Operasional&#13;
&#13;
Di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD), helikopter Mi-35M buatan Rusia memiliki kemampuan untuk mendukung operasi militer. Informasi mengenai penerimaan dua unit pada pertengahan 2026 dan penempatannya di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, perlu dilengkapi dengan konfirmasi resmi.&#13;
&#13;
Selain menjalankan tugas pertahanan, kemampuan angkut udara juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, termasuk Papua.&#13;
&#13;
Sementara itu, Korps Marinir TNI AL menerima 12 unit kendaraan tempur amfibi AAV M-35 buatan Amerika Serikat pada 28 September 2026. Pengiriman tahap pertama tersebut merupakan bagian dari rencana pemenuhan 35 unit kendaraan untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir.&#13;
&#13;
Kendaraan tersebut dirancang untuk mengangkut personel dan bergerak di darat maupun air. Kehadirannya diharapkan meningkatkan mobilitas pasukan dalam mendukung operasi amfibi dan pengamanan wilayah strategis.&#13;
&#13;
Ragam alutsista tersebut menunjukkan upaya modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia melalui penambahan berbagai platform untuk matra darat, laut, dan udara.&#13;
&#13;
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo, penguatan alutsista diharapkan dapat membangun TNI yang semakin tangguh dan efektif. Tujuannya bukan sekadar menjaga kedaulatan, melainkan juga meningkatkan kemampuan negara dalam melindungi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
