<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRIN Miliki Tiga Kandidat Vaksin Malaria, Ditargetkan Bisa Beredar dalam 2 Tahun</title><description>Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, telah memiliki tiga kandidat vaksin malaria. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian vaksin dan obat-obatan nasional.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249132/brin-miliki-tiga-kandidat-vaksin-malaria-ditargetkan-bisa-beredar-dalam-2-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249132/brin-miliki-tiga-kandidat-vaksin-malaria-ditargetkan-bisa-beredar-dalam-2-tahun"/><item><title>BRIN Miliki Tiga Kandidat Vaksin Malaria, Ditargetkan Bisa Beredar dalam 2 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249132/brin-miliki-tiga-kandidat-vaksin-malaria-ditargetkan-bisa-beredar-dalam-2-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/20/337/3249132/brin-miliki-tiga-kandidat-vaksin-malaria-ditargetkan-bisa-beredar-dalam-2-tahun</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/20/337/3249132/kepala_brin_arif_satria-5XDA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BRIN Arif Satria (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/20/337/3249132/kepala_brin_arif_satria-5XDA_large.jpg</image><title>Kepala BRIN Arif Satria (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, telah memiliki tiga kandidat vaksin malaria. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian vaksin dan obat-obatan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk malaria kita sudah ada tiga calon vaksin ya, kandidat vaksin yang sudah kita siapkan,&amp;rdquo; ungkap Kepala BRIN Arif Satria usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).&#13;
&#13;
Arif mengatakan, Presiden Prabowo juga telah memerintahkan BRIN untuk melakukan riset terkait pengembangan vaksin malaria.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimanapun juga vaksin malaria itu sangat penting sekali karena untuk kemandirian vaksin maupun kemandirian obat-obatan itu. Jadi insyaallah ini vaksin terus berjalan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif menjelaskan, ketiga kandidat vaksin malaria tersebut belum dapat langsung diedarkan karena masih memerlukan serangkaian tahapan penelitian dan pengujian. Menurut dia, pengembangan vaksin tersebut masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini vaksin malaria ya tentu masih butuh waktu ya, karena kita sudah ada satu yang sudah masuk tahap praklinis. Tapi yang sebagian masih proof of concept. Jadi ada yang masih taraf proof of concept, masih butuh waktu mungkin dua tahun ya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif mengatakan, kandidat vaksin yang telah memasuki tahap praklinis akan dikoordinasikan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta PT Bio Farma (Persero).&#13;
&#13;
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mempercepat pengembangan kandidat vaksin hingga tahap selanjutnya. Bio Farma nantinya diproyeksikan menjadi pihak yang memproduksi vaksin tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi yang uji praklinis ya kita lagi coba untuk percepat sehingga kita harus koordinasi dengan BPOM dan juga dengan Menkes, juga dengan Bio Farma, karena nanti yang akan produksi kan Bio Farma,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, telah memiliki tiga kandidat vaksin malaria. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian vaksin dan obat-obatan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk malaria kita sudah ada tiga calon vaksin ya, kandidat vaksin yang sudah kita siapkan,&amp;rdquo; ungkap Kepala BRIN Arif Satria usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).&#13;
&#13;
Arif mengatakan, Presiden Prabowo juga telah memerintahkan BRIN untuk melakukan riset terkait pengembangan vaksin malaria.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bagaimanapun juga vaksin malaria itu sangat penting sekali karena untuk kemandirian vaksin maupun kemandirian obat-obatan itu. Jadi insyaallah ini vaksin terus berjalan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif menjelaskan, ketiga kandidat vaksin malaria tersebut belum dapat langsung diedarkan karena masih memerlukan serangkaian tahapan penelitian dan pengujian. Menurut dia, pengembangan vaksin tersebut masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini vaksin malaria ya tentu masih butuh waktu ya, karena kita sudah ada satu yang sudah masuk tahap praklinis. Tapi yang sebagian masih proof of concept. Jadi ada yang masih taraf proof of concept, masih butuh waktu mungkin dua tahun ya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Arif mengatakan, kandidat vaksin yang telah memasuki tahap praklinis akan dikoordinasikan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta PT Bio Farma (Persero).&#13;
&#13;
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mempercepat pengembangan kandidat vaksin hingga tahap selanjutnya. Bio Farma nantinya diproyeksikan menjadi pihak yang memproduksi vaksin tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi yang uji praklinis ya kita lagi coba untuk percepat sehingga kita harus koordinasi dengan BPOM dan juga dengan Menkes, juga dengan Bio Farma, karena nanti yang akan produksi kan Bio Farma,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
