<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nigeria Catat Kasus Ebola Pertama saat Wabah Menyebar di Seluruh Afrika</title><description>Nigeria mencatat kasus Ebola pertama dari wabah terbaru yang menyebar di Afrika. Sementara itu, Kenya melaporkan kasus kesembilan, memicu peringatan pejabat kesehatan regional tentang ancaman serius dari penyakit tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/21/18/3249173/nigeria-catat-kasus-ebola-pertama-saat-wabah-menyebar-di-seluruh-afrika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/21/18/3249173/nigeria-catat-kasus-ebola-pertama-saat-wabah-menyebar-di-seluruh-afrika"/><item><title>Nigeria Catat Kasus Ebola Pertama saat Wabah Menyebar di Seluruh Afrika</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/21/18/3249173/nigeria-catat-kasus-ebola-pertama-saat-wabah-menyebar-di-seluruh-afrika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/21/18/3249173/nigeria-catat-kasus-ebola-pertama-saat-wabah-menyebar-di-seluruh-afrika</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2026 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/18/3249173/nigeria-ZFWI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wabah Ebola masuk Nigeria (Foto: Ilustrasi/Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/18/3249173/nigeria-ZFWI_large.jpg</image><title>Wabah Ebola masuk Nigeria (Foto: Ilustrasi/Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nigeria mencatat kasus Ebola pertama dari wabah terbaru yang menyebar di Afrika. Sementara itu, Kenya melaporkan kasus kesembilan, memicu peringatan pejabat kesehatan regional tentang ancaman serius dari penyakit tersebut.&#13;
&#13;
Pemerintah Nigeria mengonfirmasi kasus Ebola pada seorang perempuan yang melakukan perjalanan dari Uganda ke ibu kota Abuja, melansir France24, Rabu (21/10/2026). Pasien tersebut tiba menggunakan penerbangan internasional dan sempat dirawat di rumah sakit swasta sebelum dipastikan terkena Ebola.&#13;
&#13;
Menteri Kesehatan Nigeria Muhammad Ali Pate mengatakan pasien kini menjalani isolasi dan perawatan medis. Otoritas juga memulai pelacakan terhadap 44 kontak dekat pasien, termasuk tenaga kesehatan, pasien lain, pengasuh, dan kontak perjalanan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di Kenya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kasus kesembilan pada Selasa. Pasien merupakan pria berusia 24 tahun yang disebut sebagai anggota keluarga dekat dari kasus pertama. Dia telah menjalani karantina sebelum dinyatakan positif Ebola.&#13;
&#13;
Kasus pertama Kenya dilaporkan pada 6 Oktober. Korban merupakan pengusaha berusia 40-an yang pernah tinggal di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan meninggal di Nairobi pada 5 Oktober. Sebagian besar kasus berikutnya melibatkan orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan korban pertama.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), Jean Kaseya, mengatakan wabah Ebola Bundibugyo kini menjadi wabah dengan penyebaran geografis terluas dalam sejarah, yang memengaruhi sejumlah negara di tiga wilayah Afrika.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan angka kematian mendekati 50% di DRC, kita menghadapi ancaman yang sangat serius,&amp;quot; tulis Kaseya di X.&#13;
&#13;
Dia mendesak komunitas internasional segera mengirimkan bantuan dana, perlengkapan medis, dan tenaga kesehatan untuk menangani wabah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seruan saya kepada komunitas internasional sangat mendesak: Bertindak Sekarang.&amp;quot;&#13;
&#13;
Wabah ini bermula di DRC pada Mei dan kemudian menyebar ke sejumlah negara, termasuk Uganda, Kenya, serta Nigeria. Menurut otoritas kesehatan, epidemi di DRC telah menewaskan 4.381 orang dari lebih dari 9.000 kasus yang dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Uganda menyatakan pada Selasa malam bahwa tidak ada kasus Ebola aktif yang terkonfirmasi di negara tersebut. Pemerintah Uganda juga menegaskan bahwa perjalanan melalui negaranya tidak membuktikan bahwa infeksi terjadi di sana.&#13;
&#13;
Amerika Serikat pada Selasa turut memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Kenya karena risiko kesehatan. Kasus ini menjadi infeksi Ebola pertama yang tercatat di Nigeria sejak 2014.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nigeria mencatat kasus Ebola pertama dari wabah terbaru yang menyebar di Afrika. Sementara itu, Kenya melaporkan kasus kesembilan, memicu peringatan pejabat kesehatan regional tentang ancaman serius dari penyakit tersebut.&#13;
&#13;
Pemerintah Nigeria mengonfirmasi kasus Ebola pada seorang perempuan yang melakukan perjalanan dari Uganda ke ibu kota Abuja, melansir France24, Rabu (21/10/2026). Pasien tersebut tiba menggunakan penerbangan internasional dan sempat dirawat di rumah sakit swasta sebelum dipastikan terkena Ebola.&#13;
&#13;
Menteri Kesehatan Nigeria Muhammad Ali Pate mengatakan pasien kini menjalani isolasi dan perawatan medis. Otoritas juga memulai pelacakan terhadap 44 kontak dekat pasien, termasuk tenaga kesehatan, pasien lain, pengasuh, dan kontak perjalanan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di Kenya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kasus kesembilan pada Selasa. Pasien merupakan pria berusia 24 tahun yang disebut sebagai anggota keluarga dekat dari kasus pertama. Dia telah menjalani karantina sebelum dinyatakan positif Ebola.&#13;
&#13;
Kasus pertama Kenya dilaporkan pada 6 Oktober. Korban merupakan pengusaha berusia 40-an yang pernah tinggal di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan meninggal di Nairobi pada 5 Oktober. Sebagian besar kasus berikutnya melibatkan orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan korban pertama.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), Jean Kaseya, mengatakan wabah Ebola Bundibugyo kini menjadi wabah dengan penyebaran geografis terluas dalam sejarah, yang memengaruhi sejumlah negara di tiga wilayah Afrika.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan angka kematian mendekati 50% di DRC, kita menghadapi ancaman yang sangat serius,&amp;quot; tulis Kaseya di X.&#13;
&#13;
Dia mendesak komunitas internasional segera mengirimkan bantuan dana, perlengkapan medis, dan tenaga kesehatan untuk menangani wabah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seruan saya kepada komunitas internasional sangat mendesak: Bertindak Sekarang.&amp;quot;&#13;
&#13;
Wabah ini bermula di DRC pada Mei dan kemudian menyebar ke sejumlah negara, termasuk Uganda, Kenya, serta Nigeria. Menurut otoritas kesehatan, epidemi di DRC telah menewaskan 4.381 orang dari lebih dari 9.000 kasus yang dikonfirmasi.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Uganda menyatakan pada Selasa malam bahwa tidak ada kasus Ebola aktif yang terkonfirmasi di negara tersebut. Pemerintah Uganda juga menegaskan bahwa perjalanan melalui negaranya tidak membuktikan bahwa infeksi terjadi di sana.&#13;
&#13;
Amerika Serikat pada Selasa turut memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Kenya karena risiko kesehatan. Kasus ini menjadi infeksi Ebola pertama yang tercatat di Nigeria sejak 2014.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
