<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Menag: Momentum Penguatan Santri dalam Pembangunan Bangsa</title><description>Pengembangan pesantren perlu terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas pengelolaan, kepemimpinan, dan sistem pendidikan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/21/337/3249408/dua-tahun-pemerintahan-prabowo-menag-momentum-penguatan-santri-dalam-pembangunan-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/21/337/3249408/dua-tahun-pemerintahan-prabowo-menag-momentum-penguatan-santri-dalam-pembangunan-bangsa"/><item><title>Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Menag: Momentum Penguatan Santri dalam Pembangunan Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/21/337/3249408/dua-tahun-pemerintahan-prabowo-menag-momentum-penguatan-santri-dalam-pembangunan-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/21/337/3249408/dua-tahun-pemerintahan-prabowo-menag-momentum-penguatan-santri-dalam-pembangunan-bangsa</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2026 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/337/3249408/pemerintah-qgcB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Agama Nasaruddin Umar/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/337/3249408/pemerintah-qgcB_large.jpg</image><title>Menteri Agama Nasaruddin Umar/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa.&#13;
&#13;
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan usulan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persetujuan Presiden Prabowo Subianto, dukungan DPR, serta penganggaran melalui Kementerian Keuangan menjadi bagian penting dari proses pembentukan direktorat jenderal tersebut,&amp;rdquo; ujar Nasaruddin di Jakarta, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan kelembagaan pesantren merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia, bahkan sebelum kemerdekaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga membangun kohesi sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,&amp;rdquo;lanjut Nasaruddin.&#13;
&#13;
Pesantren kata dia, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam hal kemandirian, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. &amp;nbsp;Dia juga menepis anggapan bahwa pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kitab kuning.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren dan madrasah kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak lulusan berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin mencontohkan sejumlah madrasah unggulan yang bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia. Bahkan, lulusannya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning itu sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan, dari pondok pesantren lahir anak-anak yang ahli dalam bidang robotik dan banyak santri yang ke luar negeri dengan beasiswa,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengembangan pesantren perlu terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas pengelolaan, kepemimpinan, dan sistem pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembenahan tidak hanya menyasar tata tertib santri, tetapi juga mencakup sistem pengelolaan lembaga dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pendidikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melibatkan Majelis Masyayikh, yang terdiri atas tokoh-tokoh senior pesantren, untuk memberikan masukan dan membantu pengawasan tata kelola pesantren.&#13;
&#13;
Menurut dia, keterlibatan para tokoh pesantren diharapkan dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta membantu mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditangani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah tersebut juga penting untuk mencegah terulangnya kasus-kasus yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, termasuk dugaan pelecehan dan persoalan perlindungan santri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026, kepada seluruh santri dan mengajak mereka untuk terus meningkatkan prestasi serta berbangga terhadap kontribusi pesantren bagi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lahirnya Ditjen Pesantren di tengah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, penguatan kelembagaan tersebut perlu diikuti peningkatan mutu pendidikan, pembenahan tata kelola, dan perlindungan santri agar pesantren benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan mampu melahirkan calon pemimpin masa depan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa.&#13;
&#13;
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan usulan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persetujuan Presiden Prabowo Subianto, dukungan DPR, serta penganggaran melalui Kementerian Keuangan menjadi bagian penting dari proses pembentukan direktorat jenderal tersebut,&amp;rdquo; ujar Nasaruddin di Jakarta, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan kelembagaan pesantren merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia, bahkan sebelum kemerdekaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga membangun kohesi sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,&amp;rdquo;lanjut Nasaruddin.&#13;
&#13;
Pesantren kata dia, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam hal kemandirian, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. &amp;nbsp;Dia juga menepis anggapan bahwa pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kitab kuning.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren dan madrasah kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak lulusan berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin mencontohkan sejumlah madrasah unggulan yang bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia. Bahkan, lulusannya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning itu sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan, dari pondok pesantren lahir anak-anak yang ahli dalam bidang robotik dan banyak santri yang ke luar negeri dengan beasiswa,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengembangan pesantren perlu terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas pengelolaan, kepemimpinan, dan sistem pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembenahan tidak hanya menyasar tata tertib santri, tetapi juga mencakup sistem pengelolaan lembaga dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pendidikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melibatkan Majelis Masyayikh, yang terdiri atas tokoh-tokoh senior pesantren, untuk memberikan masukan dan membantu pengawasan tata kelola pesantren.&#13;
&#13;
Menurut dia, keterlibatan para tokoh pesantren diharapkan dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta membantu mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditangani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah tersebut juga penting untuk mencegah terulangnya kasus-kasus yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, termasuk dugaan pelecehan dan persoalan perlindungan santri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026, kepada seluruh santri dan mengajak mereka untuk terus meningkatkan prestasi serta berbangga terhadap kontribusi pesantren bagi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lahirnya Ditjen Pesantren di tengah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, penguatan kelembagaan tersebut perlu diikuti peningkatan mutu pendidikan, pembenahan tata kelola, dan perlindungan santri agar pesantren benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan mampu melahirkan calon pemimpin masa depan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
