<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oknum Dokter Diduga Perkosa Anak Kandungnya yang Masih Balita hingga Terjangkit Penyakit Kelamin</title><description>Ibu korban langsung mengadu kepada anggota Komisi IX DPR, Atalia Praratya. Melalui tim Jabar Bantuan Hukum, korban kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan medis.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/21/340/3249290/oknum-dokter-diduga-perkosa-anak-kandungnya-yang-masih-balita-hingga-terjangkit-penyakit-kelamin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/21/340/3249290/oknum-dokter-diduga-perkosa-anak-kandungnya-yang-masih-balita-hingga-terjangkit-penyakit-kelamin"/><item><title>Oknum Dokter Diduga Perkosa Anak Kandungnya yang Masih Balita hingga Terjangkit Penyakit Kelamin</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/21/340/3249290/oknum-dokter-diduga-perkosa-anak-kandungnya-yang-masih-balita-hingga-terjangkit-penyakit-kelamin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/21/340/3249290/oknum-dokter-diduga-perkosa-anak-kandungnya-yang-masih-balita-hingga-terjangkit-penyakit-kelamin</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2026 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/340/3249290/viral-SERg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pelaku Pencabulan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/340/3249290/viral-SERg_large.jpg</image><title>Ilustrasi Pelaku Pencabulan</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Oknum dokter di rumah sakit swasta di Bandung berinisial IS, tega mencabuli anak kandungnya yang masih berusia tiga tahun. Korban bahkan mengalami penyakit infeksi menular seksual.&#13;
&#13;
Tim Pengacara Jabar Bantuan Hukum, Debi, mengungkapkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban yang masih balita tersebut terinfeksi penyakit menular seksual (gonore).&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami gonore atau infeksi menular seksual (IMS),&amp;quot; ujar Debi, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Dari hasil investigasi tim hukum, tindakan asusila tersebut diduga tidak terjadi hanya sekali, melainkan berulang kali. Aksi bejat itu dilakukan pelaku di sebuah hotel di Kota Bandung serta di rumah saat ibu korban sedang pergi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Persoalan ini semakin pelik lantaran terduga pelaku IS diduga nekat membawa kabur korban tanpa sepengetahuan maupun persetujuan ibu korban sejak 28 September 2026.&#13;
&#13;
Kasus bejat ini terungkap setelah ibu korban, MS, menaruh curiga atas perilaku tidak biasa yang diperagakan oleh anaknya. Korban sempat memperagakan adegan dewasa di hadapan sang ibu dan mengaku melihatnya melalui telepon genggam milik ayahnya.&#13;
&#13;
Ibu korban langsung mengadu kepada anggota Komisi IX DPR, Atalia Praratya. Melalui tim Jabar Bantuan Hukum, korban kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan medis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara pada hari yang sama, ibu korban langsung membuat laporan resmi ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.&#13;
&#13;
Namun, pihak kuasa hukum menyayangkan lambannya penindakan, mengingat hingga lebih dari tiga minggu korban dibawa kabur, belum ada upaya penjemputan paksa terhadap terduga pelaku.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi penyidik kepada pihak keluarga, keberadaan IS dan korban sementara ini terlacak masih berada di wilayah Jawa Barat, meski titik koordinat pastinya belum dibagikan kepada kuasa hukum.&#13;
&#13;
Tim hukum mendesak kepolisian agar segera menangani kasus ini secara serius dan terbuka, mengingat pelaku merupakan ayah kandung sekaligus tenaga medis yang seharusnya melindungi keselamatan sang anak.&#13;
</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Oknum dokter di rumah sakit swasta di Bandung berinisial IS, tega mencabuli anak kandungnya yang masih berusia tiga tahun. Korban bahkan mengalami penyakit infeksi menular seksual.&#13;
&#13;
Tim Pengacara Jabar Bantuan Hukum, Debi, mengungkapkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban yang masih balita tersebut terinfeksi penyakit menular seksual (gonore).&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami gonore atau infeksi menular seksual (IMS),&amp;quot; ujar Debi, Rabu (21/10/2026).&#13;
&#13;
Dari hasil investigasi tim hukum, tindakan asusila tersebut diduga tidak terjadi hanya sekali, melainkan berulang kali. Aksi bejat itu dilakukan pelaku di sebuah hotel di Kota Bandung serta di rumah saat ibu korban sedang pergi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Persoalan ini semakin pelik lantaran terduga pelaku IS diduga nekat membawa kabur korban tanpa sepengetahuan maupun persetujuan ibu korban sejak 28 September 2026.&#13;
&#13;
Kasus bejat ini terungkap setelah ibu korban, MS, menaruh curiga atas perilaku tidak biasa yang diperagakan oleh anaknya. Korban sempat memperagakan adegan dewasa di hadapan sang ibu dan mengaku melihatnya melalui telepon genggam milik ayahnya.&#13;
&#13;
Ibu korban langsung mengadu kepada anggota Komisi IX DPR, Atalia Praratya. Melalui tim Jabar Bantuan Hukum, korban kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan medis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara pada hari yang sama, ibu korban langsung membuat laporan resmi ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.&#13;
&#13;
Namun, pihak kuasa hukum menyayangkan lambannya penindakan, mengingat hingga lebih dari tiga minggu korban dibawa kabur, belum ada upaya penjemputan paksa terhadap terduga pelaku.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi penyidik kepada pihak keluarga, keberadaan IS dan korban sementara ini terlacak masih berada di wilayah Jawa Barat, meski titik koordinat pastinya belum dibagikan kepada kuasa hukum.&#13;
&#13;
Tim hukum mendesak kepolisian agar segera menangani kasus ini secara serius dan terbuka, mengingat pelaku merupakan ayah kandung sekaligus tenaga medis yang seharusnya melindungi keselamatan sang anak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
