<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Presiden Serbia Sebut Perang Dunia III Tak Bisa Dihindari </title><description>Prediksi Vucic didasarkan pada peningkatan dan penumpukan kekuatan militer di Eropa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249378/eks-presiden-serbia-sebut-perang-dunia-iii-tak-bisa-dihindari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249378/eks-presiden-serbia-sebut-perang-dunia-iii-tak-bisa-dihindari"/><item><title>Eks Presiden Serbia Sebut Perang Dunia III Tak Bisa Dihindari </title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249378/eks-presiden-serbia-sebut-perang-dunia-iii-tak-bisa-dihindari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249378/eks-presiden-serbia-sebut-perang-dunia-iii-tak-bisa-dihindari</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 03:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/18/3249378/mantan_presiden_serbia_aleksandr_vucic-sTlR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Presiden Serbia Aleksandr Vucic.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/18/3249378/mantan_presiden_serbia_aleksandr_vucic-sTlR_large.jpg</image><title>Mantan Presiden Serbia Aleksandr Vucic.</title></images><description>MOSKOW - Mantan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, memperingatkan bahwa dunia sedang menuju konflik militer besar. Ia menyatakan bahwa Perang Dunia III tidak terelakkan di tengah percepatan penumpukan militer di seluruh Eropa, sebagaimana dilaporkan oleh media regional pada Selasa, (20/10/2026).&#13;
&#13;
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Rusia Ksenia Sobchak, Vucic mengungkapkan kekhawatirannya atas meningkatnya pengeluaran pertahanan di negara-negara Eropa&amp;mdash;termasuk negara-negara Skandinavia&amp;mdash;yang kini tengah memperkuat kemampuan militer mereka.&#13;
&#13;
Ia mencontohkan produsen pertahanan Jerman, Rheinmetall, dengan menyebutkan bahwa laba perusahaan tersebut telah meningkat hingga 17 kali lipat di tengah tingginya permintaan akan peralatan militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika Anda tidak melihat bagaimana Eropa mempersenjatai diri, berarti Anda sengaja mengabaikannya. Namun, mengapa mereka mempersenjatai diri? Untuk tujuan apa?&amp;rdquo; ​​tanya Vucic, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Ia mengibaratkan situasi ini dengan prinsip sastra dari penulis drama Rusia, Anton Chekhov, yang menyatakan bahwa jika sebuah senjata dimunculkan pada babak pertama sebuah drama, maka senjata itu pada akhirnya harus ditembakkan. Hal ini menyiratkan bahwa penumpukan senjata dapat berujung pada konflik bersenjata.&#13;
&#13;
Pemerintah negara-negara Eropa umumnya membenarkan peningkatan pengeluaran pertahanan tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk memperkuat keamanan dan menangkal potensi ancaman dari Rusia.&#13;
&#13;
Akan tetapi, Vucic mengungkapkan pandangan pesimistis mengenai arah perkembangan keamanan global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya akan menjadi orang paling bahagia di dunia jika ternyata saya salah, namun saya khawatir bukan itu kenyataannya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam wawancara tersebut, Vucic juga membahas hubungan Serbia dengan Rusia dan negara-negara Barat, serta perang di Ukraina. Ia menekankan pentingnya diplomasi dan negosiasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.&#13;
</description><content:encoded>MOSKOW - Mantan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, memperingatkan bahwa dunia sedang menuju konflik militer besar. Ia menyatakan bahwa Perang Dunia III tidak terelakkan di tengah percepatan penumpukan militer di seluruh Eropa, sebagaimana dilaporkan oleh media regional pada Selasa, (20/10/2026).&#13;
&#13;
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Rusia Ksenia Sobchak, Vucic mengungkapkan kekhawatirannya atas meningkatnya pengeluaran pertahanan di negara-negara Eropa&amp;mdash;termasuk negara-negara Skandinavia&amp;mdash;yang kini tengah memperkuat kemampuan militer mereka.&#13;
&#13;
Ia mencontohkan produsen pertahanan Jerman, Rheinmetall, dengan menyebutkan bahwa laba perusahaan tersebut telah meningkat hingga 17 kali lipat di tengah tingginya permintaan akan peralatan militer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika Anda tidak melihat bagaimana Eropa mempersenjatai diri, berarti Anda sengaja mengabaikannya. Namun, mengapa mereka mempersenjatai diri? Untuk tujuan apa?&amp;rdquo; ​​tanya Vucic, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Ia mengibaratkan situasi ini dengan prinsip sastra dari penulis drama Rusia, Anton Chekhov, yang menyatakan bahwa jika sebuah senjata dimunculkan pada babak pertama sebuah drama, maka senjata itu pada akhirnya harus ditembakkan. Hal ini menyiratkan bahwa penumpukan senjata dapat berujung pada konflik bersenjata.&#13;
&#13;
Pemerintah negara-negara Eropa umumnya membenarkan peningkatan pengeluaran pertahanan tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk memperkuat keamanan dan menangkal potensi ancaman dari Rusia.&#13;
&#13;
Akan tetapi, Vucic mengungkapkan pandangan pesimistis mengenai arah perkembangan keamanan global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya akan menjadi orang paling bahagia di dunia jika ternyata saya salah, namun saya khawatir bukan itu kenyataannya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam wawancara tersebut, Vucic juga membahas hubungan Serbia dengan Rusia dan negara-negara Barat, serta perang di Ukraina. Ia menekankan pentingnya diplomasi dan negosiasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
