<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harta Karun Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Bekas Lapangan Olahraga Jerman</title><description>Sebanyak 11 koin kuno ditemukan pada sebuah lokasi konstruksi di Jerman setelah terkubur selama lebih dari 2.000 tahun. Temuan tersebut terungkap saat para arkeolog melakukan penggalian di bekas lapangan olahraga yang akan dibangun menjadi stasiun pemadam kebakaran di Singer Berg, negara bagian Thuringia, Jerman tengah. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249402/harta-karun-berusia-2-000-tahun-ditemukan-di-bekas-lapangan-olahraga-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249402/harta-karun-berusia-2-000-tahun-ditemukan-di-bekas-lapangan-olahraga-jerman"/><item><title>Harta Karun Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Bekas Lapangan Olahraga Jerman</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249402/harta-karun-berusia-2-000-tahun-ditemukan-di-bekas-lapangan-olahraga-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249402/harta-karun-berusia-2-000-tahun-ditemukan-di-bekas-lapangan-olahraga-jerman</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 04:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/21/18/3249402/harta_karun-tZAa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harta karun berusia 2000 tahun ditemukan di Jerman (Foto: Foxnews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/21/18/3249402/harta_karun-tZAa_large.jpg</image><title>Harta karun berusia 2000 tahun ditemukan di Jerman (Foto: Foxnews)</title></images><description>JERMAN - Sebanyak 11 koin kuno ditemukan pada sebuah lokasi konstruksi di Jerman setelah terkubur selama lebih dari 2.000 tahun. Temuan tersebut terungkap saat para arkeolog melakukan penggalian di bekas lapangan olahraga yang akan dibangun menjadi stasiun pemadam kebakaran di Singer Berg, negara bagian Thuringia, Jerman tengah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Temuan ini diumumkan Kantor Negara Bagian Thuringia untuk Pelestarian Monumen dan Arkeologi (TLDA). Dalam siaran persnya, melansir Foxnews, Rabu (21/10/2026), para pejabat menyebutkan bahwa direktur penggalian, Ronny Krause, menemukan koin-koin tersebut ketika tim arkeolog menyelidiki area bekas lapangan olahraga menjelang pembangunan stasiun pemadam kebakaran baru.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penggalian lanjutan yang dilakukan pada Agustus 2026 mengonfirmasi bahwa 11 koin tersebut berasal dari abad pertama sebelum Masehi (SM). Temuan itu tercatat sebagai timbunan koin Celtic terbesar dari periode tersebut yang pernah ditemukan di Thuringia.&#13;
Kesebelas koin tersebut diidentifikasi sebagai quinarii tipe Praha, yakni jenis mata uang kuno yang digunakan oleh bangsa Celtic.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, hanya sekitar 80 contoh quinarii ini yang telah diidentifikasi di seluruh Thuringia, yang menggarisbawahi signifikansi timbunan Singen,&amp;quot; demikian bunyi pernyataan itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Percetakan uang logam yang bertanggung jawab untuk memproduksi koin-koin tersebut diyakini berlokasi di wilayah Gotha, di sebelah barat laut,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Bangsa Celtic merupakan kelompok masyarakat kuno yang mendiami sebagian besar wilayah Eropa selama Zaman Besi. Bahasa dan tradisi Celtic masih bertahan hingga kini di sejumlah wilayah, seperti Irlandia, Skotlandia, dan Wales.&#13;
&#13;
Para arkeolog menduga koin-koin tersebut awalnya disimpan bersama dalam sebuah wadah berbahan organik yang kemudian membusuk. Saat ditemukan, koin-koin itu tersebar di area seluas sekitar 19 kaki x 5 kaki. Penyebarannya diduga terjadi akibat aktivitas pembajakan tanah.&#13;
Pihak berwenang mengategorikan temuan ini sebagai &amp;quot;temuan tertutup&amp;quot;, yang menunjukkan bahwa seluruh koin yang semula dikubur bersama telah berhasil ditemukan kembali.&#13;
&#13;
Meski jumlahnya hanya 11 keping, temuan tersebut memiliki nilai penting bagi penelitian sejarah dan arkeologi. Koin-koin itu dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas ekonomi dan hubungan antarmasyarakat pada masa lampau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui pemetaan penemuan yang berkelanjutan dari periode dan latar belakang budaya yang sama, para peneliti dapat menarik kesimpulan tentang jalur perdagangan kuno dan pusat produksi,&amp;quot; tambah pernyataan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penemuan harta karun Singen telah secara signifikan memperluas pengetahuan kita yang ada di bidang ini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Selain koin Celtic, para arkeolog juga menemukan koin Romawi kuno dan manik-manik kaca dari abad pertengahan. Temuan lainnya meliputi pecahan pisau, koin perak tambahan, serta kancing seragam Prusia yang diperkirakan berasal dari abad ke-19 atau ke-20.&#13;
&#13;
Beragam artefak tersebut menunjukkan bahwa lokasi penggalian di Singer Berg menyimpan jejak aktivitas manusia dari sejumlah periode sejarah yang berbeda.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JERMAN - Sebanyak 11 koin kuno ditemukan pada sebuah lokasi konstruksi di Jerman setelah terkubur selama lebih dari 2.000 tahun. Temuan tersebut terungkap saat para arkeolog melakukan penggalian di bekas lapangan olahraga yang akan dibangun menjadi stasiun pemadam kebakaran di Singer Berg, negara bagian Thuringia, Jerman tengah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Temuan ini diumumkan Kantor Negara Bagian Thuringia untuk Pelestarian Monumen dan Arkeologi (TLDA). Dalam siaran persnya, melansir Foxnews, Rabu (21/10/2026), para pejabat menyebutkan bahwa direktur penggalian, Ronny Krause, menemukan koin-koin tersebut ketika tim arkeolog menyelidiki area bekas lapangan olahraga menjelang pembangunan stasiun pemadam kebakaran baru.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penggalian lanjutan yang dilakukan pada Agustus 2026 mengonfirmasi bahwa 11 koin tersebut berasal dari abad pertama sebelum Masehi (SM). Temuan itu tercatat sebagai timbunan koin Celtic terbesar dari periode tersebut yang pernah ditemukan di Thuringia.&#13;
Kesebelas koin tersebut diidentifikasi sebagai quinarii tipe Praha, yakni jenis mata uang kuno yang digunakan oleh bangsa Celtic.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini, hanya sekitar 80 contoh quinarii ini yang telah diidentifikasi di seluruh Thuringia, yang menggarisbawahi signifikansi timbunan Singen,&amp;quot; demikian bunyi pernyataan itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Percetakan uang logam yang bertanggung jawab untuk memproduksi koin-koin tersebut diyakini berlokasi di wilayah Gotha, di sebelah barat laut,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Bangsa Celtic merupakan kelompok masyarakat kuno yang mendiami sebagian besar wilayah Eropa selama Zaman Besi. Bahasa dan tradisi Celtic masih bertahan hingga kini di sejumlah wilayah, seperti Irlandia, Skotlandia, dan Wales.&#13;
&#13;
Para arkeolog menduga koin-koin tersebut awalnya disimpan bersama dalam sebuah wadah berbahan organik yang kemudian membusuk. Saat ditemukan, koin-koin itu tersebar di area seluas sekitar 19 kaki x 5 kaki. Penyebarannya diduga terjadi akibat aktivitas pembajakan tanah.&#13;
Pihak berwenang mengategorikan temuan ini sebagai &amp;quot;temuan tertutup&amp;quot;, yang menunjukkan bahwa seluruh koin yang semula dikubur bersama telah berhasil ditemukan kembali.&#13;
&#13;
Meski jumlahnya hanya 11 keping, temuan tersebut memiliki nilai penting bagi penelitian sejarah dan arkeologi. Koin-koin itu dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas ekonomi dan hubungan antarmasyarakat pada masa lampau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui pemetaan penemuan yang berkelanjutan dari periode dan latar belakang budaya yang sama, para peneliti dapat menarik kesimpulan tentang jalur perdagangan kuno dan pusat produksi,&amp;quot; tambah pernyataan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penemuan harta karun Singen telah secara signifikan memperluas pengetahuan kita yang ada di bidang ini,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Selain koin Celtic, para arkeolog juga menemukan koin Romawi kuno dan manik-manik kaca dari abad pertengahan. Temuan lainnya meliputi pecahan pisau, koin perak tambahan, serta kancing seragam Prusia yang diperkirakan berasal dari abad ke-19 atau ke-20.&#13;
&#13;
Beragam artefak tersebut menunjukkan bahwa lokasi penggalian di Singer Berg menyimpan jejak aktivitas manusia dari sejumlah periode sejarah yang berbeda.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
