<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Siapkan Senjata Baru &amp;#039;Bapak dari Semua Bom&amp;#039;, Tantang AS?</title><description>Iran dikabarkan tengah mempersiapkan senjata baru yang disebut sebagai ?? bapak dari semua bom”. Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penggunaan bom konvensional terbesar milik Washington untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249465/iran-siapkan-senjata-baru-039-bapak-dari-semua-bom-039-tantang-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249465/iran-siapkan-senjata-baru-039-bapak-dari-semua-bom-039-tantang-as"/><item><title>Iran Siapkan Senjata Baru &amp;#039;Bapak dari Semua Bom&amp;#039;, Tantang AS?</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249465/iran-siapkan-senjata-baru-039-bapak-dari-semua-bom-039-tantang-as</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/22/18/3249465/iran-siapkan-senjata-baru-039-bapak-dari-semua-bom-039-tantang-as</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2026 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/22/18/3249465/rudal_iran-dGL9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rudal Iran (foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/22/18/3249465/rudal_iran-dGL9_large.jpg</image><title>Rudal Iran (foto: AP)</title></images><description>&#13;
&#13;
IRAN - Iran dikabarkan tengah mempersiapkan senjata baru yang disebut sebagai &amp;ldquo;bapak dari semua bom&amp;rdquo;. Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penggunaan bom konvensional terbesar milik Washington untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.&#13;
&#13;
Juru bicara Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Mohebi, mengatakan bahwa persiapan untuk memperkenalkan senjata tersebut sedang berlangsung. Namun, dia tidak mengungkapkan spesifikasi maupun kemampuan senjata yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita sedang dalam tahap persiapan untuk mengungkap &amp;#39;bapak dari semua bom&amp;#39;. Ini adalah sesuatu yang baru bagi musuh,&amp;rdquo; kata Mohebi, dilansir dari trtworld, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada Jumat mengisyaratkan kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), yang dikenal dengan julukan &amp;ldquo;induk dari semua bom&amp;rdquo;, untuk menargetkan fasilitas nuklir Iran.&#13;
&#13;
GBU-43/B memiliki berat sekitar 9.800 kilogram atau 21.600 pon. Senjata tersebut merupakan salah satu bom konvensional nonnuklir terbesar yang dimiliki militer AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bom itu pertama kali digunakan pada April 2017, saat masa jabatan pertama Trump, untuk menyerang kompleks terowongan milik kelompok teroris Daesh di Afghanistan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Mohebi juga mengklaim bahwa persediaan rudal Iran meningkat 1,5 kali lipat setelah perang selama 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025. Meski demikian, dia tidak menyebutkan jumlah pasti persediaan rudal tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kualitas rudal telah meningkat secara signifikan, dan jangkauan, daya hancur, serta akurasi dalam mengenai sasaran juga meningkat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Israel dan AS melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan fasilitas militer AS di sejumlah negara Arab.&#13;
&#13;
Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni, sebelum memulai perundingan. Namun, negosiasi tersebut akhirnya gagal akibat perbedaan pendapat mengenai kebebasan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman energi dan barang dunia.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
IRAN - Iran dikabarkan tengah mempersiapkan senjata baru yang disebut sebagai &amp;ldquo;bapak dari semua bom&amp;rdquo;. Pernyataan ini muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penggunaan bom konvensional terbesar milik Washington untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.&#13;
&#13;
Juru bicara Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Mohebi, mengatakan bahwa persiapan untuk memperkenalkan senjata tersebut sedang berlangsung. Namun, dia tidak mengungkapkan spesifikasi maupun kemampuan senjata yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita sedang dalam tahap persiapan untuk mengungkap &amp;#39;bapak dari semua bom&amp;#39;. Ini adalah sesuatu yang baru bagi musuh,&amp;rdquo; kata Mohebi, dilansir dari trtworld, Kamis (22/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada Jumat mengisyaratkan kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), yang dikenal dengan julukan &amp;ldquo;induk dari semua bom&amp;rdquo;, untuk menargetkan fasilitas nuklir Iran.&#13;
&#13;
GBU-43/B memiliki berat sekitar 9.800 kilogram atau 21.600 pon. Senjata tersebut merupakan salah satu bom konvensional nonnuklir terbesar yang dimiliki militer AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bom itu pertama kali digunakan pada April 2017, saat masa jabatan pertama Trump, untuk menyerang kompleks terowongan milik kelompok teroris Daesh di Afghanistan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Mohebi juga mengklaim bahwa persediaan rudal Iran meningkat 1,5 kali lipat setelah perang selama 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025. Meski demikian, dia tidak menyebutkan jumlah pasti persediaan rudal tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kualitas rudal telah meningkat secara signifikan, dan jangkauan, daya hancur, serta akurasi dalam mengenai sasaran juga meningkat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Israel dan AS melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan fasilitas militer AS di sejumlah negara Arab.&#13;
&#13;
Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni, sebelum memulai perundingan. Namun, negosiasi tersebut akhirnya gagal akibat perbedaan pendapat mengenai kebebasan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman energi dan barang dunia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
