<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Udara Jakarta Tak Sehat, Pramono: Bukan karena Asap Karhutla</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa memburuknya kualitas udara di Ibu Kota bukan disebabkan oleh kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, terdapat faktor lain yang menyebabkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/23/338/3249846/udara-jakarta-tak-sehat-pramono-bukan-karena-asap-karhutla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/23/338/3249846/udara-jakarta-tak-sehat-pramono-bukan-karena-asap-karhutla"/><item><title>Udara Jakarta Tak Sehat, Pramono: Bukan karena Asap Karhutla</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/23/338/3249846/udara-jakarta-tak-sehat-pramono-bukan-karena-asap-karhutla</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/23/338/3249846/udara-jakarta-tak-sehat-pramono-bukan-karena-asap-karhutla</guid><pubDate>Jum'at 23 Oktober 2026 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/23/338/3249846/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-GdzP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/23/338/3249846/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-GdzP_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa memburuknya kualitas udara di Ibu Kota bukan disebabkan oleh kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, terdapat faktor lain yang menyebabkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berkaitan dengan udara Jakarta, yang jelas sekarang ini tidak ada efek dari kebakaran hutan yang ada di mana pun. Bahwa udara Jakarta belum sempurna? Iya,&amp;quot; kata Pramono kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).&#13;
&#13;
Untuk mengurangi polusi udara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan. Sejak Kamis, 22 Oktober 2026, OMC dilaksanakan di wilayah Bogor dan Tangerang Selatan karena awan yang menjadi target penyemaian berada di daerah perbatasan Jakarta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya memang awannya itu sekarang dari kemarin masih di sana, maka hujan terjadi di perbatasan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono meyakini hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada Jumat sore hingga malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada potensi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat untuk turun hujan, mudah-mudahan sore malam hari ini,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Hujan buatan tersebut diharapkan dapat membantu menyejukkan suasana Jakarta menjelang penyelenggaraan dua acara besar, yakni Jakarta Running Festival (JRF) pada 24-25 Oktober 2026 dan konser YE Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mudah-mudahan ini bisa membuat Jakarta Running Festival menjadi lebih nyaman karena bagaimanapun, walaupun sekarang saja hujannya baru di perbatasan Tangsel dan Bogor, tetapi apa anginnya terasa sampai Jakarta ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa memburuknya kualitas udara di Ibu Kota bukan disebabkan oleh kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, terdapat faktor lain yang menyebabkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Berkaitan dengan udara Jakarta, yang jelas sekarang ini tidak ada efek dari kebakaran hutan yang ada di mana pun. Bahwa udara Jakarta belum sempurna? Iya,&amp;quot; kata Pramono kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).&#13;
&#13;
Untuk mengurangi polusi udara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan. Sejak Kamis, 22 Oktober 2026, OMC dilaksanakan di wilayah Bogor dan Tangerang Selatan karena awan yang menjadi target penyemaian berada di daerah perbatasan Jakarta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya memang awannya itu sekarang dari kemarin masih di sana, maka hujan terjadi di perbatasan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono meyakini hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada Jumat sore hingga malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada potensi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat untuk turun hujan, mudah-mudahan sore malam hari ini,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Hujan buatan tersebut diharapkan dapat membantu menyejukkan suasana Jakarta menjelang penyelenggaraan dua acara besar, yakni Jakarta Running Festival (JRF) pada 24-25 Oktober 2026 dan konser YE Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Oktober 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mudah-mudahan ini bisa membuat Jakarta Running Festival menjadi lebih nyaman karena bagaimanapun, walaupun sekarang saja hujannya baru di perbatasan Tangsel dan Bogor, tetapi apa anginnya terasa sampai Jakarta ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
