<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Besar M7,1 Vanuatu Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia</title><description>Wijayanto melanjutkan, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M6,3.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/24/337/3249927/gempa-besar-m7-1-vanuatu-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/24/337/3249927/gempa-besar-m7-1-vanuatu-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia"/><item><title>Gempa Besar M7,1 Vanuatu Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/24/337/3249927/gempa-besar-m7-1-vanuatu-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/24/337/3249927/gempa-besar-m7-1-vanuatu-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 24 Oktober 2026 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/24/337/3249927/viral-Pvay_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa Besar M7,1 Vanuatu Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/24/337/3249927/viral-Pvay_large.jpg</image><title>Gempa Besar M7,1 Vanuatu Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, gempa besar M7,1 yang mengguncang wilayah Kepulauan Vanuatu tidak berpotensi tsunami di Indonesia. Dampak yang disebabkan gempa tersebut belum diketahui.&#13;
&#13;
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa besar di Vanuatu&amp;nbsp;ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,0 pada kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 14,00&amp;deg; LS ; 165,80&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut 500 km barat laut Portvila, Vanuatu,&amp;rdquo; &amp;nbsp;kata Wijayanto, Sabtu (24/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di zona outer-rise dekat New Hebrides Trench.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wijayanto melanjutkan, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M6,3.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, gempa besar M7,1 yang mengguncang wilayah Kepulauan Vanuatu tidak berpotensi tsunami di Indonesia. Dampak yang disebabkan gempa tersebut belum diketahui.&#13;
&#13;
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa besar di Vanuatu&amp;nbsp;ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,0 pada kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 14,00&amp;deg; LS ; 165,80&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut 500 km barat laut Portvila, Vanuatu,&amp;rdquo; &amp;nbsp;kata Wijayanto, Sabtu (24/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di zona outer-rise dekat New Hebrides Trench.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Wijayanto melanjutkan, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M6,3.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
