<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Masih Buru 2 Orang Terkait Laboratorium Sabu Blue Ice 1,2 Ton di Aceh</title><description>Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih memburu dua orang, yang diduga terlibat dalam kasus laboratorium pembuatan sabu jenis Blue Ice seberat 1,2 ton di Aceh.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250541/polri-masih-buru-2-orang-terkait-laboratorium-sabu-blue-ice-1-2-ton-di-aceh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250541/polri-masih-buru-2-orang-terkait-laboratorium-sabu-blue-ice-1-2-ton-di-aceh"/><item><title>Polri Masih Buru 2 Orang Terkait Laboratorium Sabu Blue Ice 1,2 Ton di Aceh</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250541/polri-masih-buru-2-orang-terkait-laboratorium-sabu-blue-ice-1-2-ton-di-aceh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250541/polri-masih-buru-2-orang-terkait-laboratorium-sabu-blue-ice-1-2-ton-di-aceh</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2026 00:10 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/27/337/3250541/tersangka_narkoba-cBbg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tersangka narkoba (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/27/337/3250541/tersangka_narkoba-cBbg_large.jpg</image><title>Tersangka narkoba (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih memburu dua orang, yang diduga terlibat dalam kasus laboratorium pembuatan sabu jenis Blue Ice seberat 1,2 ton di Aceh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap dua orang,&amp;quot; kata Kasubdit III Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).&#13;
&#13;
Dua orang yang masuk dalam daftar pencarian tersebut berinisial ES dan JM. Berdasarkan keterangan tersangka lainnya, keduanya diduga berperan sebagai pengendali dan pendana laboratorium tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Khusus untuk JM, merupakan pengendali laboratorium. Ini adalah warga Pidie,&amp;quot; ujar Zulkarnain.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, ES diduga berperan sebagai pendana. Menurut Zulkarnain, ES memerintahkan sejumlah orang berangkat ke Medan untuk membeli berbagai perlengkapan, seperti mesin cuci, kompor, dan peralatan lainnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sebanyak 10 tersangka kasus laboratorium pembuatan sabu *Blue Ice* seberat 1,2 ton di Aceh dibawa ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/10/2026) malam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Para tersangka tiba sekitar pukul 18.22 WIB. Mereka mengenakan baju tahanan berwarna oranye, tangan diborgol, dan wajah ditutup masker.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sudah menetapkan perkaranya menjadi penyidikan dan sudah menetapkan sebanyak 10 orang tersangka,&amp;quot; kata Zulkarnain.&#13;
&#13;
Sepuluh tersangka tersebut terdiri atas LJ dan XM, yang merupakan warga negara China. Keduanya diduga berperan sebagai koki atau ahli kimia yang mengolah sabu cair menjadi kristal.&#13;
&#13;
Selanjutnya, MY dan MZ berperan sebagai asisten koki yang membantu proses pengolahan serta pengemasan sabu kristal agar siap diedarkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, AY berperan sebagai penyuplai logistik sekaligus menyiapkan lokasi *clandestine lab* agar siap beroperasi. Ini yang saya maksud tadi, dia menyamarkan dirinya bekerja sebagai bengkel, mempekerjakan si AK yang tadi menjadi saksi,&amp;quot; ujar Zulkarnain.&#13;
&#13;
Tersangka RJ berperan membeli dan memenuhi kebutuhan perlengkapan serta peralatan untuk mengolah sabu cair.&#13;
&#13;
Adapun BS dan MN diduga bertugas menjemput dan mengantarkan dua warga negara China yang berperan sebagai koki dari Malaysia ke Aceh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, RM dan RY bertugas menjemput kedua koki tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, lalu mengantarkan mereka ke lokasi pembuatan sabu kristal.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap kasus laboratorium pembuatan sabu *Blue Ice* seberat 1,2 ton di Aceh. Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan (*joint operation*) Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis. Yang paling penting, kita bisa menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran yang dapat merusak masa depan anak-anak kita. Tepuk tangan dulu, Bapak dan Ibu sekalian,&amp;quot; kata Suyudi dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026).&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih memburu dua orang, yang diduga terlibat dalam kasus laboratorium pembuatan sabu jenis Blue Ice seberat 1,2 ton di Aceh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap dua orang,&amp;quot; kata Kasubdit III Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).&#13;
&#13;
Dua orang yang masuk dalam daftar pencarian tersebut berinisial ES dan JM. Berdasarkan keterangan tersangka lainnya, keduanya diduga berperan sebagai pengendali dan pendana laboratorium tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Khusus untuk JM, merupakan pengendali laboratorium. Ini adalah warga Pidie,&amp;quot; ujar Zulkarnain.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, ES diduga berperan sebagai pendana. Menurut Zulkarnain, ES memerintahkan sejumlah orang berangkat ke Medan untuk membeli berbagai perlengkapan, seperti mesin cuci, kompor, dan peralatan lainnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sebanyak 10 tersangka kasus laboratorium pembuatan sabu *Blue Ice* seberat 1,2 ton di Aceh dibawa ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/10/2026) malam.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Para tersangka tiba sekitar pukul 18.22 WIB. Mereka mengenakan baju tahanan berwarna oranye, tangan diborgol, dan wajah ditutup masker.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sudah menetapkan perkaranya menjadi penyidikan dan sudah menetapkan sebanyak 10 orang tersangka,&amp;quot; kata Zulkarnain.&#13;
&#13;
Sepuluh tersangka tersebut terdiri atas LJ dan XM, yang merupakan warga negara China. Keduanya diduga berperan sebagai koki atau ahli kimia yang mengolah sabu cair menjadi kristal.&#13;
&#13;
Selanjutnya, MY dan MZ berperan sebagai asisten koki yang membantu proses pengolahan serta pengemasan sabu kristal agar siap diedarkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian, AY berperan sebagai penyuplai logistik sekaligus menyiapkan lokasi *clandestine lab* agar siap beroperasi. Ini yang saya maksud tadi, dia menyamarkan dirinya bekerja sebagai bengkel, mempekerjakan si AK yang tadi menjadi saksi,&amp;quot; ujar Zulkarnain.&#13;
&#13;
Tersangka RJ berperan membeli dan memenuhi kebutuhan perlengkapan serta peralatan untuk mengolah sabu cair.&#13;
&#13;
Adapun BS dan MN diduga bertugas menjemput dan mengantarkan dua warga negara China yang berperan sebagai koki dari Malaysia ke Aceh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, RM dan RY bertugas menjemput kedua koki tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, lalu mengantarkan mereka ke lokasi pembuatan sabu kristal.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap kasus laboratorium pembuatan sabu *Blue Ice* seberat 1,2 ton di Aceh. Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi gabungan (*joint operation*) Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis. Yang paling penting, kita bisa menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran yang dapat merusak masa depan anak-anak kita. Tepuk tangan dulu, Bapak dan Ibu sekalian,&amp;quot; kata Suyudi dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
