<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kongres GPM, Megawati Minta Pengurus Pelajari Pemikiran Bung Karno</title><description>Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan kepada jajaran pengurus Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) agar terus mempelajari pemikiran Presiden ke-1 RI Soekarno atau Bung Karno tentang marhaenisme. Hal itu disampaikan melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres GPM ke-X di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250753/kongres-gpm-megawati-minta-pengurus-pelajari-pemikiran-bung-karno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250753/kongres-gpm-megawati-minta-pengurus-pelajari-pemikiran-bung-karno"/><item><title>Kongres GPM, Megawati Minta Pengurus Pelajari Pemikiran Bung Karno</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250753/kongres-gpm-megawati-minta-pengurus-pelajari-pemikiran-bung-karno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/28/337/3250753/kongres-gpm-megawati-minta-pengurus-pelajari-pemikiran-bung-karno</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2026 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/28/337/3250753/sekjen_pdip-SPp9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat sampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/28/337/3250753/sekjen_pdip-SPp9_large.jpg</image><title>Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat sampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan kepada jajaran pengurus Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) agar terus mempelajari pemikiran Presiden ke-1 RI Soekarno atau Bung Karno tentang marhaenisme. Hal itu disampaikan melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres GPM ke-X di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Disampaikan oleh Bu Mega yang pertama adalah salam hangat buat seluruh keluarga Gerakan Pemuda Marhaenis,&amp;quot; tutur Hasto menyampaikan salam Megawati.&#13;
&#13;
Adapun pesan Megawati agar pentingnya mempelajari pemikiran Bung Karno, khususnya mengenai marhaenisme karena memiliki alasan yang cukup panjang. Hasto pun mengaku nanti akan menjelaskannya lebih lanjut ke jajaran GPM.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Megawati berpesan agar pengurus GPM yang terbentuk melalui kongres tidak melupakan tradisi berziarah ke makam Bung Karno sebagai Bapak Marhaen. &amp;quot;Itu adalah pesan dari Ibu Megawati Soekarnoputri,&amp;quot; ujar Hasto.&#13;
&#13;
Hasto menilai pemikiran dan perjuangan Bung Karno masih relevan dengan situasi saat ini. Menurutnya, kehidupan petani, nelayan, dan buruh harus menjadi orientasi perjuangan politik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, sehingga Gerakan Pemuda Marhaen ini sangat relevan untuk gen-z, sangat relevan untuk membangunkan kembali tentang falsafah manusia tertindas akibat kapitalisme, kolonialisme, imperialisme yang namanya rakyat Marhaen itu,&amp;quot; ucap Hasto.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, salah satu tantangan utama ialah menghadirkan kekuasaan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan. Hal itu, menurut Hasto, dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak miskin, perbaikan layanan kesehatan, serta penyaluran subsidi yang tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga ini menjadi PR terbesar kita, bagaimana menghadirkan watak kekuasaan dengan nilai kemanusiaan, keadilan yang dijabarkan melalui pendidikan yang baik bagi anak-anak miskin, sarana kesehatan melalui BPJS kesehatan yang ditingkatkan, subsidi yang tepat sasaran,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Hasto juga menegaskan bahwa rakyat harus memiliki ruang untuk memperjuangkan hak-haknya, termasuk memperoleh kehidupan yang layak dan akses terhadap sarana produksi guna meningkatkan kapasitas ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu relevansi Gerakan Pemuda Marhaenis. Dengan demikian, Pancasila juga harus dipahami dalam prinsip-prinsip keadilan sosial yang membebaskan dari berbagai belenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis mengatakan organisasinya telah melakukan konsolidasi dengan sejumlah dewan pimpinan daerah (DPD). GPM juga telah menjalankan program pendidikan dan pengembangan kebudayaan.&#13;
&#13;
Emir mengaku menulis buku berjudul Marhaenisme dan Visi Sosialisme Indonesia setelah melihat masih terbatasnya pemahaman mahasiswa mengenai marhaenisme. &amp;quot;Nah, dari pendidikannya inilah saya melihat dan saya mendengarkan. Saya membuat sebuah buku, judulnya &amp;#39;Marhaenisme dan Visi Sosialisme Indonesia.&amp;#39; Saya coba bagikan ke umur-umur mahasiswa lah. Tapi kalau berdiskusi, ya kan, kawan-kawan tentang Marhaenisme tuh sangat cetek ya,&amp;quot; ucap Emir dalam sambutannya.&#13;
&#13;
Ia memaklumi kondisi tersebut. Menurut Emir, marhaenisme pernah dibungkam pada masa Orde Baru, bahkan penggunaan nama tersebut dalam organisasi kepemudaan disebut tidak diperbolehkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan namanya disuruh ganti, mungkin dia panggil, jadi pemuda demokrat, enggak boleh pakai kata Marhaenisme,&amp;quot; ucap Emir.&#13;
&#13;
Emir mengatakan penggunaan kembali nama marhaenisme menjadi bagian dari upaya menghidupkan pemikiran tersebut. &amp;quot;Sekarang kita pakai lagi kata Marhaenisme, enggak ada yang bisa sandung lagi, dan tujuan utama, sebagaimana saya sempat ngomong juga dengan anak-anak proklamator dan penggerak Marhaenisme, dan yang hebat, tentulah generasi saya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia berharap Kongres GPM dapat menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan mendorong kemajuan gerakan tersebut. &amp;quot;Nah, semoga sesudah kongres ini organisasi bisa lebih tertata dan bisa lebih maju lagi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan kepada jajaran pengurus Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) agar terus mempelajari pemikiran Presiden ke-1 RI Soekarno atau Bung Karno tentang marhaenisme. Hal itu disampaikan melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres GPM ke-X di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Disampaikan oleh Bu Mega yang pertama adalah salam hangat buat seluruh keluarga Gerakan Pemuda Marhaenis,&amp;quot; tutur Hasto menyampaikan salam Megawati.&#13;
&#13;
Adapun pesan Megawati agar pentingnya mempelajari pemikiran Bung Karno, khususnya mengenai marhaenisme karena memiliki alasan yang cukup panjang. Hasto pun mengaku nanti akan menjelaskannya lebih lanjut ke jajaran GPM.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Megawati berpesan agar pengurus GPM yang terbentuk melalui kongres tidak melupakan tradisi berziarah ke makam Bung Karno sebagai Bapak Marhaen. &amp;quot;Itu adalah pesan dari Ibu Megawati Soekarnoputri,&amp;quot; ujar Hasto.&#13;
&#13;
Hasto menilai pemikiran dan perjuangan Bung Karno masih relevan dengan situasi saat ini. Menurutnya, kehidupan petani, nelayan, dan buruh harus menjadi orientasi perjuangan politik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, sehingga Gerakan Pemuda Marhaen ini sangat relevan untuk gen-z, sangat relevan untuk membangunkan kembali tentang falsafah manusia tertindas akibat kapitalisme, kolonialisme, imperialisme yang namanya rakyat Marhaen itu,&amp;quot; ucap Hasto.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, salah satu tantangan utama ialah menghadirkan kekuasaan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan. Hal itu, menurut Hasto, dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak miskin, perbaikan layanan kesehatan, serta penyaluran subsidi yang tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga ini menjadi PR terbesar kita, bagaimana menghadirkan watak kekuasaan dengan nilai kemanusiaan, keadilan yang dijabarkan melalui pendidikan yang baik bagi anak-anak miskin, sarana kesehatan melalui BPJS kesehatan yang ditingkatkan, subsidi yang tepat sasaran,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Hasto juga menegaskan bahwa rakyat harus memiliki ruang untuk memperjuangkan hak-haknya, termasuk memperoleh kehidupan yang layak dan akses terhadap sarana produksi guna meningkatkan kapasitas ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu relevansi Gerakan Pemuda Marhaenis. Dengan demikian, Pancasila juga harus dipahami dalam prinsip-prinsip keadilan sosial yang membebaskan dari berbagai belenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis mengatakan organisasinya telah melakukan konsolidasi dengan sejumlah dewan pimpinan daerah (DPD). GPM juga telah menjalankan program pendidikan dan pengembangan kebudayaan.&#13;
&#13;
Emir mengaku menulis buku berjudul Marhaenisme dan Visi Sosialisme Indonesia setelah melihat masih terbatasnya pemahaman mahasiswa mengenai marhaenisme. &amp;quot;Nah, dari pendidikannya inilah saya melihat dan saya mendengarkan. Saya membuat sebuah buku, judulnya &amp;#39;Marhaenisme dan Visi Sosialisme Indonesia.&amp;#39; Saya coba bagikan ke umur-umur mahasiswa lah. Tapi kalau berdiskusi, ya kan, kawan-kawan tentang Marhaenisme tuh sangat cetek ya,&amp;quot; ucap Emir dalam sambutannya.&#13;
&#13;
Ia memaklumi kondisi tersebut. Menurut Emir, marhaenisme pernah dibungkam pada masa Orde Baru, bahkan penggunaan nama tersebut dalam organisasi kepemudaan disebut tidak diperbolehkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan namanya disuruh ganti, mungkin dia panggil, jadi pemuda demokrat, enggak boleh pakai kata Marhaenisme,&amp;quot; ucap Emir.&#13;
&#13;
Emir mengatakan penggunaan kembali nama marhaenisme menjadi bagian dari upaya menghidupkan pemikiran tersebut. &amp;quot;Sekarang kita pakai lagi kata Marhaenisme, enggak ada yang bisa sandung lagi, dan tujuan utama, sebagaimana saya sempat ngomong juga dengan anak-anak proklamator dan penggerak Marhaenisme, dan yang hebat, tentulah generasi saya,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Ia berharap Kongres GPM dapat menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan mendorong kemajuan gerakan tersebut. &amp;quot;Nah, semoga sesudah kongres ini organisasi bisa lebih tertata dan bisa lebih maju lagi,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
