<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polda Metro Ungkap Ada 53 Demo di Jakarta Hari Ini</title><description>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan terdapat 53 aksi penyampaian aspirasi di Jakarta pada Rabu (28/10/2026). Namun, dia tidak merinci jumlah personel yang dikerahkan untuk mengamankan seluruh kegiatan tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/28/338/3250636/polda-metro-ungkap-ada-53-demo-di-jakarta-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/28/338/3250636/polda-metro-ungkap-ada-53-demo-di-jakarta-hari-ini"/><item><title>Polda Metro Ungkap Ada 53 Demo di Jakarta Hari Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/28/338/3250636/polda-metro-ungkap-ada-53-demo-di-jakarta-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/28/338/3250636/polda-metro-ungkap-ada-53-demo-di-jakarta-hari-ini</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2026 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Zakky Mubarok Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/28/338/3250636/polda_metro_jaya-MfGL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (Foto: Zakky Mubarok/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/28/338/3250636/polda_metro_jaya-MfGL_large.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (Foto: Zakky Mubarok/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan terdapat 53 aksi penyampaian aspirasi di Jakarta pada Rabu (28/10/2026). Namun, dia tidak merinci jumlah personel yang dikerahkan untuk mengamankan seluruh kegiatan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada beberapa aktivitas masyarakat lainnya pada hari ini ada 77 kegiatan, 53 aksi penyampaian aspirasi, dan 24 kegiatan masyarakat lainnya di wilayah DKI. Ini harus butuh pengawalan, butuh penjagaan kegiatan itu berjalan dengan baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya terpantau menggelar apel persiapan pengamanan demonstrasi di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada pagi hari. Ia mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat yang menggelar aksi agar menjaga fasilitas umum dan ruang publik selama menyampaikan aspirasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak bersama-sama dalam penyampaian aspirasi juga diatur oleh undang-undang untuk aman, damai, dan menjaga fasilitas umum. Menjaga ruang publik dan fasilitas umum merupakan tanggung jawab kita bersama,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, sejumlah titik menjadi pusat konsentrasi aksi unjuk rasa, di antaranya Gedung DPR/MPR RI, sekitar YPB, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Silang Selatan Monas atau kawasan Patung Kuda, serta Tugu Tani.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sebanyak 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat diperkirakan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu siang. Aksi yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB itu mengusung tema #IndonesiaSadar dengan membawa tuntutan bertajuk Lima Perintah Rakyat (LAPAR).&#13;
&#13;
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menyebut jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 2.500 orang saat demonstrasi mencapai puncaknya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memperkirakan sekitar 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat akan memenuhi kawasan Bundaran HI mulai pukul dua siang esok. Aksi #IndonesiaSadar ini membawa Lima Perintah Rakyat atau LAPAR sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas serangkaian kebijakan dan kondisi negara yang makin menjauh dari kepentingan publik,&amp;quot; kata Namora saat dikonfirmasi, Selasa 27 Oktober 2026.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan terdapat 53 aksi penyampaian aspirasi di Jakarta pada Rabu (28/10/2026). Namun, dia tidak merinci jumlah personel yang dikerahkan untuk mengamankan seluruh kegiatan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada beberapa aktivitas masyarakat lainnya pada hari ini ada 77 kegiatan, 53 aksi penyampaian aspirasi, dan 24 kegiatan masyarakat lainnya di wilayah DKI. Ini harus butuh pengawalan, butuh penjagaan kegiatan itu berjalan dengan baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya terpantau menggelar apel persiapan pengamanan demonstrasi di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada pagi hari. Ia mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat yang menggelar aksi agar menjaga fasilitas umum dan ruang publik selama menyampaikan aspirasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak bersama-sama dalam penyampaian aspirasi juga diatur oleh undang-undang untuk aman, damai, dan menjaga fasilitas umum. Menjaga ruang publik dan fasilitas umum merupakan tanggung jawab kita bersama,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, sejumlah titik menjadi pusat konsentrasi aksi unjuk rasa, di antaranya Gedung DPR/MPR RI, sekitar YPB, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Silang Selatan Monas atau kawasan Patung Kuda, serta Tugu Tani.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sebanyak 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat diperkirakan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu siang. Aksi yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB itu mengusung tema #IndonesiaSadar dengan membawa tuntutan bertajuk Lima Perintah Rakyat (LAPAR).&#13;
&#13;
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menyebut jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 2.500 orang saat demonstrasi mencapai puncaknya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memperkirakan sekitar 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat akan memenuhi kawasan Bundaran HI mulai pukul dua siang esok. Aksi #IndonesiaSadar ini membawa Lima Perintah Rakyat atau LAPAR sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas serangkaian kebijakan dan kondisi negara yang makin menjauh dari kepentingan publik,&amp;quot; kata Namora saat dikonfirmasi, Selasa 27 Oktober 2026.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
