<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M5,9 Guncang Papua Nugini, Pusatnya di Darat!</title><description>Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kiunga, Papua Nugini, pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.26.48 WIB. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/29/337/3250848/gempa-m5-9-guncang-papua-nugini-pusatnya-di-darat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/29/337/3250848/gempa-m5-9-guncang-papua-nugini-pusatnya-di-darat"/><item><title>Gempa M5,9 Guncang Papua Nugini, Pusatnya di Darat!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/29/337/3250848/gempa-m5-9-guncang-papua-nugini-pusatnya-di-darat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/29/337/3250848/gempa-m5-9-guncang-papua-nugini-pusatnya-di-darat</guid><pubDate>Kamis 29 Oktober 2026 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/29/337/3250848/gempa-zJxu_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa Papua Nugini (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/29/337/3250848/gempa-zJxu_large.jpg</image><title>Gempa Papua Nugini (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kiunga, Papua Nugini, pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.26.48 WIB. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, hasil pemutakhiran analisis menunjukkan gempa terjadi pada kedalaman 42 kilometer. Episenter berada pada koordinat 5,68 derajat Lintang Selatan dan 141,88 derajat Bujur Timur, atau di darat sekitar 171 kilometer tenggara Oksibil, Papua Pegunungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;quot; ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar geser (strike-slip).&#13;
&#13;
BMKG menerima laporan bahwa getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Papua dan sekitarnya dengan tingkat intensitas yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di Boven Digoel, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi ketika sebuah truk melintas.&#13;
&#13;
Sementara itu, di Kota Jayapura dan Merauke, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.&#13;
&#13;
Hingga pukul 10.55 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).&#13;
&#13;
BMKG menyatakan, akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut serta menyampaikan informasi terbaru kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa bumi demi menjaga keselamatan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kiunga, Papua Nugini, pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.26.48 WIB. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, hasil pemutakhiran analisis menunjukkan gempa terjadi pada kedalaman 42 kilometer. Episenter berada pada koordinat 5,68 derajat Lintang Selatan dan 141,88 derajat Bujur Timur, atau di darat sekitar 171 kilometer tenggara Oksibil, Papua Pegunungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;quot; ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar geser (strike-slip).&#13;
&#13;
BMKG menerima laporan bahwa getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Papua dan sekitarnya dengan tingkat intensitas yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di Boven Digoel, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi ketika sebuah truk melintas.&#13;
&#13;
Sementara itu, di Kota Jayapura dan Merauke, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.&#13;
&#13;
Hingga pukul 10.55 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).&#13;
&#13;
BMKG menyatakan, akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut serta menyampaikan informasi terbaru kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa bumi demi menjaga keselamatan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
