<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gegara Dua Paspor dengan Identitas Berbeda, WNA India Dideportasi dari Bali</title><description>Petugas Imigrasi Ngurah Rai, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial SP karena kedapatan memiliki dua paspor dengan identitas berbeda.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/01/340/3251372/gegara-dua-paspor-dengan-identitas-berbeda-wna-india-dideportasi-dari-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/01/340/3251372/gegara-dua-paspor-dengan-identitas-berbeda-wna-india-dideportasi-dari-bali"/><item><title>Gegara Dua Paspor dengan Identitas Berbeda, WNA India Dideportasi dari Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/01/340/3251372/gegara-dua-paspor-dengan-identitas-berbeda-wna-india-dideportasi-dari-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/01/340/3251372/gegara-dua-paspor-dengan-identitas-berbeda-wna-india-dideportasi-dari-bali</guid><pubDate>Minggu 01 November 2026 04:10 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/31/340/3251372/wna_india_dideportasi_dari_bali-BMOU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WNA India Dideportasi dari Bali (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/31/340/3251372/wna_india_dideportasi_dari_bali-BMOU_large.jpg</image><title>WNA India Dideportasi dari Bali (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Petugas Imigrasi Ngurah Rai, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial SP karena kedapatan memiliki dua paspor dengan identitas berbeda.&#13;
&#13;
Penangkapan tersebut bermula saat SP hendak terbang menuju Manila, Filipina, pada Rabu 14 Oktober 2026. Petugas yang mencurigai dokumen perjalanan SP kemudian menemukan dua paspor India dengan identitas berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemeriksaan laboratorium forensik keimigrasian juga menunjukkan adanya dugaan penggantian halaman biodata pada salah satu paspor yang digunakan,&amp;quot; kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, Sabtu (31/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas temuan tersebut, Imigrasi Ngurah Rai mengambil tindakan dengan mendeportasi SP, pada Selasa 27 Oktober 2026. SP dipulangkan melalui penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Chennai, India.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Novyandri mengatakan, pengungkapan kasus ini menunjukkan pentingnya ketelitian petugas dalam memeriksa setiap dokumen perjalanan, baik saat kedatangan maupun keberangkatan penumpang internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya dilakukan saat orang asing masuk ke Indonesia, tetapi juga ketika mereka akan meninggalkan wilayah Indonesia,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Petugas Imigrasi Ngurah Rai, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial SP karena kedapatan memiliki dua paspor dengan identitas berbeda.&#13;
&#13;
Penangkapan tersebut bermula saat SP hendak terbang menuju Manila, Filipina, pada Rabu 14 Oktober 2026. Petugas yang mencurigai dokumen perjalanan SP kemudian menemukan dua paspor India dengan identitas berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil pemeriksaan laboratorium forensik keimigrasian juga menunjukkan adanya dugaan penggantian halaman biodata pada salah satu paspor yang digunakan,&amp;quot; kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, Sabtu (31/10/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas temuan tersebut, Imigrasi Ngurah Rai mengambil tindakan dengan mendeportasi SP, pada Selasa 27 Oktober 2026. SP dipulangkan melalui penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Chennai, India.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Novyandri mengatakan, pengungkapan kasus ini menunjukkan pentingnya ketelitian petugas dalam memeriksa setiap dokumen perjalanan, baik saat kedatangan maupun keberangkatan penumpang internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya dilakukan saat orang asing masuk ke Indonesia, tetapi juga ketika mereka akan meninggalkan wilayah Indonesia,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
